Renegade Immortal - Chapter 190 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 190 · 11m baca

The Ancient God’s Inheritance (part 4)

by Er Gen

Di dalam tubuh Dewa Kuno, terdapat para kultivator iblis yang menyusir hampir setiap jengkal bagian tubuh tersebut. Tubuh Dewa Kuno itu sangatlah besar, namun bagi para kultivator, meskipun agak merepotkan untuk digeledah, mereka semua sangat mengenal tempat itu.

Mereka bahkan tidak takut pada gelombang Qi. Beberapa dari mereka bahkan menerobos masuk ke dalam gelombang Qi untuk melakukan pencarian.

Bahkan setelah pencarian ekstensif tersebut, mereka tetap tidak menemukan apa pun. Kendati demikian, tidak satupun dari kultivator iblis yang berhenti, karena berhasil atau tidaknya menemukan sang Pengutil Jiwa akan berdampak langsung pada masa depan mereka.

Sementara Wang Lin dikelilingi oleh tentakel-tentakel itu, ia memasuki sebuah kondisi yang aneh. Di sekelilingnya terdapat kegelapan yang dipenuhi oleh bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya.

Ia tidak bisa merasakan tubuhnya, tetapi rasanya tidak sama seperti ketika jiwanya meninggalkan raga. Ia bisa dengan jelas merasakan dirinya bergerak maju dengan cepat.

Bintang-bintang yang bersinar itu menjadi semakin besar, hingga berubah menjadi bulatan-bulatan raksasa. Tak lama kemudian, ia melihat sesosok raksasa. Raksasa itu duduk bersila di atas sebuah bulatan besar dengan tangan saling mengatup, membentuk sebuah segel. Ia menggerakkan tangan kanannya dan salah satu bulatan di kejauhan meledak, melepaskan gelombang kejut yang mengerikan.

Sang raksasa sama sekali tidak peduli. Aliran cairan keemasan mengalir dari bulatan yang meledak itu menuju tangan kanan sang raksasa. Tak lama kemudian, raksasa itu mengusap dadanya dan cahaya warna-warni terpancar keluar. Setelah cahaya itu menghilang, sesosok bayi berukuran normal muncul di tangan sang raksasa.

Ia menatap bayi itu dengan tatapan dingin. Tangan kanannya mencubit cairan keemasan dan meneteskannya ke tubuh sang bayi, lalu ia bangkit berdiri dan melemparkan bayi tersebut ke arah sebuah bulatan.

Tiba-tiba, cairan keemasan itu mengelilingi sang bayi. Cairan itu bergerak seperti meteor emas dan dengan cepat menghantam bulatan tersebut. Kecepatannya sangat luar biasa dan dampaknya sangat besar. Barulah setelah mendekati pusat bulatan itu, kecepatannya melambat.

Tak lama kemudian, sang raksasa bahkan tidak melirik bayi itu lagi dan menghilang.

Sebuah pemikiran melintas di benak Wang Lin saat ia menyaksikan adegan di hadapannya. Secercah keterkejutan melintas di matanya. Orang ini pastilah seorang Dewa Kuno! Wang Lin kini akhirnya mengerti kekuatan seorang Dewa Kuno. Bulatan-bulatan ini jelas adalah apa yang pernah disebutkan oleh Si Tu Nan sebelumnya. Dunia tempat tinggal mereka adalah sebuah objek berbentuk bola yang disebut planet.

Jika dilihat sekarang, setiap bintang di sini sebenarnya adalah sebuah planet. Mereka tampak sangat kecil karena jaraknya yang sangat jauh, tetapi pada kenyataannya ukurannya sangat besar hingga tak terbandingkan.

Hanya dengan lambaian tangannya, Dewa Kuno itu bisa menghancurkan sebuah planet. Kekuatan macam apa ini? Teknik sihir macam apa pula itu?

Sebuah pikiran melintas di benak Wang Lin. Ia mengerti mengapa para Dewa Kuno hampir semuanya telah musnah. Berapa banyak Ling Qi yang dibutuhkan oleh tubuh sebesar itu? Jika mereka terus tumbuh semakin kuat, berapa banyak planet yang akan hancur?

Wang Lin terdiam sejenak. Ia menatap planet tempat bayi itu berada. Dengan pikiran itu, ia tiba-tiba merasa seolah-olah dirinya berada di atas planet tersebut.

Ada banyak kultivator di planet ini. Selain segelintir kultivator papan atas yang menyadari gangguan akibat kedatangan sang bayi, tidak ada orang lain yang menyadarinya. Bahkan bagi para kultivator papan atas itu, mereka tetap tidak bisa menemukan apa pun.

Dari pakaian yang mereka kenakan, jelas terlihat bahwa mereka sangat berbeda dari dunia asal Wang Lin.

Wang Lin dengan cepat merangsek ke dalam tanah dan tiba di tempat sang bayi berada. Bayi itu terbungkus dalam cairan keemasan dan tertidur dengan pulen di inti planet.

Setelah waktu yang tidak diketahui lamanya, semakin banyak kultivator yang muncul di permukaan. Suasana menjadi sangat sibuk.

Namun tiba-tiba, pada suatu hari, setelah tertidur selama bertahun-tahun lamanya, bayi itu membuka matanya. Cairan keemasan di sekitarnya dengan cepat menyusut. Cairan keemasan itu diserap oleh sang bayi seiring ia mulai tumbuh dewasa.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah sebuah bencana. Wang Lin menyaksikan bayi itu tumbuh menjadi seorang anak. Dengan satu gerakan dari anak itu, seluruh tumbuhan di planet ini mati dan berubah menjadi cairan hijau yang mengalir ke inti planet untuk diserap oleh sang anak.

Proses itu berlangsung dalam waktu yang sangat lama...

Bagaimanapun cara para kultivator mencarinya, mereka tetap tidak bisa menemukan apa pun. Rasanya seolah-olah pandangan mereka sedang diselimuti oleh sesuatu. Mereka sama sekali tidak dapat memecahkan kemana raibnya seluruh sari tumbuhan tersebut.

Tak lama kemudian, giliran Ling Qi yang lenyap. Seluruh Ling Qi di planet ini dengan cepat menghilang dalam kurun waktu singkat, hingga tidak ada lagi Ling Qi yang tersisa di planet tersebut. Para kultivator di planet itu tidak punya pilihan selain bermigrasi.

Semua Ling Qi telah diserap oleh pemuda tersebut. Tubuhnya tumbuh jauh lebih besar.

Di kemudian hari, semakin banyak bencana alam yang muncul di permukaan. Pegunungan runtuh, dan bahkan beberapa kultivator yang tidak sempat bermigrasi mulai mati secara misterius. Penyebab kematiannya tidak diketahui. Sebagian besar waktu, orang tersebut akan tiba-tiba kehilangan seluruh kultivasi mereka bersamaan dengan nyawa mereka.

Bertahun-tahun kemudian, seluruh planet itu berubah menjadi planet mati. Kemudian, pemuda itu tiba-tiba bergerak dan seluruh planet tersebut meledak.

Di tengah planet yang hancur itu, sang pemuda melangkah keluar. Tingginya ribuan kaki dan tatapan matanya dingin, tanpa emosi sedikit pun.

Anak itu memejamkan matanya. Ia tampak sedang mencari sesuatu dengan kesadaran spiritualnya. Setelah sekian lama, ia bergumam pada dirinya sendiri, "Namaku adalah Tu Si!"

Tiba-tiba, ia membuka matanya dan menatap lurus ke arah kehampaan tempat Wang Lin berada, lalu berkata dengan dingin, "Aku adalah penerus Dewa Kuno. Kau seharusnya mewarisi sebagian ingatanku, tetaplah waspada!"

Wang Lin terpana sesaat. Seketika itu juga, ia membuka matanya. Ia tidak lagi berada di dalam kehampaan, melainkan di dalam sebuah filamen transparan.

"Pewarisan..." Sebuah pemikiran melintas di benaknya. Segala sesuatu yang ia lihat sebelumnya pasti berkaitan dengan kristal es tersebut.

Pada saat itu, ada tiga kata emas di dalam otaknya. Ia memindainya dengan kesadaran spiritualnya dan langsung mengenalinya.

"Taktik Dewa Kuno"

Wang Lin menutup matanya. Setelah sekian lama, ia membuka kembali matanya dan menampilkan senyuman aneh. Wang Lin mengerti bahwa apa yang telah diupayakan oleh Penyihir Iblis Langit dengan susah payah untuk didapatkan adalah warisan Dewa Kuno.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari sebagian ingatannya, Wang Lin tahu bahwa setiap kali seorang Dewa Kuno mati, sebuah warisan akan terbentuk, dan siapa pun yang memperoleh warisan tersebut akan menjadi seorang Dewa Kuno.

Warisan Dewa Kuno dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian adalah kekuatan dan bagian lainnya adalah pengetahuan.

Hanya ketika seseorang memiliki kedua bagian tersebut, mereka dapat langsung menjadi seorang Dewa Kuno dan memperoleh segala hal yang dimiliki oleh seorang Dewa Kuno. Tetapi tidak semua tubuh Dewa Kuno akan menciptakan warisan. Hanya setelah Dewa Kuno tersebut mencapai tingkat tertentu dan tubuhnya tetap utuh selama 100.000 tahun, ada peluang bagi sebuah warisan untuk terbentuk.

Secara keseluruhan, peluangnya tidaklah besar. Bahkan, bisa dikatakan peluangnya sangat kecil. Hingga hari ini, jumlah Dewa Kuno yang mampu menghasilkan warisan sangatlah sedikit.

Ada alasan yang sangat penting untuk hal ini. Selain dari semua persyaratan lain untuk membentuk sebuah warisan, Dewa Kuno tersebut harus dengan sukarela menyerahkan nyawanya. Umur seorang Dewa Kuno sangatlah panjang. Jika mereka mati secara tidak sengaja, maka tidak ada peluang untuk menciptakan sebuah warisan.

Hanya mereka yang berada di puncak kejayaan dan menggunakan nyawa mereka sebagai tebusan yang dapat menghasilkan warisan.

Mengenai keluarga Dewa Kuno, mereka sangatlah kejam dalam hal membesarkan anak-anak mereka. Mereka seringkali hanya melemparkan mereka begitu saja ke sebuah planet. Begitu menempel pada sebuah planet, mereka akan bertindak seperti parasit dan menyerap planet tersebut untuk mendapatkan nutrisi. Ketika bayi itu mencapai tahap kedewasaan tertentu, planet itu pun mati.

Tentu saja, ada kemungkinan kegagalan dengan metode ini juga, namun para Dewa Kuno adalah ras yang tanpa belas kasihan. Mereka tidak peduli dengan hidup atau mati anak-anak mereka. Ini juga menjadi alasan lain mengapa para Dewa Kuno sangatlah langka.

Wang Lin menarik napas dalam-dalam. Sebuah pikiran melintas di benaknya. Berdasarkan ingatannya, ia tahu bahwa tidak ada harta magis atau sisa-sisa obat abadi di sana. Hal itu hanya dibuat-buat oleh orang-orang dengan motif tersembunyi.

Ia juga menggunakan ingatan yang baru saja diperolehnya, serta hubungannya dengan tubuh Dewa Kuno, dan menemukan bahwa warisan tersebut telah didapatkan oleh seseorang sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Hal paling penting bagi Wang Lin adalah menemukan cara untuk meninggalkan tubuh Dewa Kuno tersebut. Ingatan itu memang memuat Jawabannya, tetapi jawaban tersebut justru membuat Wang Lin merasa tak berdaya.

Bagi orang biasa, meninggalkan tempat ini sangatlah sulit, tetapi bagi seorang pewaris, itu adalah hal yang sangat mudah. Yang harus mereka lakukan hanyalah berada di dalam tubuh Dewa Kuno dan berniat untuk pergi.

Jika Wang Lin memasuki Lautan Pengetahuan dengan cara normal dan memperoleh ingatan warisan tersebut, maka semuanya akan baik-baik saja. Namun, ia memperoleh sebagian ingatannya melalui metode alternatif. Akibatnya, ia harus pergi ke Lautan Pengetahuan.

Kendati demikian, sebelumnya Wang Lin tidak tahu betapa sulitnya memasuki Lautan Pengetahuan. Tetapi sekarang setelah ia menerima sebagian ingatan warisan tersebut, bisa dikatakan bahwa di dalam Tanah Dewa Kuno, tidak ada seorang pun yang dapat menyaingi pengetahuannya tentang Lautan Pengetahuan.

Untuk memasuki Lautan Pengetahuan, seseorang harus telah memperoleh warisan kekuatan Dewa Kuno, lalu menggunakannya untuk memanfaatkan sisa Ling Qi di dalam tubuh Dewa Kuno guna membuka Lautan Pengetahuan.

Namun, ada sedikit perubahan dalam semua ini, yaitu pada bagian ingatan yang diperoleh Wang Lin. Terdapat sedikit penyebutan mengenai alasan mengapa Dewa Kuno Tu Si merelakan nyawanya untuk menciptakan sebuah warisan.

Ras Dewa Kuno telah mewariskan sebuah teknik sihir misterius sejak lama sekali. Namanya adalah Teknik Dewata Transformasi Tinta Mengalir.

Begitu teknik itu berhasil dikuasai, sang Dewa Kuno akan membagi kesadaran ilahinya menjadi sepuluh bagian. Kemudian sepuluh bagian menjadi puluhan ribu dan puluhan ribu menjadi jutaan. Masing-masing kesadaran ilahi tersebut akan memiliki kultivasi yang tidak kalah hebat dari tubuh aslinya. Pencipta teknik ini tidak diketahui. Hanya saja, selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, tidak ada seorang pun yang berhasil mengkultivasikan teknik ini.

Tu Si dapat dianggap sebagai seorang jenius dalam kultivasi. Setelah gagal membuahkan hasil apa pun saat mengkultivasikan teknik dewa ini, ia mencetuskan sebuah gagasan gila. Yaitu melakukan kultivasi terbalik. Ia merelakan umurnya yang panjang, dan pada saat kematiannya, tepat ketika jiwanya mulai buyar, ia secara paksa menggunakan teknik dewa tersebut untuk mencegah potongan-potongan jiwanya lenyap. Tujuannya adalah untuk terus berkultivasi sampai ia mencapai hasil yang serupa dengan Teknik Dewata Transformasi Tinta Mengalir.

Sayangnya, jika Tu Si memiliki lebih banyak waktu, ia mungkin benar-benar akan berhasil. Namun, ada satu perubahan, yaitu seorang pria berambut merah yang menerobos masuk ke dalam tubuh Dewa Kuno.

Kultivasi orang itu sangat luar biasa. Ia secara paksa merebut warisan kekuatan dan mengobarkan perang dengan sisa jiwa Dewa Kuno Tu Si. Pada akhirnya, karena Tu Si sudah mati, sisa jiwanya pun hancur.

Lautan Pengetahuan terbelah menjadi dua. Satu bagian menjadi Lautan Darah untuk memerangkap pria berambut merah tersebut, menyebabkannya tidak bisa pergi. Bagian lainnya menjadi Lautan Jiwa Mati untuk mencegah siapapun masuk. Di sanalah warisan pengetahuan yang lengkap disembunyikan.

Sebuah pikiran melintas di benak Wang Lin. Ia memindai ingatan warisan itu dengan cermat. Semakin banyak informasi yang ia miliki, semakin baik ia memahami situasi tersebut.

Membandingkan semua informasi itu, Wang Lin merasa bahwa pencapaian terbesarnya setelah memasuki Tanah Dewa Kuno adalah tiga kata "Taktik Dewa Kuno" di dalam otaknya. Selain menyimpan sebagian ingatan Dewa Kuno Tu Si, teknik itu juga mengandung Hukum Kekuatan Suci yang tidak lengkap. Taktik Dewa Kuno ini adalah sesuatu yang telah berada di dalam kepala Dewa Kuno sejak masa kecil, dan merupakan teknik yang mereka latih seumur hidup untuk mengendalikan Kekuatan Suci.

Esensi dari Kekuatan Suci ini bermuara pada satu kata: menjarah!

Menjarah segalanya!

Ingatan yang diperoleh Wang Lin hanya berisi mantra untuk dua tingkat pertama. Namun, setelah ia mempelajarinya, ia tidak dapat menahan rasa terkejut di dalam hatinya. Jantungnya berdegup kencang. Jika ia mengikuti teknik kultivasi ini, maka pembentukan Yuan Ying-nya tidak lagi sekadar angan-angan.

Setelah merenung sejenak, Wang Lin memikirkan sesuatu. Ia mengulurkan tangannya ke arah membran yang mengelilinginya. Tubuhnya sendiri memancarkan cahaya warna-warni. Ia menggumamkan beberapa mantra yang sangat rumit, lalu seluruh tubuhnya menghilang dan muncul kembali di tempat ia menghilang sebelumnya.

Saat tubuhnya muncul, ia langsung melihat Gelombang Qi di kejauhan. Gelombang Qi yang tak bertepi dan tak berujung menderu ke arahnya. Tubuh Wang Lin tidak bergerak sama sekali. Ia memejamkan mata dan melakukan beberapa teknik dengan tangannya. Ketika Gelombang Qi tiba, ia mendorong tangannya ke depan. Tubuhnya menyatu ke dalam Gelombang Qi dan terbawa olehnya ke kejauhan.

Jika itu adalah masa lalu, Wang Lin tidak akan mampu melakukan hal ini, tetapi sekarang setelah ia mewarisi sebagian ingatan Dewa Kuno, bisa dikatakan bahwa ia jauh lebih akrab dengan bagian dalam tubuh Dewa Kuno daripada siapa pun.

Bahkan bisa dikatakan jika ia berniat untuk bersembunyi, maka tidak ada seorang pun yang bisa menemukannya, selain pria berambut merah yang terperangkap di Lautan Darah dan mewarisi kekuatan Dewa Kuno. Dengan menggunakan kultivasinya yang luar biasa, orang itu mungkin akan mampu menemukannya.

Sebuah pikiran melintas di benaknya saat ia menaiki Gelombang Qi tersebut. Setelah Gelombang Qi tiba di titik tertentu, ia melesat keluar dari Gelombang Qi. Kemudian, dengan memanfaatkan dorongan dari Gelombang Qi itu, ia tiba di ujung langit. Ia mencengkeram ruang kosong dengan tangan kanannya dan merobek sebuah celah. Disertai kilatan cahaya, tubuhnya menerobos masuk ke dalam celah tersebut.

Ketika ia muncul kembali, ia sudah meninggalkan Lautan Qi. Ia terbang menuju Lautan Pengetahuan Zifu di Titik Leluhur. Wang Lin memutuskan untuk mengamati secara langsung Lautan Jiwa Mati dari luar. Jika pada akhirnya itu sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam ingatan tersebut, maka ia siap melaksanakan rencana yang sangat berani.

Setelah meninggalkan Lautan Qi, di hadapannya terdapat sebuah dunia yang berkilauan. Jika di masa lalu, Wang Lin akan mengira tempat ini tak berujung, tanpa awal maupun akhir, tetapi sekarang, ia telah mewarisi ingatan tersebut. Tempat ini tidak lagi misterius atau begitu besar hingga tak terbandingkan.

Selama penerbangannya, suasana hati Wang Lin sangat tenang. Seringkali, tangannya mencengkeram udara kosong, menciptakan sebuah celah. Setelah memasuki celah tersebut, ia akan muncul ribuan kaki dari tempatnya semula.

Ini adalah metode khusus untuk bergerak di dalam tubuh Dewa Kuno setelah mewarisi ingatan Dewa Kuno. Jika ia mewarisi seluruh ingatannya, maka yang harus ia lakukan hanyalah menghendakinya di dalam hati dan ia bisa tiba di titik mana pun di dalam tubuh Dewa Kuno.

Wang Lin baru saja keluar dari sebuah celah. Ekspresinya tiba-tiba berubah dan ia mendengus dingin. Tak lama kemudian, di hadapannya, ruang di sekitarnya terdistorsi. Disusul oleh kemunculan seorang kultivator iblis. Ia menatap Wang Lin dengan terkejut, lalu menjilat bibirnya dan tertawa. "Bocah cilik, orang tua ini akhirnya menemukanmu!"

Sambil berbicara, tangan kanannya mencengkeram ke arah Wang Lin. Ekspresi Wang Lin tetap tenang, dan tanpa sedikit pun kepanikan, ia mundur selangkah dan merapal sebuah mantra yang rumit.

Seketika itu juga, lingkungan sekitar tampak memanjang tanpa batas. Lebih tepatnya, jarak antara sang kultivator iblis dan Wang Lin langsung diregangkan. Dalam sekejap mata, jarak di antara keduanya berubah dari kilatan belasan kaki menjadi puluhan ribu kaki.

Tangan kanan kultivator iblis itu hanya mencengkeram udara kosong. Ia terpana. Wajahnya seketika menjadi gelap gulita saat ia menjerit geram. Ia mengibaskan tangan kanannya ke depan sementara seluruh tubuhnya tiba-tiba melesat maju sejauh puluhan ribu kaki ke arah Wang Lin.

Wang Lin menampilkan senyuman dingin. Ia melambaikan tangannya di depan tubuhnya dan menghilang ke dalam sebuah celah.

Kultivator iblis itu tertegun lagi. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, dan tanpa berkata apa-apa, mulai memindai area tersebut dengan kesadaran spiritualnya. Kesadaran spiritualnya dengan cepat terhubung dengan rekan-rekannya dan menyebarkan berita bahwa ia telah menemukan Wang Lin. Dalam beberapa tarikan napas singkat, dengan mereka semua yang saling meneruskan pesan tersebut, hampir seluruh kultivator iblis di Tanah Dewa Kuno menyerbu ke lokasi ini.

Sementara itu, selusin kultivator iblis yang sudah berada di sana menyebarkan kesadaran spiritual mereka untuk mencari Wang Lin. Mereka dengan cepat menemukan Wang Lin dan terbang ke arahnya dengan kecepatan luar biasa.

Mewarisi sebagian ingatan Dewa Kuno sama sekali tidak meningkatkan kultivasi Wang Lin, tetapi di dalam tubuh Dewa Kuno, ia bisa pergi ke mana pun ia suka. Tidak ada orang lain yang mengenal tempat ini lebih baik darinya.

Bahkan pria berambut merah yang mewarisi kekuatan Dewa Kuno pun tidak bisa menandinginya dalam hal ini. Belum lagi, jenis warisan yang mereka berdua terima sangatlah berbeda.

Ketika para kultivator iblis menemukan Wang Lin, mereka mulai menyerbunya dengan kecepatan penuh. Namun, bahkan dengan kesadaran spiritual yang mengunci keberadaan Wang Lin, mereka dikejutkan oleh penemuan mendadak bahwa mereka telah kehilangan seluruh jejaknya. Rasanya seolah-olah ia jauh lebih mengenal tempat itu daripada mereka.

Semakin banyak kultivator iblis yang tiba di lokasi antara Lautan Qi dan Titik Leluhur, gabungan kesadaran spiritual mereka menjadi sangat masif dan dapat dengan mudah menemukan Wang Lin, tetapi begitu kesadaran spiritual mereka mengunci Wang Lin, pemuda itu akan menghilang secara misterius. Setelah kejadian ini berulang beberapa kali, betapapun kerasnya mereka mencari, mereka tetap tidak dapat menemukan jejak Wang Lin sedikit pun.

Wang Lin mendengus dingin. Ia melambaikan tangan kanannya dan masuk ke dalam celah. Setelah keluar, ia tiba di Titik Leluhur yang berada di luar Lautan Pengetahuan Zifu.

Gunakan ← → untuk pindah chapter