Tetua agung benar-benar terguncang oleh kekuatan pedang itu. Ia merasa amat ketakutan. Tebasan pedang itu sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan dirinya sepenuhnya jika bukan karena baju zirah petir! Bahkan jiwa asal miliknya tidak akan memiliki kesempatan untuk melarikan diri sebelum dihancurkan oleh tebasan tersebut!
"Pedang macam apa ini!? Bahkan baju zirah petir abadi tidak mampu menahannya, dan aku terluka parah!" Wajah tetua agung pucat pasi dan dipenuhi kengerian.
Baju zirah petir abadi adalah salah satu dari tiga pusaka utama Klan Petir Tersebar, dan kekuatannya jauh melampaui Cermin Pembantai Petir. Baju zirah itu ditempa oleh leluhur langkah ketiga Klan Petir Tersebar, diwariskan dari generasi ke generasi, dan melindungi Klan Petir Tersebar!
Hanya orang-orang di tingkat Kelayuan Surga kelima yang bisa menggunakan baju zirah ini. Bahkan saat menghadapi para kultivator langkah ketiga, baju zirah ini akan memungkinkan mereka untuk bertahan hidup sejenak!
Namun, baju zirah itu hancur hanya dalam satu serangan, yang membuat kulit kepala tetua agung mati rasa! Ia baru saja hendak mundur ketika kilatan cahaya dingin muncul di mata Wang Lin. Perlahan-lahan, ia mengangkat pedang sepanjang tujuh kaki itu!
Meskipun serangan ini sangat kuat, Wang Lin jelas merasakan jutaan orang di dalam Tujuh Juta Dunia tewas. Serangan ini harus dibayar dengan nyawa tak terhitung yang secara sukarela menyerahkan hidup mereka!
Pedang ini terasa berat, sangat berat...
Melihat Wang Lin mengangkat lengannya, pupil mata tetua agung menciut bagai orang gila. Tangannya membentuk mudra lalu menunjuk ke langit sambil meraung seperti orang kesurupan, "Petir abadi, hancurkan badai ini dan turunlah!!!"
Sambil meraung, ia memukul tanda klannya dan melepaskan seluruh kekuatan dari tanda klan tersebut untuk memanggil petir abadi agar masuk ke tempat ini. Ia memiliki firasat bahwa ia hanya akan memiliki kesempatan untuk bertahan hidup jika petir abadi itu bisa menembus ke dalam!
Jika tidak, ia pasti akan mati hari ini!
Belum pernah ia merasakan krisis hidup dan mati yang begitu kuat sebelumnya. Ia mengeluarkan raungan nyaris gila saat petir di luar badai mengamuk beberapa kali lebih kuat dan mulai membombardir badai tersebut.
Gemuruh bagaikan petir bergema ke seluruh penjuru dunia. Setiap kali hantaman petir mendarat, badai itu akan bergetar hebat dan jutaan orang tewas!
Wang Lin mengabaikan apa yang terjadi di luar saat ia mengangkat pedang di tangannya sambil menatap lekat-lekat ke arah tetua agung. Tebasan pedang kedua pun dilayangkan!
Pancaran energi pedang melesat keluar, memuat jiwa-jiwa dari nyawa yang tak terhitung jumlahnya, dan dipenuhi dengan niat membunuh yang mengerikan. Energi pedang yang tak terlukiskan itu meluncur deras ke arah tetua agung!
Tetua agung itu meraung, "Petir abadi, turunlah, turun, turun!!!" Tanda klan di antara kedua alisnya terbelah menjadi dua dan kekuatan yang mengejutkan mengelilingi tubuhnya.
Pada saat yang sama, raungannya seolah didengar oleh petir abadi di luar badai. Petir abadi itu tampak menggunakan suatu metode yang tidak diketahui untuk langsung mengembang berkali-kali lipat menjadi sambaran petir setebal 10.000 kaki dan menghantam badai tersebut!
Badai ini bergetar hebat dan orang-orang terus berjatuhan di dalam Tujuh Juta Dunia. Bahkan tebasan kedua yang sedang disiapkan Wang Lin ikut terpengaruh karena sebagian besar kekuatannya telah buyut sebelum mencapai tetua agung.
Daois Roh Tersebar membentuk mudra lalu menunjuk ke dadanya. Ia memuntahkan darah dan tampak melemah, tetapi sebuah kekuatan dahsyat tiba-tiba memancar dari Tujuh Juta Dunia!
Kekuatan ini berasal dari gunung-gunung, sungai-sungai, bumi, rerumputan, dan seluruh binatang buas! Kekuatan itu meresap ke dalam badai untuk mencegah petir abadi menerobos masuk!
Tetua agung mundur sambil menjerit mengenaskan dan memuntahkan enam teguk darah. Pertahanan yang telah ia bangun dengan tanda klannya runtuh dan sebuah luka kembali muncul di dadanya. Luka itu begitu dalam hingga tulangnya terlihat!
Jika hanya itu saja, hal tersebut tidak akan menunjukkan kedahsyatan energi pedang ini. Dua luka dari dua tebasan pertama dipenuhi oleh jiwa-jiwa tak terhitung dari Tujuh Juta Dunia. Mereka berubah menjadi arwah penasaran yang mulai merobek-robek luka tersebut, menyebabkan gas hitam keluar darinya.
Jika bukan karena petir abadi yang menggunakan kekuatannya untuk mengacaukan badai hingga melenyapkan 70% dari daya serang tersebut, mustahil bagi tetua agung untuk bisa melarikan diri!
Namun, meskipun begitu, tetua agung itu tetap terluka parah!
Rasa sakit yang luar biasa dapat membuat seseorang gila, dan keputusasaan dapat membuat seseorang kehilangan akal sehat. Saat inilah yang sedang dialami oleh tetua agung. Rasa sakit dari jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya mencabik-cabik tubuhnya, dan keputusasaan melanda pikirannya ketika ia mendapati bahwa bahkan petir abadi pun tidak dapat menghentikannya. Bagaimana mungkin ia bisa melarikan diri?
Ketika kegilaan menguasainya, ia berhenti berlari. Tangannya membentuk mudra dan ia melambaikan tangannya sambil meraung, "Tidak ada seorang pun yang bisa membunuh orang tua ini. Aku mengorbankan 3.000 tahun sisa hidupku untuk membangkitkan tanda petirku dan menggunakan mantra leluhur langkah ketigaku! Petir abadi Yin dan Yang, tampillah untukku!!"
Setelah tetua agung meraung, wajahnya menjadi semakin pucat dan sisa umur 3.000 tahun miliknya lenyap. Sebuah kekuatan yang amat dahsyat berkumpul di hadapannya.
Kekuatan ini tiba-tiba berputar di depannya dan kemudian membentuk lambang Yin dan Yang! Lambang Yin dan Yang itu berputar hingga berubah menjadi sebuah pusaran, dan gemuruh petir terdengar dari dalam pusaran tersebut. Tekanan yang melampaui para kultivator langkah kedua tiba-tiba muncul dari dalam lambang Yin dan Yang itu!
"Petir abadi Yin dan Yang, bunuh orang ini!" teriak tetua agung, dan lambang Yin dan Yang itu tiba-tiba terbelah dua. Petir Yin yang menghancurkan jiwa dan petir Yang yang menghancurkan raga menyatu membentuk petir abadi Yin dan Yang!
Saat petir itu melesat ke arah Wang Lin, Wang Lin mengangkat tangan kanannya dan tanpa ampun menebas ke bawah untuk ketiga kalinya! Energi pedang itu menyilaukan mata dan memuat jiwa-jiwa tak terhitung dari Tujuh Juta Dunia. Tangisan pilu dari jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya bergema saat energi pedang itu berbenturan dengan petir abadi Yin dan Yang!
Gemuruh petir bergema dan Wang Lin memuntahkan seteguk darah sebelum mundur beberapa langkah. Ia memperlihatkan ekspresi garang saat ia melesat maju dan menebas untuk keempat kalinya!
Meskipun petir abadi Yin dan Yang sangat kuat, ia tetap bukan tandingan jiwa-jiwa dari Tujuh Juta Dunia. Petir abadi Yin dan Yang itu runtuh, dan gelombang kejutnya menghantam tubuh tetua agung. Ia memuntahkan darah dan wajahnya menjadi sangat pucat. Luka ketiga muncul di dadanya dan organ-organ dalamnya mulai hancur!
Jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya menyerbu masuk ke dalam tubuhnya dan mulai melahapnya. Rasa sakit yang luar biasa membuat tetua agung nyaris gila. Ia mengabaikan luka parahnya dan langsung menerjang ke arah Wang Lin!
"Bahkan jika aku mati, orang tua ini akan menyeretmu ke dalam siklus reinkarnasi bersamaku!"
Namun, tepat saat ia menerjang maju, tebasan keempat Wang Lin pun mendarat. Tebasan itu dipenuhi dengan kebencian orang-orang dari Tujuh Juta Dunia terhadap Klan Petir Tersebar!
Pada detik ini, tangan kanan Wang Lin bergerak dan tanpa ragu ia menebas untuk kelima kalinya!
Kedua berkas energi pedang itu melesat susul-menyusul, nyaris membentuk gelombang. Di dalam berkas-berkas tersebut terdapat jeritan pilu dari jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya. Tetua agung sudah menjadi gila karena rasa sakit. Ia tidak lagi peduli pada sisa umurnya dan melambaikan tangannya.
"Aku mengorbankan 10.000 tahun sisa hidupku dan meruntuhkan warisan esensi petir langkah ketigaku untuk menggunakan anggota Klan Tersebar yang tak terhitung jumlahnya sebagai Nyala Joss untuk mengaktifkan Mantra Biduk Besar Klan Petir Tersebar!" Raungan tetua agung itu menggelegar menggetarkan langit, dan ia langsung mengorbankan 10.000 tahun sisa umurnya!
Mantra Biduk Besar adalah mantra terkuat milik Klan Petir Tersebar. Mantra Biduk Besar meminjam kekuatan bintang-bintang dan mengubahnya menjadi sembilan bintang pembunuh. Ruang di hadapan tetua agung terdistorsi dan bersinar terang saat sembilan bintang muncul dalam suatu formasi. Sekilas saja melihatnya akan membuat seseorang merasa seolah-olah kesadaran mereka sedang tersedot masuk.
Kesembilan bintang itu memancarkan cahaya iblis dan dengan cepat melesat keluar untuk menahan berkas energi pedang keempat dan kelima milik Wang Lin!
Gemuruh petir dengan cepat menyebar ketika berkas-berkas energi pedang itu berbenturan dengan sembilan bintang pembunuh dari mantra nomor satu Klan Petir Tersebar, Biduk Besar.
Suara gemuruh yang intens bergema seolah-olah ruang angkasa itu sendiri sedang runtuh. Kekuatan robekan ini menyebar ke seluruh Tujuh Juta Dunia. Alun-alun yang dikendalikan oleh Klan Petir Tersebar di bagian tengah bergemuruh dan terkoyak menjadi berkeping-keping.
Saat gemuruh itu bergema, peta Biduk Besar bergetar hebat dan robek berkeping-keping. Kesembilan bintang pembunuh itu semuanya hancur berkeping-keping dan lenyap. Tubuh tetua agung berlumuran darah dan kedua kakinya meledak, hanya menyisakan bagian atas tubuhnya saja. Ketakutan yang tak terlukiskan menyelimuti dirinya dan menyadarkannya dari kegilaan. Dengan cemas ia mundur, tangannya membentuk mudra saat ia melakukannya. Daging di bagian bawah tubuhnya bergerak dan ia pulih dengan cepat!
"Orang ini memiliki Cambuk Segel Jiwa Sejuta Dunia, jadi aku tidak bisa melarikan diri dengan jiwa asal milikku!!"
Tubuh Wang Lin bergetar ketika berkas energi pedang keempat dan kelima melenyap. Nyawa yang tak terhitung jumlahnya melayang di Tujuh Juta Dunia, dan ia memuntahkan seteguk darah. Daging dan tubuhnya berbenturan tanpa henti.
Ia tiba-tiba mendongak dan menatap tajam ke arah tetua agung. Niat membunuh memenuhi matanya dan ia meraung, "Jika kau tidak mati hari ini, maka aku, Wang Lin, tidak akan berhenti!"
Sambil meraung, matanya memerah dan ia kembali menerjang maju. Ia mengangkat pedang sepanjang tujuh kaki itu dan menebas untuk keenam kalinya!
Berkas energi pedang keenam membuat dunia bergetar, dan ujung dari Tujuh Juta Dunia mulai runtuh seolah-olah tidak sanggup lagi menahannya. Retakan spasial yang tak terhitung jumlahnya bermunculan, dan bahkan Tujuh Juta Dunia mulai terpecah-pecah. Rasanya Tujuh Juta Dunia benar-benar berada di ambang kehancuran total!
Chapter 1357 · 6m baca
Seven Sword Chops the Heavenly Mountain (4)
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter