Di luar kuil, jalur berdarah yang menuju ke istana tertutup oleh jasad dari hampir seribu orang. Orang-orang menatap ke arah istana dengan rasa ngeri.
Ketika Wang Lin melangkah masuk ke dalam istana, wajah Kaisar Dao Kuno langsung memucat. Tanpa sadar ia mundur beberapa langkah dan menatap Wang Lin lekat-lekat.
"Wang Lin, jika aku mati, wanita ini juga akan mati! Apakah kau berani membunuhku?! Aku berada di bawah perlindungan Maha Empyrean Gu Dao, tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa membunuh para kaisar kuno!!"
Wang Lin mengabaikan Kaisar Dao Kuno dan juga mengabaikan ayah sang kaisar yang memiliki ekspresi suram tak kalah pekat. Ia hanya menatap Song Zhi. Menatap wanita yang memberinya perasaan akrab yang mampu meredakan kegilaannya. Ia berjalan menuju aura yang telah ia kejar selama ribuan tahun.
Namun tepat pada saat itu, bayangan-bayangan muncul di hadapan Wang Lin. Wujud mereka bagaikan kepulan asap dan langsung menerjang ke arah Wang Lin.
Wang Lin seolah menutup mata terhadap mereka. Di matanya, hanya ada Song Zhi seorang. Saat ia terus melangkah maju, suara letupan bergema dan sosok-sosok yang bersembunyi di dalam bayangan itu terpaksa keluar dari persembunyian mereka. Sosok-sosok itu memuntahkan darah sementara retakan menyebar di seluruh tubuh mereka sebelum akhirnya hancur berkeping-keping.
Dalam sekejap mata, puluhan sosok muncul di hadapan Wang Lin, tetapi tak satupun dari mereka yang mampu bertahan hidup. Wang Lin berdiri tepat di hadapan Song Zhi yang tampak kebingungan.
Wanita itu mendongak menatap Wang Lin dan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, namun ia lupa kata-kata apa yang hendak ia ucapkan. Ia menatap wajah Wang Lin yang terasa asing namun menyisakan secercah kearaban. Matanya mulai menyiratkan pergulatan batin saat ingatannya mencoba bangkit.
"Siapa dia... Siapa wanita itu... Siapa aku sebenarnya... Jika aku adalah dia, lalu siapa Bibi Chang dan saudari Dong..." Wanita itu tampak kesakitan sembari memegangi kepalanya dan bergetar hebat.
Hati Wang Lin terasa nyeri saat tangan kanannya terangkat dan menunjuk ke arah belakangnya. Jeritan pilu tiba-tiba bergema. Seekor bayangan berniat memanfaatkan momen ini untuk menyerang, namun bahkan sebelum bayangan itu sempat menampakkan wujudnya, jari Wang Lin telah menembus tengkoraknya hingga tewas seketika.
Wang Lin menatap wanita di hadapannya dan berkata dengan lembut, "Jangan takut... Aku tidak tahu siapa Bibi Chang dan saudari Dong, tapi aku tahu kau adalah Li Muwan. Kau adalah istriku yang telah kucari selama ribuan tahun!!"
Ketika wanita itu mendengar nama "Li Muwan," ia merasakan sebuah bisikan menyakitkan seolah-olah sebuah cermin telah pecah berkeping-keping di dalam pikirannya. Nama ini memiliki kekuatan yang aneh, dan ia merasakan keakraban yang begitu lekat di dalam jiwanya, seolah-olah inilah nama aslinya!
"Li Muwan... Li Muwan... Song Zhi... Aku... Sebenarnya siapa aku..." Akibat rasa sakit yang luar biasa di kepalanya, air mata mulai mengalir deras membasahi pipinya.
Kaisar Dao Kuno menampilkan tatapan buas, dan saat ia hendak bergerak, ia mendengar dengusan dingin Wang Lin.
Dengusan dingin itu ibarat sambaran petir yang membuat Kaisar Dao Kuno menjerit pilu. Darah mengalir keluar dari panca inderanya dan ia terdorong mundur beberapa langkah. Wang Lin dengan cepat mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke antara kedua alis wanita itu. Kemudian, secercah tetes darah jiwa yang berada di dalam diri Wang Lin merasuk ke tubuh wanita itu melalui jari Wang Lin. Saat secercah darah jiwa itu masuk ke dalam tubuhnya, wanita itu mulai bergetar.
Sebuah garis tipis yang seolah bukan berasal dari dunia ini muncul di keningnya. Garis itu terhubung dengan Kaisar Dao Kuno yang berada di belakangnya.
Tanpa ragu sedikit pun, Wang Lin mengangkat tangan kirinya dan menebas garis tipis tersebut.
Begitu tebasan itu mendarat, garis tersebut terpotong menjadi dua.
Saat garis itu terputus, Kaisar Dao Kuno memuntahkan seteguk darah segar. Penampilannya tampak mengenaskan dengan mata yang dipenuhi oleh kengerian dan ketidakpercayaan.
"Tidak mungkin!! Kunci Jiwa Leluhur Cap Ungu ini tidak mungkin bisa diputus dengan cara seperti ini. Ini adalah mantra rahasia keluarga kekaisaran, hanya Maha Empyrean Gu Dao yang bisa mencabutnya..." Kaisar Dao Kuno menjerit histeris namun tidak berani mendekati Wang Lin dan terus merangsek mundur.
Wang Lin sama sekali tidak mempedulikan Kaisar Dao Kuno, ia hanya fokus menatap wanita yang sedang kesakitan itu. Ia membelai rambutnya dengan penuh kelembutan.
"Jangan takut... Akan kuajak kau membantai..." Wang Lin berbisik lembut, mengucapkan kalimat yang sama persis seperti ribuan tahun lalu.
Mendengar kata-kata itu, tubuh wanita yang tadinya bergetar seketika terdiam dan pergulatan di dalam matanya berubah menjadi berkali-kali lipat lebih sengit dari sebelumnya. Bahkan jauh lebih intens dibanding saat ia mendengar nama "Li Muwan."
Rasanya garis itu jauh lebih penting daripada namanya sendiri. Seolah-olah hal itu adalah titik awal dari kisah cinta mereka yang telah terentang selama ribuan tahun...
Gemuruh dahsyat bergema di dalam benaknya. Kalimat itu terus terngiang di dalam pikirannya dan berputar-putar di dalam ingatannya yang samar.
Ia pernah bermimpi dan mendengar kalimat tersebut. Suara itu terus bersemayam di dalam benaknya dan ia sempat berusaha keras untuk mencari suara itu, namun betapapun kerasnya ia mencoba, ia tidak dapat mengingat maupun menemukannya.
Hingga akhirnya ia mendengar Wang Lin menggumamkan nama "Wan Er" di perjamuan tadi, yang membuat hatinya bergetar hebat dan merasakan keakraban yang kuat, meski ia tetap belum bisa mengingatnya. Bahkan ketika nama "Li Muwan" disebutkan, ia hanya bergetar tanpa mampu mengingat apa pun. Namun, setelah mendengar kalimat "Akan kuajak kau membantai," kata-kata itu tiba-tiba beririsan dan tumpang tindih dengan kenangan dari mimpinya!
Ia samar-samar teringat, teringat bahwa suara dari mimpinya itu berasal dari sosok di hadapannya ini. Ia teringat Lautan Iblis, tempat ia berdiri di hadapan sebuah gua dengan wajah pucat namun dengan teguh menjaga gua tersebut.
Ia teringat bahwa ada seseorang yang duduk di belakangnya, menyerap kekuatan pil dan bersiap membentuk intinya!!
Ia juga teringat bahwa ketika dirinya sudah kelelahan dan tidak lagi mampu menghalangi para kultivator iblis yang menerobos masuk ke dalam gua, di tengah gema gelak tawa mereka, ia jatuh ke dalam pelukan dada yang hangat. Lalu ia mendengar suara dingin, namun untuk pertama kalinya suara itu justru membuatnya merasakan kehangatan yang aneh.
"Jangan takut... Akan kuajak kau membantai!"
Tubuhnya bergetar hebat dan air mata meleleh membasahi pipinya. Sebagian besar kebingungan di matanya sirna. Ia menatap Wang Lin, menatap wajah yang kini terasa semakin akrab.
"Wang... Lin..." Suara wanita itu terdengar serak, seolah-olah ia sudah sangat lama tidak berbicara. Namun, ucapan itu membuat pikiran Wang Lin bergemuruh hebat seolah jutaan petir meledak secara bersamaan.
Wang Lin diliputi kegirangan dan mendongak tertawa ke langit sambil mendekap erat wanita itu. Ia berbalik menatap Kaisar Dao Kuno beserta ayahnya yang kini dilanda kepanikan. Namun, berbeda dengan ayahnya, Kaisar Dao Kuno masih menyisakan secercah ketenangan.
Begitu Wang Lin menoleh, Kaisar Dao Kuno melihat dengan jelas niat membunuh di mata Wang Lin, membuat hatinya mencelos.
"Aku adalah Kaisar Dao Kuno, aku berada di bawah perlindungan Maha Empyrean Gu Dao, kau tidak bisa membunuhku!!" Kaisar Dao Kuno kembali mundur. Mata Wang Lin menyala terang. Ia berniat membunuh orang ini, dan kebenciannya sudah merasuk hingga ke tulang sumsum. Sambil mendekap Li Muwan, ia menerjang ke arah Kaisar Dao Kuno.
Dalam sekejap Wang Lin sudah menutup jarak, matanya dipenuhi oleh niat membunuh yang mengerikan. Ia mengangkat tangan kanannya dan menghantamkannya ke arah Kaisar Dao Kuno!
"Maha Empyrean Gu Dao, selamatkan aku!!" Kaisar Dao Kuno menjerit histeris.
Namun tepat saat telapak tangan Wang Lin menghantam turun, gemuruh dahsyat bergema. Kilatan cahaya ungu muncul di sekeliling Kaisar Dao Kuno dan memantulkan telapak tangan Wang Lin hingga terpental.
Melihat cahaya ungu tersebut, Kaisar Dao Kuno langsung tertawa terbahak-bahak. Kepanikan di matanya lenyap dan berganti dengan ketenangan. Ia menatap Wang Lin dengan tatapan garang.
"Aku adalah Kaisar Dao Kuno, aku adalah keturunan dari Leluhur Kuno. Bagaimana mungkin kau bisa membunuhku? Di dunia ini, tidak ada yang bisa membunuhku!" Kaisar Dao Kuno melambaikan lengan bajunya dan membentak orang-orang di luar istana.
"Semua anggota Dao Kuno, bunuh orang ini! Siapa pun yang menentang perintah ini akan dianggap sebagai pengkhianat!" Seiring gema suaranya, puluhan ribu anggota Dao Kuno di sekitar alun-alun dan bahkan ribuan anggota Dao Kuno yang baru tiba bisa mendengarnya. Mereka mendongak ke arah istana dan berhamburan menyerbu bak gumpalan awan hitam pekat.
Kilatan niat membunuh melintas di mata Wang Lin saat ia kembali mengangkat tangannya untuk menghantam Kaisar Dao Kuno. Cahaya ungu itu kembali berpendar dan menahan serangan Wang Lin.
Alhasil, Kaisar Dao Kuno tertawa semakin arogan. Ia bahkan tidak berusaha menghindar dan menatap Wang Lin dengan sengit.
"Atas dasar apa kau berhak membunuhku? Wang Lin, kau hanyalah seekor semut dari dunia gua. Sekarang setelah 100.000 anggota klanku dari Dao Kuno datang, aku ingin lihat bagaimana cara kalian bisa kabur!! Kau akan mati, dan begitu kau mati, aku akan mempermainkan wanita ini dan membiarkannya menemanimu mati!!" Kaisar Dao Kuno tertawa terbahak-bahak.
"Aku memang tidak bisa membunuhmu..." Rambut Wang Lin berkibar tanpa angin sementara Matahari Maha Empyrean miliknya muncul di belakang punggungnya. Benda itu memancarkan cahaya hitam dan putih secara bersamaan, dan darah jiwa di dalam tubuhnya bergolak dengan cepat. Pada saat ini, Nyanyian Angin (Wind Song) terwujud dari tubuh Wang Lin!
Gemuruh petir bergema. Itulah Nyanyian Petir (Thunder Song)!
Awan di langit turut bergemuruh diiringi angin dan petir, menciptakan Nyanyian Seruling Angin (Wind Flute)!
Hujan pun turun, menciptakan Nyanyian Hujan (Rain Song)! Menyusul kemudian Nyanyian Langit dan Bumi (Sky and Earth Songs) yang turut muncul, hingga akhirnya dari dalam tubuh Wang Lin, nyanyian ketujuh pun bangkit.
Nyanyian kedelapan adalah nyanyian organ-organ dalam, yang tak terlukiskan dengan kata-kata saat ia menggema ke seluruh penjuru istana Dao Kuno!
"Di dunia ini, ada satu orang lagi selain Maha Empyrean Gu Dao yang bisa membunuhmu... Yaitu Leluhur Kuno!" Wang Lin berucap pelan, dan seiring terucapnya kalimat itu, darah jiwanya melepaskan nyanyian kesembilan!!
Nyanyian terakhir adalah Nyanyian Garis Keturunan (Bloodline Song), dan ketika nyanyian ini muncul, mata Wang Lin berubah menjadi berwarna perak. Kilau perak ini memancarkan aura makhluk agung yang tertinggi!
Di belakang Wang Lin, tepat di atas istana, sesosok bayangan raksasa muncul. Bayangan itu berdiri dengan tangan di belakang punggung sembari menatap langit dengan penuh penghinaan. Wujudnya persis sama persis dengan patung Leluhur Kuno yang ada di dalam kota!!
"Le... Leluhur Kuno!!" Semua orang di alun-alun, di dalam istana, serta seluruh anggota klan Kuno di dalam kota tertegun hebat saat melihat bayangan ini. Mereka diliputi rasa takjub bercampur takut yang teramat sangat, memicu dengung kegaduhan di mana-mana.
"Kami para keturunan memberi hormat kepada Leluhur Kuno!" Entah siapa yang berlutut lebih dulu, namun dalam sekejap mata, lebih dari 100.000 orang di alun-alun dan istana beruntun bersujud ke tanah.
Chapter 2032 · 7m baca
Filled With Rage (11)
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter