Tubuh Dao Feishan bergetar. Tatapan itu telah membuat pikirannya terguncang. Ia pernah mendengar tentang Wang Lin tetapi tidak pernah menganggap Wang Lin sebagai ancaman. Setelah mendengar bahwa Sovereign dan yang lainnya telah menjebak dan membunuh Wang Lin, ia pikir mereka terlalu dibesar-besarkan dalam menilai Wang Lin.
Namun, baru pada saat inilah ia menyadari betapa mengerikannya Wang Lin. Hanya butuh satu panah untuk membunuh Sovereign, sesuatu yang masih tidak bisa ia percaya. Ketakutan di dalam hatinya mencapai puncaknya.
Kini, saat ditatap oleh Wang Lin, jantungnya berdegup kencang. Tatapan Wang Lin bagai pedang yang menyapu angkasa dan mendarat tepat pada Dao Feishan. Tanpa sadar Dao Feishan mundur beberapa langkah dan wajahnya memucat.
Ia nyaris kehilangan akal sehatnya. Kata-kata Wang Lin bagai dentang kematian, membuat pikirannya kosong melompong. Tingkat kultivasinya baru mencapai tahap Nirvana Void, dan saat berhadapan dengan Wang Lin, ia merasa seolah sedang mendongak menatap sebuah gunung raksasa.
Pada saat ini, penyesalan menghanyutkannya bagaikan lautan badai. Seharusnya ia tidak memprovokasi Mu Bingmei. Seharusnya ia tidak memikirkan wanita Penguasa Alam Segel tersebut.
Inilah akar kehancurannya! Namun, pada akhirnya, ia tetaplah seorang kultivator tingkat ketiga. Meskipun ia gemetar dan merasakan ketakutan yang luar biasa, masih ada sedikit kejernihan di dalam benaknya. Ia tahu bahwa peluang hidupnya hampir tidak ada. Jika masih ada secercah harapan, itu adalah Mu Bingmei!
Saat Wang Lin berbicara, Dao Feishan tidak ragu-ragu menerjang ke arah Mu Bingmei setelah tanpa sadar mundur beberapa langkah. Matanya dipenuhi dengan kegilaan.
Kegilaan untuk bertahan hidup!
Ia hendak menangkap Mu Bingmei dan menjadikannya sandera demi kelangsungan hidupnya. Inilah harapan terakhir dan satu-satunya!
Jarak seratus kaki bukanlah apa-apa bagi seorang kultivator tingkat ketiga, tetapi itu tergantung siapa yang mengawasi. Di mata Wang Lin, Dao Feishan sama sekali tidak layak!
Ia berhasil mendekat dalam jarak sepuluh kaki dari Mu Bingmei, tetapi wanita itu sama sekali tidak menghindar. Ia menatap dingin ke arah Dao Feishan, sepasang mata indahnya memancarkan rasa jijik.
Ekspresi Wang Lin tetap tenang saat ia melangkah maju. Kecepatannya jauh melampaui imajinasi Dao Feishan. Bayangannya bahkan belum bergeser ketika ia sudah muncul di hadapan Mu Bingmei dan mengulurkan tangannya.
Seolah-olah Dao Feishan sengaja menyerahkan diri dan Wang Lin langsung mencengkeram pergelangan tangannya.
"Kau mencari mati!" ucap Wang Lin dingin. Ia melangkah maju sambil mencengkeram tubuh Dao Feishan. Dao Feishan sama sekali tidak bisa mengendalikan tubuhnya saat Wang Lin menyeretnya ke udara, lalu membantingnya dengan keras ke tanah di bawah!
Suara gemuruh menggelegar bergema disusul jeritan menyayat hati. Baru pada saat itulah para kultivator di sekitarnya bisa bereaksi.
Setelah tubuh Dao Feishan menghantam tanah, ia dilempar kembali ke udara oleh Wang Lin. Mata Wang Lin menyipit tajam. Seperti yang baru saja ia katakan, Mu Bingmei bukanlah kekasihnya, tetapi wanita itu adalah ibu dari Wang Ping. Dao Feishan ini berani memiliki niat busuk terhadapnya, dan itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah dimaafkan oleh Wang Lin!
Ia melangkah maju dan seketika mendekati Dao Feishan. Tangan kanannya menunjuk ke dada Dao Feishan, dan gelombang kekuatan mendesak masuk ke dalam tubuh pria itu. Kekuatan tersebut langsung menghantam tangan kanan Dao Feishan, yang seketika meledak menjadi serpihan daging dan darah.
Tanpa jeda, Wang Lin kembali menunjuk. Suara gemuruh meledak dan lengan kiri Dao Feishan hancur lebur.
Dao Feishan menjerit kesakitan setelah kehilangan kedua tangannya. Ia tak berdaya di hadapan Wang Lin, sementara para kultivator Alam Luar lainnya masih terkejut oleh panah tadi, sehingga tak seorang pun berani maju untuk menyelamatkannya.
Bahkan jika mereka ingin maju, mereka tidak punya waktu untuk bernapas!
Tangan kanan Wang Lin menunjuk beberapa kali berturut-turut. Kaki Dao Feishan hancur berkeping-keping. Pukulan terakhir adalah telapak tangan maut. Setelah menghancurkan keempat anggota tubuh Dao Feishan, tanpa belas kasihan ia menghantamkan telapak tangannya ke dahi pria itu.
Suara letupan terdengar beruntun di dalam tubuh Dao Feishan. Ia memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak dan tatapan matanya meredup. Bahkan jeritannya pun melemah.
Kemudian tubuhnya bergetar hebat sebelum akhirnya meledak. Darah berhancuran ke segala arah, namun tak setetes pun mengenai Wang Lin. Wang Lin mengibaskan lengan bajunya dan seluruh cipratan darah itu tersingkir menjauh.
Setelah tubuh fisiknya hancur, jiwa asal Dao Feishan mengalami luka parah namun belum mati. Ia melesat keluar dari sisa tubuhnya yang hancur dan masih dalam kebingungan ketika Wang Lin mencengkeram lehernya.
Wang Lin meremasnya tanpa ampun, dan dengan sebuah dentuman keras, seorang kultivator tahap Nirvana Void tingkat ketiga tewas seketika!
Pemandangan berdarah ini membuat para kultivator Alam Luar terkesiap dan mundur ngeri. Pria berbadan kekar di hadapan Qing Shui merasakan kulit kepalanya merinding. Ia mundur tanpa ragu-ragu.
Namun, tepat saat ia mulai mundur, Wang Lin tiba-tiba berbalik. Mata merahnya mengunci sosok pria bertubuh kekar itu. Pria tersebut gemetar, dan setelah tertegun sedetik, ia kabur dengan kecepatan yang lebih gila lagi.
"Kau melukai kakak seperguruan ku, bagaimana bisa kubiarkan kau kabur?" Wang Lin bergerak dalam sekejap dan muncul di belakang pria berbadan kekar itu. Ia mengibaskan tangan kanannya.
Pria itu mengeluarkan raungan kalap dan buru-buru berbalik. Kedua tangannya membentuk segel dan telapak tangannya menghantam ke arah Wang Lin.
Ledakan gemuruh bergemuruh dan pria kekar itu memuntahkan darah. Suara retakan terdengar dari kedua lengannya yang remuk. Ia menjerit saat tubuhnya terdorong mundur sejauh lebih dari seribu kaki.
Mata Wang Lin dipenuhi niat membunuh saat ia menyusul pria kekar tersebut. Tangan kanannya mengepal dan bergerak ke arah dada pria itu. Mata pria kekar tersebut dipenuhi keputusasaan yang gila. Ia meraung sambil menggigit ujung lidahnya dan memuntahkan panah darah. Panah itu berubah menjadi embusan angin berdarah yang menjelma badai ganas menerjang Wang Lin.
Di dalam badai itu, terdapat bola-bola petir merah yang tak terhitung jumlahnya. Hal ini membuat panah darah tersebut tampak seolah mampu memusnahkan dunia.
"Setelah mencapai tingkat ketiga dengan esensi angin, kau juga memperoleh esensi petir yang tidak lengkap. Itu memang langka!" Tatapan Wang Lin menyapu sekilas, namun tangannya sama sekali tidak berhenti. Telapak tangannya mendarat di badai tersebut, lalu jari-jarinya mengepal menjadi tinju dan ia menariknya kembali.
Seketika itu juga, badai darah tersebut runtuh, dan seiring keruntuhannya, petir di dalamnya bergetar hebat. Wang Lin adalah penguasa petir di dunia ini, dan esensi petirnya telah mencapai kesempurnaan. Segala jenis petir harus tunduk kepadanya, apalagi hanya bola-bola petir kecil semacam ini.
"Enyah!" bentak Wang Lin, dan bola-bola petir yang tak terhitung jumlahnya di dalam badai itu bergetar hebat lalu berpencar ke segala arah. Dalam sekejap mata, mereka menghilang tanpa jejak.
Kekuatan angin dan petir itu bahkan tidak mampu menahan satu pukulan pun dari Wang Lin. Setelah badai tersebut hancur, Wang Lin melangkah maju dan muncul di sisi pria berbadan kekar yang kini dilanda keputusasaan.
Ia mengangkat tangan kanannya dan membentuk bilah pedang dengan jarinya. Lalu dengan santai ia menunjuk ke leher pria kekar itu!
"Sebagai hukuman karena telah melukai kakak seperguruan ku, aku ingin kau merasakan penderitaan terbesar di dunia ini!" Begitu jarinya menunjuk, leher pria kekar itu mulai membengkak. Darah di dalam tubuhnya bergerak liar seolah tersedot keluar oleh jari Wang Lin.
Dalam sekejap, pria kekar itu mengeluarkan jeritan menyayat hati dan wajahnya memucat pasi. Seluruh darah di tubuhnya berkumpul di bagian leher. Lehernya kini berubah menjadi ungu gelap dan sebuah benjolan raksasa muncul di sana.
Benjolan itu berisi seluruh darah yang ada di dalam tubuhnya. Semua darah itu terkumpul di satu titik dalam sekejap mata.
Benjolan ungu gelap itu meledak dan darah dalam jumlah besar menyembur ke segala arah sampai tetes darah terakhir benar-benar habis. Jeritannya begitu menyayat hati!
Rasa sakit semacam itu sangat sulit untuk digambarkan, bahkan para kultivator pun nyaris tidak sanggup menanggungnya.
Namun, ini bukanlah akhir. Meskipun seluruh darah telah tersedot habis, daya isapnya tidak berkurang melainkan semakin kuat. Alhasil, yang kini disedot adalah kekuatan hidupnya. Vitalitas dalam jumlah besar tersedot keluar dari lehernya. Ia menjerit, dan sedetik kemudian, ia telah berubah menjadi kerangka kering.
Matanya melotot keluar dengan ekspresi yang mengerikan. Namun, wajahnya sudah tidak menyisakan warna apa pun, seolah ia sudah lama mati.
Kendati demikian, daya isap dari jari Wang Lin bukannya melemah malah semakin menjadi-jadi. Di bawah daya isap yang begitu kuat, tubuh kerangka pria kekar itu bergetar hebat. Kemudian jeritannya melemah dan tulang-tulangnya mulai meleleh.
Tubuhnya mencair menjadi cairan, dan saat meleleh, bahkan jiwa asalnya pun turut terseret keluar. Pemandangan ini memberikan hantaman telak bagi mental semua orang yang menyaksikannya.
Mereka menyaksikan sendiri bagaimana seorang kultivator tingkat ketiga tahap Nirvana Void terkuras habis segala isi tubuhnya. Pada akhirnya, semua itu menyatu menjadi bola gas di tangan Wang Lin!
Bola gas itu adalah sisa dari pria berbadan kekar tadi!
Sambil menggenggam bola gas tersebut, Wang Lin tiba di hadapan Qing Shui. Ia menempelkan tangan bebasnya ke tubuh Qing Shui, yang saat itu sedang memejamkan mata dan berada di ambang kematian.
Tindakan itu membuat tubuh Qing Shui bergetar, dan ia tiba-tiba membuka matanya. Tujuh gumpalan gas hitam melesat keluar dari tubuhnya, bergerak liar bagaikan segerombolan ular sanca. Mereka tampak enggan pergi, namun pada akhirnya berhasil dipaksa keluar dari tubuh Qing Shui oleh kekuatan kultivatur Wang Lin yang luar biasa.
Seiring lenyapnya ketujuh gumpalan gas hitam tersebut, meskipun tatapan mata Qing Shui masih terlihat redup, aura kematian di dalam tubuhnya sirna seketika. Semburat vitalitas mulai kembali mengalir ke dalam tubuhnya.
Setelah melenyapkan racun di tubuh Qing Shui, Wang Lin mendorong bola kabut yang ia ekstrak dari pria kekar tadi ke dalam tubuh Qing Shui.
"Setelah menyerap ini, pemulihan Kakak Seperguruan akan semakin cepat!" Wang Lin melirik wanita berpakaian merah muda di samping Qing Shui yang tengah terpaku menatapnya, lalu mengalihkan pandangannya ke langit.
Chapter 1657 · 6m baca
Decisive Battle (1)
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter