“Aku adalah kau.” Pemuda berambut putih itu menunjukkan senyuman misterius saat menatap Wang Lin.
“Tidak usah bersikap misterius!” Wang Lin mendengus dingin dan bergerak bagaikan sebuah meteor. Ia mengabaikan pemuda berambut putih itu dan melintasi benua yang luas serta aneh ini.
Namun, setelah bergerak kurang dari seribu kaki, mata Wang Lin bersinar terang dan ia pun berhenti. Ia melihat ke depan lalu melambaikan tangannya ke udara.
Seiring lambaian itu, riak-riak muncul di hadapan Wang Lin, menyingkapkan sebuah penghalang seperti air.
Penghalang ini mengandung energi surgawi yang begitu kuat. Penghalang itu memusnahkan serangan Wang Lin dan menciptakan gaya pantul. Riak-riak tak kasat mata menerobos masuk ke dalam tubuh Wang Lin dari segala arah.
“Kau tidak bisa masuk.” Pemuda berambut putih yang aneh itu berada di dalam penghalang air tersebut. Ia menggelengkan kepalanya.
“Kau ingin tahu apa itu hukuman surgawi, kau ingin tahu asal-muasal hukuman surgawi. Kalahkan aku dan kau akan tahu segalanya… Jangan terkejut kalau aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, karena aku adalah kau.” Pemuda berambut putih itu melangkah maju dan rambut putihnya berkibar. Ia memancarkan pembawaan yang sangat anggun.
Pemuda berambut putih itu tersenyum dan berkata dengan lembut, “Sepanjang zaman, kau bukanlah kultivator menentang surga pertama yang mencapai Langkah Ketiga, tetapi tak satu pun dari mereka yang selamat dari hukuman surgawi ini… Aku sangat menantikan apakah kau bisa melakukannya.”
Sambil berbicara, pemuda berambut putih itu melangkah keluar dari penghalang air. Ia mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke arah Wang Lin.
“Kau berani atau tidak?”
Kilatan dingin melintas di mata Wang Lin. Ia menerjang maju tanpa membuang waktu atau berbicara omong kosong. Ia mengangkat telapak tangan kanannya dan mendekati pemuda berambut putih itu.
“Hukuman surgawi diri sendiri… Cukup menarik.”
Pemuda berambut putih itu tetap tenang dan turut melangkah maju menyongsong Wang Lin, seraya mengangkat telapak tangan kanannya pula. Pemandangan ini sangatlah aneh, dan jika ada orang luar yang melihatnya, mereka pasti akan terkejut.
Dua orang yang berwajah persis sama, baik dari segi penampilan maupun pakaian, sedang menggunakan teknik sihir yang sama. Mereka bergerak bagaikan dua buah meteor dan semakin mendekat di benua yang luas ini.
Dalam sekejap, keduanya telah berjarak amat dekat. Kilatan niat membunuh melintas di mata Wang Lin saat telapak tangan kanannya berbenturan dengan telapak tangan pemuda berpakaian putih itu.
Suara gemuruh menggelegar bergema di seluruh benua, membuat seolah-olah seluruh dunia hendak hancur berkeping-keping. Deruan memekakkan telinga ini bergema dan bertahan untuk waktu yang lama.
Seiring bergernyangnya suara itu, Wang Lin dan pemuda berambut putih melakukan hal yang sama. Tepat saat telapak tangan mereka bersentuhan, jari-jari mereka menekuk secara bersamaan.
Gemuruh lain bergema dan badai yang kuat meletus di antara mereka. Badai tersebut membuat rambut putih dan jubah putih mereka berkibar. Pada saat ini, bahkan tatapan mata mereka pun sama, suram dengan sedikit niat membunuh.
Seolah-olah mereka berdua sedang berusaha mengepalkan tangan dan menyedot esensi satu sama lain. Semua ini terjadi dalam sekejap.
Mereka berdua mengepalkan tinju dan menarik diri ke belakang. Pemuda berambut putih itu langsung memuntahkan darah dan tubuhnya terlempar ke belakang, dengan darah berhamburan keluar dari lubang-lubang di wajahnya. Tato api muncul di mata kirinya, petir muncul di mata kanannya, dan bahkan esensi karma, hidup dan mati, serta benar dan palsu melayang keluar bagaikan gas dari panca inderanya. Esensi-esensi itu berubah menjadi gumpalan kekacauan dan tergenggam di tangan Wang Lin.
Melihat Wang Lin, ia juga memuntahkan darah dan ekspresi wajahnya serta esensinya berakhir sama persis dengan pemuda berambut putih tersebut. Pemuda berambut putih itu juga menggenggam esensi milik Wang Lin.
Keduanya sama-sama mundur sejauh seribu kaki. Tidak ada perbedaan sama sekali di antara mereka!
Saat mereka mundur, mereka bahkan memiliki pikiran yang sama. Mereka berdua menggunakan esensi yang telah mereka sedot dari satu sama lain menggunakan Mantra Karma untuk menambal kekurangan esensi dalam diri mereka.
“Tidak perlu membuktikannya lagi, pikiranmu adalah pikiranku. Teknikmu adalah teknikku. Aku adalah kau! Kau ingin mengujimu dengan teknikmu sendiri. Cara itu mungkin mempan terhadap orang lain, tetapi tidak berguna terhadapku!” Pemuda berambut putih itu memberikan senyuman aneh kepada Wang Lin dan menyeka darah di sudut bibirnya.
“Jika kau masih tidak percaya, aku akan membantumu percaya.” Sambil berbicara, ia menerjang ke arah Wang Lin.
Tangan kirinya terangkat ke udara dan dikelilingi oleh gas putih. Tangan kanannya terangkat dan dikelilingi oleh gas hitam pekat bagaikan tinta. Pemuda berambut putih itu mendekati Wang Lin dan menekan kedua tangannya ke bawah.
“Segel Hidup dan Mati!”
Aura hidup dan mati yang amat kuat meletus dari tubuh pemuda berambut putih itu. Tangan kirinya mengandung kehidupan serta langit dan bumi itu sendiri. Tangan kanannya mengandung kematian seolah-olah mengendalikan takdir segala hal!
Saat ia mendekat, tangan kirinya mengarah ke Wang Lin dan gas putih melesat ke arah Wang Lin. Gas putih ini adalah kekuatan kehidupan, yang biasanya tidak dapat mendatangkan bahaya apa pun. Namun, Wang Lin tahu bahwa itu adalah bagian dari Segel Hidup dan Mati. Begitu gas itu memasuki tubuhnya, kematian akan segera datang untuk melengkapi segel tersebut.
Ekspresi Wang Lin tampak suram. Ia mendengus dingin dan mengangkat tangan kirinya. Tangan itu dipenuhi oleh kekuatan kehidupan yang berubah menjadi kabut. Tangan kirinya menembus kabut dan berbenturan dengan tangan kiri pemuda berambut putih itu.
Tubuh mereka berdua bergetar hebat disertai suara dentuman, dan kekuatan kehidupan memasuki tubuh masing-masing, mengacaukan aliran energi di dalam diri mereka. Keduanya memuntahkan darah tetapi tidak mundur. Sebaliknya, mereka masing-masing mengangkat tangan kanan mereka dan berbenturan sekali lagi.
Suara gemuruh menggelegar bergema sebelum keduanya terpental ke belakang dan memuntahkan darah. Namun, saat mereka mundur, mereka berdua meraung secara bersamaan.
“Segel Hidup dan Mati!”
“Segel Hidup dan Mati!”
Di saat suara gemuruh bergema, Wang Lin mendarat di tanah dan terpaksa mundur selangkah demi selangkah. Setiap langkah yang ia ambil membuat bumi bergetar, dan ia mundur lebih dari seratus langkah sebelum akhirnya berhenti dengan wajah pucat.
Tubuhnya berantakan total saat Segel Hidup dan Mati meletus. Jika bukan karena fakta bahwa ia telah memahami Dao hidup dan mati, ia pasti sudah terluka parah.
Pemuda berambut putih itu turut mundur, dan tubuhnya menghantam penghalang air. Ia menembusnya dan tiba di atas sebuah patung iblis kuno. Retakan yang tak terhitung jumlahnya langsung menyebar di seluruh patung tersebut, bermula dari titik tempat pemuda berambut putih itu mendarat.
Patung itu runtuh dan melenyapkan kekuatan benturan. Darah mengalir keluar dari mulut pemuda berambut putih itu, tetapi ia masih mempertahankan senyuman anehnya.
“Bagaimana dengan ini! Mantra Karma, Segel Hidup dan Mati, dan semua teknik yang kau ketahui, aku juga mengetahuinya!! Bagaimana cara membunuhku? Dengan apa kau akan membunuhku?” Senyuman pemuda berambut putih itu semakin lebar hingga ia mulai tertawa terbahak-bahak.
Keduanya terpisahkan oleh penghalang air. Ekspresi Wang Lin tampak suram saat ia menatap pemuda berambut putih di dalam penghalang tersebut. Ia memejamkan matanya.
Saat ia memejamkan mata, ekspresi pemuda berambut putih itu berubah dan ia pun langsung memejamkan matanya.
Keduanya memejamkan mata dan Dao Benar dan Palsu pun muncul. Saat mata terpejam, segalanya menjadi palsu. Hanya dengan sebuah pikiran, yang benar dan yang palsu dapat berubah dalam sekejap mata.
Mereka memejamkan mata pada saat yang bersamaan. Seolah-olah segala sesuatu di dunia ini telah menjadi ilusi seakan-akan tidak pernah ada. Ini bukan karena dunia ini benar-benar ilusi, melainkan karena mereka berdua telah melihat tembus hingga ke esensinya.
Dalam sekejap, Wang Lin membuka matanya, dan di saat yang sama, mata pemuda berambut putih itu juga terbuka. Kilatan dingin terpancar di mata mereka berdua. Ketika mata terbuka, segalanya akan kembali menjadi nyata. Pada saat peralihan dari yang palsu ke yang nyata, seseorang dapat melihat menembus segalanya.
Saat setelah mereka membuka mata, mereka berdua kembali memejamkan mata.
Begitu memejamkan mata, Wang Lin melambaikan tangan kanannya.
“Dengan Dao Benar dan Palsu, segala hal dapat menjadi palsu selama hatiku menghendakinya. Debu kembali ke debu, tanah kembali ke tanah, semuanya lenyap!”
Pemuda berambut putih itu juga melambaikan tangan kanannya dan melihat hal yang sama.
Keduanya menggunakan Dao Benar dan Palsu untuk melenyapkan segalanya. Jika hanya satu orang yang menggunakan teknik ini, mantra tersebut akan sangat kuat, tetapi kini setelah keduanya melakukan hal yang sama, tubuh mereka berdua bergetar. Keduanya memuntahkan darah dalam jumlah banyak dan terpental ke belakang.
Namun, setelah hanya mundur tiga langkah, Wang Lin berhenti dan membalikkan aliran kekuatan di dalam tubuhnya. Ia menerjang ke arah pemuda berambut putih.
Gerakan pemuda berambut putih itu sama persis dengan Wang Lin, dan ia pun turut melesat maju.
Keduanya semakin mendekat dan tiba di pusat area di luar penghalang. Mereka berdua mengangkat tangan kanan, sama-sama menunjuk ke arah satu sama lain, dan sama-sama meneriakkan dua kata yang sama.
“Teknik Hentikan!”
“Teknik Hentikan!”
Setelah Wang Lin berucap dan saat jarinya serta jari pemuda berambut putih saling menunjuk satu sama lain, keduanya bergetar.
Teknik Hentikan tidak hanya menghentikan tubuh; jiwa asal dan segalanya pun akan turut terhenti, termasuk aliran waktu. Pada saat ini, baik Wang Lin maupun pemuda berambut putih sama-sama membeku di tempat!
Di bawah pengaruh Teknik Hentikan, keduanya berhenti bergerak dan jatuh dari langit. Sambil jatuh, Wang Lin sedang berdeduksi di dalam benaknya.
“Seharusnya seperti ini…”
Segala hal yang telah Wang Lin lakukan sejak saat Mantra Karma mereka berbenturan memiliki tujuan terselubung, tetapi ia tidak punya waktu untuk berpikir. Jika ia mencoba menganalisisnya, musuh kemungkinan besar akan menyadarinya.
Chapter 1632 · 6m baca
Self Divine Retribution
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter