Begitu kata-kata ini bergema, bumi bergemuruh dan sebuah tinju raksasa yang terbuat dari tanah muncul. Tinju itu melesat ke arah Wang Lin.
Ekspresi Wang Lin tetap sama, tetapi ada kilatan dingin di matanya. Saat tinju tanah itu mendekat, dia melayangkan pukulan.
Sebuah dentuman menggelegar bergema. Wang Lin tidak bergeming, tetapi tinju tanah itu bergetar sebelum akhirnya hancur berkeping-keping. Sebuah teriakan ketakutan terdengar dari dalam tanah.
Sesosok bayangan berwarna kuning tanah muncul dari dalam tanah. Tanpa ragu-ragu, dia melangkah dan melarikan diri ke dalam tanah.
Dari kejauhan, rumput-rumput di atas tanah bergoyang dan menyembunyikan orang tersebut di dalamnya.
Pada saat yang sama, orang ketiga yang tadi berjuang melawan api dengan cahaya hijau mengeluarkan jeritan mengerikan dan tiba-tiba berhenti.
Kobaran api melahapnya dalam sekejap. Api yang mengerikan itu membentuk badai api, dan tubuh sejati esensi Wang Lin berjalan keluar darinya.
"Mau lari?" Kilatan dingin melintas di mata Wang Lin. Dia melihat sosok yang mencoba melangkah pergi di dalam tanah, maju ke depan, dan mendarat di atas tanah.
"Aku tidak berniat membunuh kalian, tetapi kalian semua justru mencari mati!" Wang Lin mendengkus dingin dan mengangkat tangannya yang keriput. Dia tidak mengejar melainkan menelakkan telapak tangannya ke tanah.
Tindakan ini memicu aura yang meletup dari dalam tanah di bawahnya, dan rambutnya yang kering terangkat ke atas. Rumput-rumput mulai layu dengan cepat dan uap air diserap dengan deras oleh tangan Wang Lin yang kering kerontang.
Penyerapan ini terjadi sangat cepat, dan rumput hijau dalam jumlah besar di sekitar Wang Lin layu seketika. Sehelai demi sehelai uap air melesat ke arah kedua lengannya.
Rumput di hadapan Wang Lin layu dengan kecepatan yang luar biasa. Jika seseorang melihat dari atas, mereka akan menyaksikan pemandangan mengejutkan di mana rumput di depan Wang Lin layu dengan sangat cepat. Uap air masuk ke dalam tubuh Wang Lin, dan proses kelayuan itu tampak mengejar orang yang sedang melarikan diri.
Kultivator di dalam tanah merasakan jantungnya berdegup kencang dengan liar. Dia merasakan aura kematian yang kuat tengah mengejarnya. Jika aura itu menyentuhnya, dia pasti akan mati.
Saat dia melarikan diri, rumput di belakangnya layu semakin cepat. Beberapa gua di dekat sana hampir terkena dampaknya. Kultivator yang melarikan diri itu menggertakkan giginya dan bergegas menuju gua-gua tersebut.
"Sialan, bagaimana dia bisa sekuat ini?! Tapi dia hanya seorang diri. Kalau dia membuat semua orang marah, dia akan mati!"
Orang yang kabur menggunakan teknik pelarian tanah itu bergerak sangat cepat dan melesat ke arah gua-gua itu. Rumput di belakangnya layu dengan cepat dan nyaris menyusulnya. Saat dia mendekati gua-gua tersebut, kilatan dingin melintas di matanya ketika sebuah aura yang kuat tiba-tiba meletus dari salah satu gua. Menyusul hal itu, seorang lelaki tua berambut putih berjalan keluar dari salah satu gua tersebut.
Begitu dia muncul, aura seorang kultivator tahap awal Void Tribulant menyebar. Lelaki tua itu tidak ragu-ragu untuk menerjang ke arah orang yang sedang melarikan diri dan melambaikan tangannya.
Gemuruh menggelegar bergema dan gelombang kejut menyebar di atas tanah, mencapai kultivator yang sedang melarikan diri itu. Hal tersebut membuat sang kultivator tertegun sejenak, sebelum akhirnya terpental dengan cepat.
"Enyah!"
Kultivator yang melarikan diri itu batuk darah dan terlempar keluar dari dalam tanah. Begitu dia terdorong keluar, padang rumput yang layu itu tampak seperti mulut raksasa yang menyentuh tubuhnya.
Pada detik ini, kultivator tersebut menjerit ngeri dan tubuhnya layu dengan cepat. Dia kehilangan seluruh cairan dan darahnya, dan saat tubuhnya mati, jiwa asal miliknya terbang keluar. Namun, gas hitam mengepung jiwa asalnya dan saat dia mencoba kabur, Boneka Yi Si berhasil menyusulnya. Jiwa asalnya diselimuti oleh kabut hitam saat jeritan mengerikan bergema dan perlahan-lahan menghilang.
"R rekan Sedharma, orang tua ini bernama Zuo Zou. Orang yang memancing kemarahanmu sudah mati, jadi mohon lenyapkan mantra dao ini. Tempat ini adalah titik terendah di seluruh Benua Banteng Surgawi dan tidak boleh hancur. Tolong jangan musnahkan fondasi dari semua kultivator rogue di Padang Langit Ekstrim!" Lelaki tua berambut putih itu muncul di angkasa. Dia menatap Wang Lin di kejauhan dan menangkupkan kedua tangannya.
Setelah dia mengucapkan kata-kata itu, rumput di atas tanah berhenti layu dan uap air berhenti mengalir ke tubuh Wang Lin. Kendati demikian, jumlah air sebanyak ini, beserta esensi dari kultivator tadi, masih belum cukup bagi Wang Lin untuk merampungkan siklus kesembilannya.
Pada saat ini, dia mengangkat tangannya dari tanah dan menatap lelaki tua di kejauhan. Kemudian dia memandangi padang rumput itu dan merenung sejenak.
"Sebagian besar kultivator rogue di sini berada di bawah tanah... Aneh! Bagian bawah benua ini... Atau dengan kata lain, tempat ini adalah lokasi yang paling dekat dengan inti bumi..."
Setelah merenung sejenak, Wang Lin tidak berbicara melainkan melirik lelaki tua itu sebelum beranjak pergi.
Boneka Yi Si dipanggil kembali dan kembali ke sisi Wang Lin bersama raja nyamuk. Dia melambaikan lengan bajunya dan boneka itu pun disimpan.
Saat Wang Lin melangkah maju, riak-riak bergema dan dia menyatu dengan dunia. Dia menggunakan Pelengkungan Spasial untuk menghilang dan meninggalkan padang rumput tersebut.
Baru setelah Wang Lin pergi, lelaki tua itu bisa bernapas lega. Bayangan-bayangan muncul dari dalam tanah dan lebih dari selusin orang menatap ke arah tempat Wang Lin pergi.
"Senior Zuo sangat tegas. Orang ini bukanlah seseorang yang bisa kita provokasi. Bonekanya sangat kuat dan binatang buasnya sangat aneh. Dia sendiri juga sangat sakti! Orang seperti itu pastilah berasal dari sekte besar!"
"Benar, orang itu bertindak sangat tegas dan bahkan membunuh keempat orang dari Black Mountain Dao. Dia memang ganas, dan dari penampilannya, dia jelas seorang kultivator jalur iblis!"
"Keempat orang Black Mountain Dao itu hanya bisa menyalahkan diri mereka sendiri. Mereka mengikutinya selama berhari-hari. Mereka sekarang sudah mati, jadi biarkan masalah ini usai. Rekan-rekan Sedharma, bubarlah!" ucap lelaki tua itu sebelum berbalik untuk pergi.
Adapun Wang Lin, setelah dia menggunakan Pelengkungan Spasial untuk kedua kalinya, dia muncul di sebuah jajaran pegunungan. Berdasarkan peta Yan Lu, jaraknya masih tiga bulan perjalanan dari laut pedalaman.
"Benua Banteng Surgawi ini terlalu luas..." Wang Lin memanggil binatang nyamuk dan duduk di punggungnya saat makhluk itu terbang ke arah timur. Binatang nyamuk itu melaju dengan sangat cepat. Tempat ini berada dekat dengan Benua Setan Hijau, jadi tidak banyak kultivator di sekitar sini; hanya kota-kota fana yang sesekali tampak.
Wang Lin tidak tahu banyak tentang Benua Setan Hijau, tetapi Kang Ren memiliki ketakutan yang luar biasa terhadap Benua Setan Hijau, seolah-olah siapa pun yang berasal dari sana adalah sosok yang mengerikan.
Sepuluh hari berlalu dalam sekejap, Wang Lin berpapasan dengan beberapa kultivator, tetapi mereka tidak saling berinteraksi dan hanya saling lewat begitu saja. Sekalipun indra ilahi mereka menyebar, setelah melihat penampilan Wang Lin, mereka ragu-ragu sejenak lalu pergi.
Selepas sepuluh hari, Wang Lin menggunakan pelengkungan spasial yang ketiga dan menghilang dari jajaran pegunungan tersebut.
Benua Timur sangatlah luas, dan lautan yang terletak di antara Benua Banteng Surgawi dan Benua Setan Hijau dinamakan Lautan Pil. Rumor mengatakan bahwa lautan ini tercipta dari sebuah pil yang jatuh dari langit.
Namun, rumor tersebut terlalu tidak masuk akal; mustahil dibayangkan pil jenis apa yang mampu menciptakan lautan seluas ini. Tidak ada yang mempercayainya, tetapi kisah ini diturunkan sebagai mitos dari generasi ke generasi.
Lautan Pil terbentang luas tanpa batas sementara ombaknya menderu-deru. Walaupun ini adalah lautan pedalaman, angin dan gelombangnya tetap saja ganas.
Karena tempat ini adalah wilayah yang menjadi milik Benua Banteng Surgawi sekaligus Benua Setan Hijau, para kultivator di sini tergolong cukup kacau. Awan gelap menutupi langit sementara guntur bergemuruh dan hujan turun menyatu dengan air laut.
Di bawah gawan awan, riak-riak muncul di tengah rintik hujan. Sosok Wang Lin berjalan keluar dari riak tersebut dan berdiri di atas permukaan laut.
Menatap lautan di bawahnya, mata Wang Lin yang tadinya kusam kini bersinar terang. Dia hanya terpaut setengah siklus lagi untuk merampungkan esensi airnya. Dia tidak butuh banyak, hanya sebutir zarah saja!
Kendati demikian, satu-satunya cara yang terpikirkan olehnya untuk mendapatkan esensi itu dalam waktu singkat adalah dengan mengendapkannya dari lautan yang tak bertepi. Apakah dia bisa berhasil mengendapkannya atau tidak, hal itu masih belum pasti.
Sambil merenung, tubuh Wang Lin perlahan-lahan tenggelam menuju dasar laut. Setelah waktu yang tidak diketahui lamanya, daratan muncul di bawahnya.
Terdapat banyak karang warna-warni dan rumput laut yang menutupi dasar laut, serta ikan dan udang yang tak terhitung jumlahnya berenang di dekat sana. Wang Lin duduk bersila di tengah-tengah rumput laut dan memejamkan matanya, meletakkan tangannya di atas lutut, lalu membentuk sebuah segel dengan kedua tangannya.
Begitu tangannya membentuk segel, air laut di sekitarnya bergetar. Riak-riak tak kasat mata menyebar ke segala arah.
Wang Lin bergumam, "Esensi air, berkumpullah!"
Usai dia berucap, lautan tak bertepi itu mulai bergelora dan gemuruh menggelegar bergema di seluruh penjuru dunia.
Tubuh Wang Lin tidak memancarkan aura apa pun pada saat ini, seolah-olah dia telah menyatu dengan Lautan Pil. Sangat tidak mungkin untuk membedakan mereka, seakan-akan dia adalah bagian dari lautan itu sendiri.
Seiring Lautan Pil yang bergetar dan mendidih, hal itu seharusnya menarik perhatian para kultivator rogue dari kedua benua. Namun, sebuah pertumpahan darah tengah berkecamuk di dalam lautan tersebut, sehingga sama sekali tidak ada yang memerhatikan lautan yang sedang bergolak itu!
Seluruh lautan dikelilingi oleh lapisan pembatas. Pembatas ini sangat misterius, bahkan Wang Lin pun tidak menyadarinya saat dia masuk tadi. Hanya ketika dia sedang menyerap Lautan Pil barulah dia samar-samar menyadarinya.
Lapisan pembatas ini memungkinkan seseorang untuk masuk tetapi tidak bisa keluar, sehingga menyegel Lautan Pil secara total!
Saat Wang Lin menyerap esensi air, banyak jeritan mengenaskan terdengar dari dalam laut. Banyak kultivator rogue dari Benua Banteng Surgawi yang sedang dibantai oleh para kultivator yang diselimuti oleh api hantu berwarna hijau.
Terdapat sangat banyak kultivator seperti ini di dalam Lautan Pil!
Chapter 1841 · 6m baca
Shocking Change!
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter