Renegade Immortal - Chapter 1904 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1904 · 6m baca

Let’s See What Else the Arcane Tribulants Have Left!

by Er Gen

Wang Lin menggelengkan kepalanya. Ia tidak tahu bagaimana orang lain melewati Kesengsaraan Arcan mereka, tetapi salju tersebut tidak mampu menembus tubuh sejati esensinya dan angin ini tidak mampu mematahkan kekuatan fisiknya.

Bahkan jika angin ini terus berlanjut selama ratusan tahun, angin itu tidak akan mampu merobek tubuhnya saat ini.

Tubuhnya tidak sama seperti sebelumnya. Setelah peningkatan yang diberikan kepadanya oleh lelaki tua berjubah hijau itu, tubuhnya menjadi sangat kuat dan tangguh. Ketangguhan dan kekuatan semacam ini sama sekali tidak dapat terpengaruh oleh angin!

Wang Lin mengangkat tangan kirinya dan menggapai ke arah tornado di sekeliling tubuhnya. Ia merobeknya begitu saja! Gemuruh bagaikan petir bergema, dan di bawah kekuatan robekan Wang Lin, lapisan-lapisan tornado itu runtuh dari lapisan pertama langsung ke lapisan kesembilan. Kesembilan tornado itu meledak dan lenyap.

Angin pun buyar. Wang Lin tetap duduk di sana, meminum anggurnya. Tubuh sejati lima elemen berdiri di belakangnya, menatap dingin ke arah langit.

Langit tampak gelap bagaikan wajah yang suram. Tak lama kemudian, awan kesengsaraan memenuhi langit. Gemuruh petir memenuhi awan saat sambaran-sambaran petir bergerak melintasi angkasa, menerangi bumi di bawahnya.

Para kultivator Benua Iblis Hijau yang berada ribuan kilometer jauhnya telah menyaksikan selesainya kesengsaraan salju dan angin. Mereka kini terdiam seribu bahasa.

Suara petir menjadi semakin dahsyat, dan awan kesengsaraan yang lebih banyak lagi bermunculan, menutupi langit. Awan-awan itu mendesak turun dan semakin banyak kilat yang bergerak di dalamnya. Awan-awan itu memancarkan kesan kegilaan dan kekerasan.

Namun, sama sekali tidak ada dari semua ini yang mengusik Wang Lin. Ia dengan tenang meminum anggurnya dan menatap awan serta petir di langit. Tiba-tiba ia tertawa.

"Petir?" Wang Lin kembali menatap awan dan petir di langit. Ia menggelengkan kepalanya dan meneguk sedikit anggurnya.

Saat ia menggelengkan kepalanya, gemuruh petir bergemuruh dari awan di langit. Seiring bergeraknya awan tersebut, sebersit petir yang terhubung dengan surga melesat turun ke arah Wang Lin. Sambaran petir ini mengandung kekuatan yang mengejutkan dan menutup jarak dalam sekejap mata dalam upaya untuk membunuh Wang Lin!

"Berani sekali kau!?" Wang Lin tiba-tiba mengangkat kepalanya dan mengaum!

Aumannya melampaui suara petir dan meredam gemuruh dari awan kesengsaraan. Kehendak petir meletus dari tubuh Wang Lin. Inilah kehendak sang penguasa petir!!

Petir yang tadinya hendak turun itu mendadak bergetar dan mundur ketika jaraknya tinggal 1.000 kaki dari Wang Lin, seolah-olah ia merasa ketakutan. Bukan hanya tidak menyerang Wang Lin, petir itu justru berbalik menyerbu ke arah awan kesengsaraan!

"Sejak esensi petirku mencapai kesempurnaan, hanya aku yang bisa mendatangkan petir kepada orang lain!" Wang Lin mengangkat tangan kirinya dan menggapai ke arah awan. Awan-awan itu bergetar dan mengeluarkan raungan seolah-olah tidak sanggup menahan tekanannya. Segala petir di dalamnya melesat keluar menuju Wang Lin.

Petir yang tak berkesudahan itu berkumpul di depan tangan kiri Wang Lin dan membentuk sebuah bola petir. Wang Lin melambaikan tangan kirinya dan bola petir itu terbang ke langit lalu berbenturan dengan awan kesengsaraan.

Gemuruh bagaikan petir mengguncang dunia dan awan kesengsaraan itu runtuh tanpa perlawanan apa pun. Kegelapan yang menutupi dunia seketika lenyap!

Kesengsaraan Arcan ketiga runtuh!

Ribuan kilometer jauhnya, selusin lebih kultivator Benua Iblis Hijau tidak dapat melihat Wang Lin, tetapi mereka bisa merasakan betapa mudahnya ketiga Kesengsaraan Arcan itu dilewati. Sungguh sederhana di luar akal sehat!

Kekuatan ketiga Kesengsaraan Arcan ini terbilang biasa saja, dan kultivator mana pun yang memiliki keberanian bisa melewatinya. Namun, melakukannya tetap membutuhkan waktu, dan seseorang harus menguras banyak energi untuk melewati ketiga Kesengsaraan Arcan itu secara beruntun demi memperoleh hadiah berupa jiwa asal mereka yang berlipat ganda ukurannya.

Kendati demikian, sangat jarang sekali ada seseorang yang bisa melaluinya dengan begitu mudah!

"Itu pasti Tuan Iblis Hijau! Kalau tidak, mustahil ada orang lain yang bisa melakukan ini!"

"Dengan tingkat kultivasi Tuan Iblis Hijau, dia sudah pernah mengalami Kesengsaraan Arcan sebelumnya. Itulah mengapa dia bisa begitu santai saat menghadapinya lagi sekarang!"

Para kultivator Benua Iblis Hijau memperlihatkan ekspresi hormat. Mereka menatap ke arah area yang diselimuti oleh tekanan Kesengsaraan Arcan, menunggu Tuan Iblis Hijau berjalan keluar.

Wang Lin masih duduk di atas ekor kalajengking itu sambil menatap ke langit. Tiga Kesengsaraan Arcan terakhir telah mengecewakannya. Ia kini menunggu kedatangan Kesengsaraan Arcan yang keempat dan ingin melihat apakah yang satu ini akan menunjukkan kehebatan.

Wang Lin menggunakan ketenangannya untuk menikmati keindahan Kesengsaraan Arcan.

"Kira-kira seperti apa wujud Kesengsaraan Arcan yang keempat..." Wang Lin meneguk anggurnya.

Tepat pada saat ini, riak tak terhitung jumlahnya muncul di langit yang tenang. Riak-riak ini menyebar dan tak lama kemudian menutupi langit.

Lalu sebuah tekanan menyebar dan menyelubungi area tersebut. Sebuah drum raksasa berukuran 10.000 kaki turun dari langit.

Kedua sisi drum itu terbuat dari bahan yang tidak diketahui. Drum itu tidak mengeluarkan suara apa pun saat turun, namun memancarkan aura kuno.

Begitu drum itu muncul, Wang Lin menoleh ke arahnya sambil memegang kendi anggur.

"Lumayan menarik..." Sambil menggumamkan hal itu, ada kilatan cahaya di matanya.

Pada saat yang sama, suara drum tersebut bergema seolah-olah kekuatan tak kasat mata telah berbenturan dengannya. Rasanya seakan-akan ada banyak sekali orang yang memukul drum dari berbagai arah, menciptakan gelombang suara.

Saat suara dari drum itu bergemuruh, daging, darah, tulang, dan meridian Wang Lin semuanya bergetar. Ia bisa merasakan dengan jelas bahwa suara drum itu bukan berasal dari permukaan drum, melainkan dari dalam tubuhnya sendiri!

Hal ini membuat cahaya di mata Wang Lin semakin kuat. Seiring bergemanya suara drum tersebut, ia merasakan sensasi gatal menyebar ke seluruh tubuhnya. Pada detik ini, tubuhnya bahkan tidak bisa digerakkan akibat getaran dari drum tersebut!

Tepat saat suara drum itu bergema di sekujur tubuh Wang Lin, kabut dalam jumlah besar berkumpul untuk membentuk sebuah pedang kabut yang besar. Pedang ini tampak seperti ilusi, seolah-olah tidak nyata, tetapi begitu ia muncul, pedang itu memancarkan niat membunuh yang mengerikan.

Niat membunuh itu menyebar melalui pedang tersebut, dan seiring pedang itu membumbung ke udara, niat membunuhnya menjadi semakin kuat. Kemudian pedang itu langsung menebas ke arah kepala Wang Lin!

Pedang ini tidak memotong tubuh Wang Lin, tidak pula jiwa asalnya atau jiwanya. Pedang ini hendak memutuskan hubungan antara tubuhnya dan jiwa asalnya serta jiwanya. Begitu terputus, jiwa dan jiwa asalnya tidak akan pernah bisa kembali ke tubuhnya lagi. Pedang ini memengaruhi garis keturunan, yang akan membuat jiwa dan tubuhnya menjadi bagaikan air dan api!

Ini akan memaksa jiwa dan jiwa asal untuk menjauhi tubuh!

Inilah yang pertama dari kesengsaraan internal, Kesengsaraan Pemisahan! Drum itu adalah kuncinya. Begitu ia muncul, itu menandakan bahwa ketiga Kesengsaraan Arcan internal akan segera dimulai!

Kesengsaraan ini sangat aneh, dan sejak zaman kuno, terlalu banyak kultivator yang tewas karenanya. Begitu jiwa asal dan jiwa dipaksa keluar, tubuh akan runtuh mengikuti suara drum tersebut. Jiwa dan jiwa asal kemudian akan buyar seiring suara drum itu.

Pedang kabut itu tidak bersuara, tetapi niat membunuhnya melonjak bagaikan asap hitam saat ia melesat menerjang Wang Lin. Sepanjang tahun yang tak terhitung jumlahnya, tak terhitung pula kultivator yang tumbang di bawah pedang ini dan mendapati hubungan antara jiwa dan tubuh mereka terputus.

Kini pedang itu muncul sekali lagi dan menebas ke arah Wang Lin!

Wang Lin tidak tahu bahwa sebagian besar kultivator yang telah melewati ketiga Kesengsaraan Arcan internal telah mempersiapkan diri selama sangat lama sebelum mereka berani mencobanya. Mereka semua melewatinya satu per satu sambil dengan hati-hati mencari secercah peluang untuk bertahan hidup!

Pada saat ini, suara drum tersebut membatasi tubuh Wang Lin, namun itu tidak bisa menghentikan detak jantung Wang Lin. Ia tidak tahu bagaimana cara orang lain melawan Kesengsaraan Arcan ini, tetapi ia memiliki metodenya sendiri. Detak jantungnya berpacu dan bergemuruh bagaikan petir. Suara detak jantungnya melawan suara drum tersebut, dan ia seketika mendapatkan kembali kekuatan untuk bergerak.

Tepat saat ia bisa bergerak kembali, pedang kabut itu sudah semakin dekat. Wang Lin dengan tenang melepaskan kendi anggur di tangan kanannya. Ia mengangkat telapak tangan kanannya dan Bilah Yin yang menyerupai tulang tiba-tiba muncul. Bilah itu memancarkan aura dingin, seolah-olah berasal dari dasar neraka!

"Bagus, datanglah!" Wang Lin tersenyum dan bahkan tidak bangkit berdiri. Ia mengangkat Bilah Yin dan menebas ke arah pedang kabut yang datang mendekat.

Pedang dan bilah itu seketika berbenturan, memicu gemuruh bagaikan petir yang bergema. Pedang kabut itu bergetar hebat, lalu retakan tak terhitung jumlahnya muncul di permukaannya dan ia pun runtuh. Niat membunuh dari pedang itu tampak enggan mengalah dan melesat maju untuk melahap Wang Lin. Pada saat ini, niat membunuh yang jauh lebih kuat daripada niat membunuh pedang kabut itu meletus dari tubuh Wang Lin. Ia seketika melahap niat membunuh dari pedang kabut tersebut dan melesat ke angkasa.

Niat membunuh ini seolah-olah memiliki kesadaran, karena ia langsung runtuh dan mundur seolah-olah tidak berani menghadapi niat membunuh Wang Lin. Ia kemudian dengan cepat buyar.

Kesengsaraan Arcan internal yang pertama runtuh! Seiring buyarnya niat membunuh tersebut, dentuman mengejutkan yang kedua pun terdengar dari drum di langit!

Suara ini beberapa kali lebih dahsyat daripada suara sebelumnya, dan memicu gelombang suara yang menyebar ke luar. Suaranya bagaikan tabuhan genderang perang yang melancarkan bunyi untuk menghancurkan dunia!

Begitu suara itu bergemung, tubuh Wang Lin bangkit berdiri untuk pertama kalinya. Tangan kirinya menyambar kendi anggur yang tadi ia lepaskan dan ia meneguk seteguk. Setelah itu, ia melesat ke langit!

"Aku akan menghancurkan drum ini. Mari kita lihat apa lagi yang tersisa dari Kesengsaraan Arcan setelah itu!"

Gunakan ← → untuk pindah chapter