Renegade Immortal - Chapter 1676 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1676 · 7m baca

Skinny Li Qianmei

by Er Gen

Memasuki bulan kelima sejak wanita berbaju merah muda itu berada di sisi Wang Lin, ia membuka matanya dan mengembuskan napas keruh. Kilau terang kembali terpancar di kedua matanya.

Namun, tersirat kelelahan di sana. Wang Lin telah terluka oleh mantra Tearing the Heavens dari anak laki-laki Ye Mo. Bahkan ketika ia memikirkannya sekarang, ia merasa kekuatan mantra itu sangat mengerikan.

“Kau sudah sadar…” Wanita berbaju merah muda yang sangat cantik itu duduk di samping Wang Lin. Ia menatap Wang Lin dan tersenyum.

“Dia pergi?” Wang Lin berbalik dan mendapati Xi Zifeng sudah tidak ada. Hanya Mu Bingmei yang duduk tanpa bergerak di kejauhan.

“Kau menghabiskan waktu lebih dari satu tahun untuk memulihkan diri. Adik Kecil Xi Zi sudah pergi,” ucap wanita berbaju merah muda itu dengan lembut.

Tatapan matanya yang indah beralih ke Wang Lin, lalu sambil tersenyum ia berkata, “Sebelum pergi, dia memintaku menyampaikan pesan kepadamu. Dia pergi ke planet Qing Ling, tetapi dia tidak menemukan Xie Qing, murid yang kau bicarakan itu…”

Wang Lin merenung sejenak lalu mengangguk.

Pada saat itu, seiring mereka terdiam, seolah tidak ada lagi hal yang bisa dibicarakan. Saat Wang Lin merenungkan berbagai hal, wanita berbaju merah muda itu juga ikut terdiam. Sistem bintang itu sangat sunyi. Tanpa kehadiran para kultivator Alam Luar, sesekali orang bisa melihat bintang-bintang yang jauh memancarkan sinarnya.

Cahaya mereka yang redup tampak sangat indah di langit berbintang ini. Ditemani oleh bintang-bintang dan cahayanya, suatu perasaan yang tak terlukiskan muncul di antara pria dan wanita ini.

Setelah sekian lama, wanita berbaju merah muda itu menatap Wang Lin dengan ekspresi rumit dan berkata dengan lembut, “Sudah bertahun-tahun sejak kita berpisah… Kau… Apakah kau tahu siapa aku…”

Wang Lin tidak menatapnya. Ia memandang ke arah Alam Dalam dan berkata dengan tenang, “Red Butterfly.”

“Jadi kau sudah tahu.” Wanita berbaju merah muda itu memejamkan matanya.

“Zhou Wutai yang mengingatkanku. Dia menemukan sebuah formasi di Xue Yue yang menyimpan sehelai rambutmu. Sepertinya kau menghindari malapetaka itu dengan menggunakan formasi tersebut.” Formasi itu terbayang di mata Wang Lin.

Wanita berbaju merah muda ini adalah Red Butterfly!

Namun, wanita yang angkuh di masa lalu itu telah banyak berubah sejak saat itu. Keangkuhan tersebut kini tersembunyi jauh di dalam dirinya. Dari luar, seseorang tidak lagi bisa melihat sisi cemerlangnya yang bagaikan kupu-kupu seperti dulu.

“Apakah kau masih ingat apa yang terjadi di Alam Immortal Hujan saat itu… Waktu itu, kita saling bertarung…” Red Butterfly tersenyum saat mengenang masa lalu dan berbicara dengan Wang Lin seperti seorang teman.

“Sempat ada masa di mana aku membencimu, Wang Lin. Kau memotong salah satu lenganku di Alam Immortal Hujan…”

Wang Lin tersenyum kecut dan tanpa sadar menggosok hidungnya. Ia tidak berkata apa-apa.

“Aku tidak pernah menyangka kita akan bisa mengobrol seperti ini setelah 2.000 tahun…” Ketika Red Butterfly melihat Wang Lin menggosok hidungnya, ia menutup mulutnya sambil tersenyum. Matanya menyipit bak bulan sabit saat ia tersenyum, tampak sangat cantik.

“Saat itu, kau ingin membunuhku padahal aku sama sekali tidak memprovokasimu.” Wang Lin menggelengkan kepalanya dan turut tertawa.

“Meskipun Adik Kecil Xi Zi sudah pergi, dia meninggalkan arak di sini.” Red Butterfly menatap Wang Lin sambil meraih kendi arak dan menyerahkannya kepadanya.

Wang Lin menerima kendi arak itu dan meneguknya.

“Lalu, di planet Suzaku, saat pertempuran kita, kau mencuri Soul Lasher milikku…” Red Butterfly tertawa.

“Semuanya sudah berlalu sekarang, tapi kau masih mengingatnya.” Wang Lin tersenyum kecut dan tidak tahu harus berkata apa.

“Tentu saja aku ingat. Jika aku tidak terluka parah, aku tidak akan dikendalikan oleh Gan Feng… Omong-omong, terima kasih telah membebaskanku di Makam Suzaku.” Mengenang masa lalu, Red Butterfly menghela napas.

“Tidak ada kebencian mendalam di antara kita, dan semuanya kini sudah berlalu. Kau memintaku pergi ke Xue Yue untuk mencari mawar biru, dan aku menemukannya.” Red Butterfly adalah wanita yang meninggalkan kesan paling mendalam baginya selain Li Muwan dan Liu Mei.

Sosoknya yang bagaikan kupu-kupu merah, wanita yang angkuh ini adalah sosok yang sulit untuk dilupakan.

Ia berhasil mencapai tahap Soul Formation hanya dalam waktu 100 tahun, ia adalah wanita yang dianugerahi berkah!

“Saat itu, aku sama sekali tidak menyangka kau akan mencapai titik ini hari ini… Semuanya terasa seperti mimpi, aku memiliki perasaan yang begitu tidak nyata.” Red Butterfly menggelengkan kepalanya.

Waktu berlalu perlahan. Dalam sekejap mata, tiga hari pun berlalu. Wang Lin tidak menyembuhkan luka melainkan bernostalgia bersama Red Butterfly. Mereka perlahan mengenang bagaimana rasanya menjadi seorang kultivator yang lemah.

Perasaan ini terasa sangat hangat, sangat nyaman.

“Kemudian, dalam pertempuran antara Allheaven dan Aliansi, aku melihatmu… Tapi kau sudah tidak mengingatku lagi.” Red Butterfly menatap Wang Lin. Ia telah melihatnya di planet Suzaku dan menyaksikan cahayanya menjadi semakin terang. Cahaya itu perlahan menyebar hingga menyelimuti seluruh Alam Dalam dan Alam Luar.

Red Butterfly juga merasakan kekaguman terhadap Wang Lin. Tidak ada seorang pun pria yang disukai Red Butterfly sepanjang hidupnya. Jika ada, itu adalah Wang Lin. Namun, mereka tidak memiliki perasaan cinta satu sama lain, melainkan sebuah ikatan yang tak terjelaskan. Ia tidak yakin apa ikatan itu.

Mungkin bagaikan arak, seiring berjalannya waktu, sebuah perasaan akrab pun tumbuh.

Percakapan mereka perlahan mereda setelah beberapa hari. Wang Lin mulai berkultivator untuk menyembuhkan lukanya, sementara Red Butterfly hanya duduk dalam diam, menatap bintang-bintang. Terdapat kebingungan, kerumitan, dan kepedihan di dalam matanya.

Satu bulan, dua bulan… Tanpa terasa, bulan kesembilan pada tahun kedua pun berlalu.

Hari ini, cahaya biru lembut muncul di luar formasi dan perlahan memenuhi sistem bintang tersebut. Cahaya biru ini menggantikan semua cahaya lainnya, dan seluruh sistem bintang dipenuhi oleh bias warna biru.

Cahaya biru ini bagaikan lautan yang mewarnai formasi roda tersebut, memancarkan keindahan yang teramat sendu.

Warna biru sering kali menghadirkan rasa duka, seperti kemurungan.

Wang Lin membuka matanya, menatap cahaya biru di luar formasi, lalu merenung dalam diam. Ia melihat dua sosok berjalan keluar dari dalam cahaya biru itu.

Mereka adalah seorang pria dan wanita, seorang ayah dan anak perempuan. Mereka adalah Dao Master Blue Dream dan Li Qianmei.

Setelah merenung selama satu tahun sembilan bulan, Dao Master Blue Dream akhirnya memutuskan untuk datang. Ia dan putrinya berhenti di luar formasi. Pandangan Wang Lin menyapu Dao Master Blue Dream dan mendarat pada Li Qianmei.

Li Qianmei tampak jauh lebih kurus.

Ekspresinya tampak redup dan ia tidak lagi memiliki pembawaan seperti sebelumnya. Ketika Wang Lin menoleh, wanita itu menatapnya dengan ekspresi getir.

Di dunia ini, selain Li Muwan, Wang Lin mampu mengingat Liu Mei karena Wang Ping, dan Red Butterfly karena karma di antara mereka. Li Qianmei adalah sebuah perkenalan yang indah dan tak terlupakan.

Mereka saling mengenal karena tiga pertanyaan dan pengejaran abadi yang terus mempertemukan mereka. Apa yang dikatakan Li Qianmei saat itu akan selamanya bersemayam di lubuk hati Wang Lin.

“Jika suatu hari nanti aku tiada, apakah kau akan tetap ingat bahwa pernah ada seorang wanita bernama Li Qianmei di dalam hidupmu…”

Wang Lin tidak bisa memaksa dirinya untuk melupakan Li Qianmei. Wanita itu telah mengoleskan darah pada patungnya selama 10 tahun hingga kecantikannya memudar. Ia bahkan pergi mencari obat untuknya. Kemudian, di celah Lautan Awan, ketika ia hampir mati dan hendak memejamkan mata, tidak ada penyesalan di dalam tatapannya.

Demi dirinya, Wang Lin telah pergi ke Alam Luar untuk mencari Dao Master Blue Dream agar wanita itu bisa terus hidup… Kemudian, saat Li Qianmei sadar, Wang Lin mendaki Gunung Biru sambil menahan tekanan yang tiada habisnya. Ia hanya ingin melihat sekilas apakah wanita itu telah sadar.

Namun, kalimat “Siapa kau?” itu bagaikan bilah pisau yang memotong segalanya!

Kalimat itu membuat Wang Lin menyadari banyak hal, dan ia pun berhenti melawan. Ia membiarkan kekuatan penolakan dari Gunung Biru mendorongnya semakin jauh dan jauh.

Wang Lin menatap Li Qianmei, dan setelah sekian lama, ia berkata, “Kau kurusan…”

Tubuh Li Qianmei bergetar dan air mata mengalir dari sudut matanya. Ia telah lama memulihkan ingatannya dan mengingat apa yang telah terjadi. Begitu mendengar ucapan Wang Lin barusan, ia tidak sanggup menahannya lagi dan mulai menangis tersedu-sedu.

Red Butterfly menyaksikan semua itu dan tertegun sejenak. Ia memandang keduanya lalu merenung dalam diam.

Dao Master Blue Dream menghela napas dan membawa putrinya mendekati formasi. Dalam sekejap mata, mereka sudah berada dalam jarak kurang dari 100 kaki dari formasi. Formasi roda itu berdengung, menunjukkan tanda-tanda aktif.

Pandangan Wang Lin beralih dari Li Qianmei dan menatap Dao Master Blue Dream. Matanya bersinar terang, tetapi cahaya itu segera memudar.

Wang Lin melambaikan tangannya dan formasi roda itu berhenti. Sebuah lubang berbentuk lonjong terbuka di hadapan Dao Master Blue Dream, mengarah langsung kepada Wang Lin.

Dao Master Blue Dream tidak ragu-ragu dan membawa Li Qianmei masuk. Ia muncul di hadapan Wang Lin dan duduk. Ia menatap Tungku Kaisar di belakang Wang Lin dan tatapannya melembut.

“Aku tahu kau suka arak. Ini adalah arak sutra biru yang kubuat. Apakah kau ingin mencicipinya?” Dao Master Blue Dream melambaikan tangan kanannya. Sebuah kendi arak berwarna biru air melayang ke arah Wang Lin.

Wang Lin memandang Dao Master Blue Dream. Ia tersenyum sambil menerima arak itu dan meletakkannya di samping.

Dao Master Blue Dream mengambil kendi arak dan meneguknya. Ia perlahan berkata, “Sepanjang hidupku, aku jarang salah menilai seseorang. Namun, dalam urusannya denganmu, aku akui aku selalu meremehkanmu setiap kali… Di dalam formasi ilusi, aku terpaksa harus bertindak. Sebagian kulakukan untuk diriku sendiri, dan sebagian lagi untuk putriku… Saat itu, aku selalu percaya bahwa meskipun kau luar biasa, jika kau tidak memutus hubunganmu dengan Alam Dalam, kau tidak akan layak menjadi menantuku…

“Aku tidak menyangka kau akan mencapai tingkat kultivasi seperti sekarang… Berikan selir kelima itu dan jadilah menantuku… Mulai sekarang, aku akan membawa Klan Sutra Biru dan bergabung dengan Alam Dalam!

“Aku akan menggunakan tulang-tulang tua ini untuk membersihkan jalan di depan bagimu!” Dao Master Blue Dream meneguk araknya dalam-dalam dan menyuarakan keputusan yang telah ia buat setelah merenung selama sembilan bulan.

Tubuh Li Qianmei bergetar dan ia menoleh untuk menatap ayahnya. Sepanjang perjalanan ke sini, ayahnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia mengerti bahwa ayahnya adalah salah satu dari Lima Penguasa Sistem Bintang Kuno. Dengan identitas dan kultivasi seperti itu, ayahnya tidak mengucapkan kata-kata tersebut semata-mata demi dirinya...

Dao Master Blue Dream berkata dengan tenang, “Biarlah masa lalu berlalu… Wang Lin, aku akan menunggu jawabanmu di sini.”

Gunakan ← → untuk pindah chapter