Renegade Immortal - Chapter 150 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 150 · 7m baca

Kill

by Er Gen

Begitu Li Muwan melihat sosok itu, ia menghela napas lega dan sekujur tubuhnya melemas. Ia terpaksa bersandar pada dinding. Sebuah tangan dingin meraba bagian bawah ketiaknya, yang membuatnya terkejut, dan sesaat kemudian ia merasa dirinya terangkat dari tanah.

Sebuah aroma yang familiar memasuki indra penciumannya dan membuatnya merasa tenang. Melihat kabut di hadapannya, ia hendak berbicara ketika ia mendengar suara dingin Wang Lin,

"Jangan bergerak. Aku akan membawamu untuk membunuh orang."

Wang Lin merengkuh Li Muwan dan berhenti sejenak di udara. Ia mengeluarkan urat naga, yang kini menyerupai cambuk, lalu mengibaskannya. Salah satu ujungnya melilit mayat tanpa kepala dari kultivator berkepala besar itu, lalu ujung lainnya terbelah dan mencengkeram mayat Pu Lin.

Tangan kanan Wang Lin memegang urat naga tersebut sementara kesadaran ilahinya memancar keluar dan melacak keberadaan mereka yang melarikan diri. Ia mendengus dingin seraya terbang ke arah timur laut, dan seiring penerbangannya, urat naga itu mengekor di belakangnya dengan membawa mayat kedua kultivator Pembentukan Inti tersebut.

Hati Kun Sang diliputi kepanikan. Begitu melihat Wang Lin, ia merasa seolah-olah ada tangan besar yang diaduk-aduk di dalam jiwanya, dan tangan itu hanya perlu menggunakan sedikit tenaga saja untuk menghancurkannya.

Kematian misterius Pu Lin adalah hal yang paling membuatnya ketakutan. Tidak ada kata-kata yang mampu menggambarkan penyesalan di dalam hatinya saat ini. Demi sebuah tungku pil, dua dari tiga orang mereka telah tewas. Memikirkan hal itu membuatnya merasa kacau sehingga ia buru-buru mengeluarkan beberapa pil dan melemparkannya ke dalam mulut. Setelah energi spiritualnya pulih, ia menggigit ujung lidahnya dan memuntahkan sedikit darah. Tangannya dengan gesit membentuk segel, yang kemudian ia salurkan ke dalam darah tersebut. Serta-merta tubuhnya menyusut dengan cepat, namun kecepatan melesatnya meningkat beberapa kali lipat.

Ia meninggalkan bayangan samar saat tubuhnya menerjang maju sejauh ratusan meter.

Wang Lin mencibir dingin saat terbang menembus langit bagaikan sebuah meteor. Saat ia melihat Kun Sang, kilatan cahaya dingin melintas di matanya. Ia membuka mulutnya dan seberkas cahaya berwarna Kristal melesat keluar. Dalam sekejap mata, cahaya kristal itu terbang sejauh ratusan meter.

Saat Kun Sang berlari, ia tiba-tiba merasakan nyeri di dadanya. Ketika ia menundukkan kepalanya, ia melihat cahaya kristal menembus dadanya. Inti jiwanya melayang keluar dari dadanya dan perlahan-lahan bergerak mundur. Ia membuka mulutnya, namun ia tidak dapat mengeluarkan suara. Penglihatannya semakin lama semakin gelap saat ia jatuh dari langit. Bahkan hingga detik-detik kematiannya, ia tidak dapat memahami bagaimana segalanya bisa berubah begitu cepat. Sang mangsa tiba-tiba berbalik menjadi pemangsa.

Saat tubuhnya jatuh, seberkas cahaya keemasan tipis terbentur dari urat naga ke arah tubuh tersebut. Ketika Wang Lin terbang melewatinya, tubuh itu terikat oleh urat naga dan mengapung di belakangnya.

Ketiga mayat kultivator Pembentukan Inti itu tampak seperti tiga helai bulu ekor burung merak, dan Wang Lin adalah kepalanya.

"Yang ketiga!" Wajah Wang Lin tampak muram saat ia memasukkan inti emas itu ke dalam kantong penyimpanan dan melesat menuju target berikutnya.

Li Muwan menyaksikan segala hal yang terjadi di hadapannya. Meskipun ia telah bersiap, ia tetap merasa terkejut. Kekuatan Wang Lin terpatri kuat di dalam hatinya.

Chen Hai adalah seorang tetua Sekte Penumpas Iblis yang biasanya sangat dihormati. Ia tahu bahwa kecepatannya tidak cukup tinggi, jadi setelah berlari beberapa saat, ia menggali lubang besar di tanah, menyembunyikan auranya, dan mengubur dirinya sendiri.

Ketika ia baru berada di tingkat Pendirian Fondasi, ia telah menggunakan trik ini berkali-kali. Sambil berbaring di bawah tanah, ia tak kuasa menahan senyum pahit dan memikirkan sudah berapa lama sejak terakhir kali ia harus menggunakan teknik penyelamat hidup ini.

Ia menghela napas, namun embusan napas itu membeku di tenggorokannya saat matanya tiba-tiba melebar, menampakkan sambaran kilat merah yang melintas di dalamnya. Darah mengalir tiada henti dari panca indranya dan kilat merah memenuhi jiwanya.

Seutas benang emas menembus ke dalam tanah, mencengkeram tubuh Chen Hai, dan menyeretnya keluar bersama segumpal tanah yang besar.

"Yang keempat!" Urat naga itu terpecah menjadi empat, masing-masing menahan satu mayat pada setiap ujung benangnya. Selain mayat yang tanpa kepala, sisa mayat lainnya masih utuh dan berlumuran darah, membuat penampilan mereka tampak sangat mengerikan.

Setelah membunuh dua orang, rasa dingin di mata Wang Lin bukannya mereda, justru semakin pekat saat ia melanjutkan pengejarannya.

Satu jam kemudian, jumlah mayat di belakang Wang Lin telah bertambah dari empat menjadi sembilan.

Satu orang terakhir yang tersisa adalah tetua kepala, Qian Kun, yang kabur paling awal. Semakin ia berlari, semakin ketakutan dirinya. Ketakutan itu mencapai puncaknya ketika kesadaran ilahinya mendeteksi Wang Lin dan sembilan mayat yang terbang di belakangnya. Kulit kepalanya terasa mati rasa melihat pemandangan itu.

Hanya dalam kurun waktu yang singkat ini, Wang Lin mampu membunuh seluruh kultivator Pembentukan Inti lainnya. Tingkat kultivasi seperti apa yang dibutuhkan untuk melakukan hal seperti ini?

"Mungkinkah dia seorang kultivator Jiwa yang Baru Lahir?" Hati Qian Kun bergidik memikirkan kemungkinan itu, namun ia segera menepisnya. Ketika mereka mengejar Wang Lin sebelumnya, mereka dapat melihat tingkat kultivasi pemuda itu dengan jelas. Ia hanya berada di puncak tahap Pendirian Fondasi, seorang kultivator semu Pembentukan Inti.

Jika bukan karena itu, mereka tidak akan mengejarnya dengan begitu santai. Namun, segala sesuatunya terjadi terlalu cepat, hingga Qian Kun masih mengira bahwa ia sedang bermimpi, hanya saja mimpi ini adalah sebuah mimpi buruk.

Saat Wang Lin membuntutinya dari dekat, matanya menjadi semakin dingin. Ia mencibir sambil menatap Qian Kun di hadapannya. Qian Kun ini, bagaimanapun juga, adalah seorang kultivator Pembentukan Inti tahap menengah, sehingga kecepatannya beberapa kali lipat lebih cepat daripada yang lain. Kendati demikian, terbang dengan kecepatan sebesar ini akan menghabiskan banyak energi spiritual, jadi Wang Lin tidak terburu-buru. Begitu energi spiritual Qian Kun mulai menipis, pria itu pasti harus memperlambat lajunya.

Qian Kun mengatupkan giginya dan menoleh ke belakang. Ia teringat bahwa ada sebuah cabang Sekte Penumpas Iblis di dekat sini dengan dua kultivator Pembentukan Inti yang memimpin. Ia berharap mereka dapat menahan Wang Lin cukup lama agar dirinya bisa menyelamatkan diri.

Ia mengerahkan 120% energi spiritualnya saat melesat menuju cabang Sekte Penumpas Iblis tersebut.

Gunung Wu Ding adalah sebuah gunung besar dengan banyak paviliun yang dibangun di atasnya. Tempat itu dulunya adalah markas dari sebuah sekte yang sangat besar ribuan tahun yang lalu, namun setelah mereka kehilangan kekuasaan, mereka dimusnahkan oleh Sekte Penumpas Iblis dan tempat itu berubah menjadi salah satu cabang sekte tersebut.

Hari itu, para murid dari cabang tersebut sedang berkultivasi ketika dua tetua Pembentukan Inti yang memimpin, si kembar Mu Nan dan Mu Bei, membuka pintu dan keluar.

Di udara, Qian Kun tampak babak belur dan kelelahan. Ia bahkan tidak menunggu hingga mendekat untuk berteriak, "Mu Nan, Mu Bei, aku memerintahkan kalian berdua untuk mengumpulkan semua murid di Wu Ding dan menghentikan orang di belakangku. Jangan biarkan orang ini meninggalkan Gunung Wu Ding! Jika kalian berhasil, aku akan memberi kalian hadiah berupa 10.000 batu roh kualitas tinggi." Setelah berkata demikian, ia kabur dalam kepanikan.

Begitu Mu Nan dan Mu Bei melangkah keluar, mereka mendengar kata-kata tetua kepala itu dan terperanjat. Bagaimana mungkin mereka berdua bisa menghentikan seseorang yang bahkan membuat tetua kepala harus lari terbirit-birit?

Tepat pada saat ini, Wang Lin muncul di hadapan mereka. Keduanya bertanya-tanya orang seperti apa yang bisa memaksa tetua kepala sampai harus kabur. Begitu mereka melihat Wang Lin, mereka sangat terkejut, terutama setelah melihat sembilan mayat yang terbang di belakangnya.

Keduanya saling menatap dengan waspada. Wajah mereka berubah warna berulang kali. Mu Nan berseru, "Sembilan tetua dari markas besar... ini... ini..."

Mu Bei menarik napas dalam-dalam. Ia merasakan hawa dingin merayapi seluruh tubuhnya. Ia buru-buru menarik Mu Nan dan berkata dengan hormat, "Junior Mu Bei memberi hormat kepada Senior."

Tubuh Mu Nan bergidik dan ia buru-buru berkata, "Junior Mu Nan memberi hormat kepada Senior."

Wang Lin menatap dingin keduanya. Ia melewati mereka tanpa memperlambat lajunya. Pandangan sekilas itu sukses membuat kulit mereka merinding. Punggung mereka seketika dibanjiri keringat dingin.

Qian Kun telah terbang dengan kecepatan penuh begitu lama hingga energi spiritualnya hampir habis. Ia buru-buru mengeluarkan beberapa pil, namun jeda sesaat itu justru memungkinkan Wang Lin untuk memperpendek jarak di antara mereka.

Melihat Wang Lin yang semakin mendekat, ia melukiskan senyuman menyedihkan sebelum berbalik dan menatap Wang Lin dengan tatapan penuh kebencian. Ia mengatupkan giginya dan mengeluarkan sebuah token merah dari kantong penyimpanannya. Pada token tersebut terukir kata "Hukuman" dalam warna merah tua.

Token itu adalah token Perintah Pembunuhan Seratus Hari Sepuluh Ribu Iblis yang terkenal di Lautan Iblis. Token ini berasal dari zaman kuno, dan metode pembuatannya telah lama hilang. Bahkan di Lautan Iblis, jumlahnya hanya tersisa sekitar sepuluh buah saja. Qian Kun tidak sengaja mendapatkannya dan langsung menyempurnakannya. Ia takut orang lain mengetahuinya dan selalu menyimpannya sebagai kartu as-nya. Ia berharap bisa menggunakan benda ini untuk membantu meningkatkan kekuatan tekniknya di masa depan.

Syarat untuk mengaktifkan token ini sangat ketat. Token itu membutuhkan seseorang di tahap Pembentukan Inti atau lebih tinggi untuk mempertaruhkan nyawa mereka demi mengaktifkannya. Seluruh kultivasi orang yang mengaktifkannya akan disarikan menjadi sebuah pil, yang akan dihadiahkan kepada orang yang berhasil membunuh targetnya.

Karena kemampuan khusus dari token ini, setiap kali seorang kultivator iblis melihat seseorang yang telah ditandai, mereka akan langsung menyerangnya. Faktor persyaratan yang ketat inilah yang membuat para pemilik token jarang sekali menggunakannya sendiri. Mereka biasanya akan mencari seorang kultivator Pembentukan Inti dan memaksa mereka untuk menggunakannya. Adapun targetnya, mereka tinggal mencari siapa saja yang ada di dekat situ. Dengan begitu, mereka bisa dengan mudah mendapatkan pil kultivasi.

Alhasil, jumlah token tersebut telah menurun drastis, sehingga mengatakan bahwa masih ada sepuluh token yang tersisa pun mungkin sudah terlalu berlebihan. Qian Kun awalnya juga berencana untuk memaksa seseorang menggunakan token tersebut, namun sekarang karena ia hampir mati, ia menjadi kejam dan menunggu Wang Lin menyusulnya.

Siapa pun yang ditandai oleh token itu jarang bisa bertahan selama 100 hari jika mereka berada di dalam Lautan Iblis. Namun, jika mereka mampu bertahan lebih dari 100 hari, maka mereka dapat menelan pil tersebut sendiri.

Melihat Wang Lin yang semakin mendekat, Qian Kun mengangkat Perintah Pembunuhan Seratus Hari Sepuluh Ribu Iblis itu dan berteriak, "Berhenti! Apakah kau tahu token ini? Aku telah menyempurnakannya dengan jiwaku. Jika kau membunuhku, kau akan ditandai oleh perintah pembunuhan ini! Masalah hari ini memang salahku, tapi kau sudah membunuh sembilan tetua, jadi untuk apa membunuh lebih banyak lagi? Jika kau mengampuniku, aku bisa merekomendasikanmu dan membiarkanmu menjadi tetua kepala di Sekte Penumpas Iblis sepertiku. Bagaimana?"

Gunakan ← → untuk pindah chapter