Begitu Cambuk Pemusnah Jiwa muncul, mata sesepuh kepala langsung melebar saat menatap cambuk tersebut. Ada kilatan keterkejutan di matanya.
“Ini… Ini… Tidak, auranya berbeda, bentuknya saja yang mirip—”
Cambuk Pemusnah Jiwa itu memanjang hingga seratus ribu kaki, dan suara letupan bergema saat kedelapan naga petir kuno itu terkena cambukan tersebut. Mereka mengeluarkan raungan kesakitan dan hendak menerjang sekali lagi ketika Wang Lin mencengkeram cambuk itu dan mulai melancarkan serangan membabi buta!
Cambuk Pemusnah Jiwa berasal dari Planet Suzaku dan berspesialisasi dalam merusak jiwa asal! Tidak apa pun tingkat kultivasi seseorang, asalkan mereka berada dalam wujud jiwa, mereka pasti akan merasa putus asa di hadapan cambuk ini!
Mustahil untuk melarikan diri darinya!
Bahkan hantu surgawi pun tidak mampu melarikan diri. Makhluk itu akan gemetar ketakutan!
Pada saat ini, Wang Lin memegangnya dan mencambuk tanpa henti. Kedelapan naga petir kuno itu meraung kencang tetapi tak disangka tidak mampu mendekat. Mereka dipukul mundur oleh cambuk tersebut!
Saat mereka mundur, bagian tubuh kedelapan naga petir kuno yang terkena cambuk tampak terbakar dan menunjukkan tanda-tanda meleleh!
Wang Lin dipenuhi semangat, dan tanpa berpikir panjang, ia menyalurkan kultivasinya ke dalam Cambuk Pemusnah Jiwa. Cambuk itu memancarkan pendar bagai hantu dan cahaya keemasan terpancar dari bagian cambuk yang patah!
Ketika sesepuh kepala melihat cahaya keemasan itu, ekspresinya sangat berubah. Bahkan ada jejak ketakutan di matanya!
“Cahaya keemasan ini!!! Cahaya keemasan ini!!! Mungkinkah benda ini benar-benar… Tidak mungkin, cambuk itu telah diambil, bagaimana bisa ada di tangannya? Itu tidak mungkin!
“Aku ingin tahu apa yang bisa dilakukan oleh cambuk tiruan ini! Naga petir kuno, mangsalah dia untukku!!” Sesepuh kepala menatap cambuk itu, tangannya membentuk segel saat ia kembali memuntahkan darah. Darah itu menyebar ke kedelapan naga petir kuno dan mereka mengeluarkan raungan ganas. Mereka tidak lagi mundur melainkan menerjang maju!
Wang Lin melangkah maju dan dengan cepat mengayunkan Cambuk Pemusnah Jiwa di tangannya. Pertarungan mendebarkan pun dimulai antara dirinya dan naga-naga petir kuno tersebut. Pendar hantu dari cambuk itu meredup dan secara bertahap digantikan oleh cahaya keemasan yang keluar dari bagian yang patah.
Sesaat kemudian, kedelapan naga petir kuno itu tampak menjadi gila karena mereka mengabaikan Wang Lin dan justru menerjang ke arah cambuk!
Sesepuh kepala memasang ekspresi mengerikan saat menatap Cambuk Pemusnah Jiwa dan berteriak, “Naga petir kuno, meledaklah, meledaklah, meledaklah!”
Saat sesepuh kepala meraung, kedelapan naga petir kuno itu gemetar, dan tubuh salah satu naga mulai bergemuruh. Suara gemuruh bagai petir itu mustahil untuk dideskripsikan, dan sambaran petir berhamburan dari tubuhnya, membentuk badai petir!
Bukan hanya satu naga petir kuno yang meledak, melainkan dalam waktu singkat, kedelapan naga petir kuno itu telah meledak. Kedelapan badai petir tersebut menyebar. Kekuatannya cukup besar untuk memusnahkan segala kehidupan di dalam sebuah wilayah bintang!
Badai-badai itu langsung menerjang ke arah Wang Lin. Di saat yang berbahaya ini, Cambuk Pemusnah Jiwa di tangan Wang Lin mencambuk dengan membabi buta, tetapi badai itu terlalu kuat. Untuk pertama kalinya, Cambuk Pemusnah Jiwa tidak cukup kuat!
Retakan tak terhitung jumlahnya muncul di atas cambuk, dan saat suara letupan bergema, ujungnya hancur!
Tubuh Wang Lin berlumuran darah. Pada saat ini, sesepuh kepala sedikit merasa lega, seolah-olah ia telah memastikan bahwa cambuk itu bukanlah seperti yang ia duga sebelumnya. Begitu ia merasa tenang, niat membunuh kembali meliputinya saat ia melesat maju. Ia berniat bekerja sama dengan badai petir untuk membunuh Wang Lin!
“Matilah kau, orang tua!” Sesepuh kepala langsung mendekat dengan senyum seringai. Ia mengangkat tangannya dan hendak menghantamkannya ke bawah!
Namun, tepat pada saat ini, sebuah perubahan mengejutkan terjadi!
Wang Lin berjuang di dalam badai yang dibentuk oleh kedelapan naga petir kuno tersebut. Tubuh dewa kuno miliknya hampir hancur dan jiwa asalnya terluka parah!
Matanya memerah dan ia menghela napas. Pada tingkat kultivasi ini, ia tidak cukup kuat untuk melawan seorang kultivator Bencana Surga kelima. Ia hendak mengaktifkan jimat untuk menuju ke Tujuh Juta Dunia ketika keterkejutan memenuhi matanya!
Sinar cahaya keemasan yang menyilaukan terpancar dari Cambuk Pemusnah Jiwa yang hancur, dan dalam sekejap, lebih banyak cahaya keemasan yang menyebar. Cahaya keemasan ini memancarkan aura yang tak terlukiskan, bahkan naga-naga petir kuno di dalam badai pun tampak tertegun!
Bahkan dunia seolah berhenti, membuatnya tampak seolah-olah seseorang telah menggunakan mantra Berhenti!
Segala suara seolah lenyap dari dunia ini, dan semua gemuruh petir pun menghilang. Segala sesuatu selain cahaya keemasan dan aura dari cambuk itu seolah lenyap!
Di dalam cahaya keemasan, Cambuk Pemusnah Jiwa yang berukuran seratus ribu kaki itu menyusut dan terus runtuh dalam diam. Saat lapisan-lapisan terkelupas darinya, cahaya keemasan yang terpancar menjadi semakin pekat!
Hanya dalam sekejap, Cambuk Pemusnah Jiwa yang berukuran seratus ribu kaki itu menyusut hingga hanya tinggal sepuluh kaki panjangnya. Paiqun kulit terakhir pada cambuk itu terkelupas, lalu sebuah perubahan mengejutkan terjadi pada cambuk tersebut!
Sekilas, itu tidak tampak seperti cambuk, melainkan seberkas cahaya! Berkas cahaya keemasan!
Seolah-olah seseorang telah mengekstrak cahaya dari dunia menggunakan mantra yang kuat dan memadatkannya menjadi benang emas sepanjang sepuluh kaki ini! Tekanan yang tak terlukiskan terpancar dari benang emas tersebut!
Wang Lin memegang benang emas ini. Pada saat ini, pikirannya bergetar dan ia merasakan ilusi bahwa ia sedang memegang jutaan jiwa di tangannya ini! Jiwa-jiwa dan cahaya ini menyatu melalui mantra aneh untuk membentuk Cambuk Pemusnah Jiwa, yang berspesialisasi dalam merusak jiwa!
Secara samar-samar, pencerahan muncul di benak Wang Lin. Wang Lin memegang benang emas sepanjang sepuluh kaki itu dan melambaikannya dengan lembut. Benang emas itu meliuk bagai ular dan mencambuk ke arah badai yang dibentuk oleh naga-naga petir kuno!
Begitu benang emas itu dicambukan, benda itu memanjang tanpa batas! Seribu kaki, sepuluh ribu kaki, seratus ribu kaki!
Benang emas ini memanjang tanpa henti dan langsung membelah badai petir yang mengelilingi Wang Lin. Badai petir itu bergemuruh dan seketika runtuh!
Saat badai itu runtuh, jiwa dari kedelapan naga petir kuno itu terbelah menjadi dua, dan mereka mengeluarkan tangisan pilu. Mereka mulai memudar dan bersiap untuk kembali ke Alam Petir Kuno yang telah lama lenyap!
Mata sesepuh kepala dipenuhi dengan kengerian yang luar biasa. Begitu benang emas itu muncul, ia dengan cepat mundur namun tetap terkena sambarannya. Ia langsung memuntahkan darah saat mundur dengan tergesa-gesa, lalu berseru, “Ini!! Ini!! Cambuk Penyegel Jiwa Juta Dunia itu telah diambil saat itu. Seharusnya benda itu tidak pernah muncul kembali di dunia ini!!”
“Siapa sebenarnya kau? Dari mana asalmu? Mengapa kau memiliki pusaka pemimpin kelompok kultivator yang membantu Leluhur saat itu?!” Keterkejutan di dalam hati sesepuh kepala mencapai puncaknya. Ia pernah melihat cambuk itu dengan mata kepalanya sendiri!!
Dulu ketika leluhur masih ada, ia hanyalah seorang kultivator Pembentukan Jiwa. Ia melihat sendiri pemimpin kelompok kultivator itu menggunakan cambuk tersebut. Dengan satu ayunan, dunia runtuh dan waktu seolah berputar balik. Sebuah retakan raksasa muncul di dunia, dan di tengah keruntuhan itu, Tujuh Juta Dunia pun muncul!
Ia juga melihat kultivator itu mengayunkan cambuk untuk kedua kalinya, yang membuka kehampaan, dan dari kegelapan, cambuk itu menarik makhluk yang tak terhitung jumlahnya. Makhluk-makhluk ini dimasukkan ke dalam Tujuh Juta Dunia. Merekalah penduduk pertama Tujuh Juta Dunia!
Ia juga melihat ketika kultivator itu mengeluarkan makhluk-makhluk tersebut, raungan penuh amarah terdengar dari dalam kehampaan, lalu aura menakutkan yang masih diingatnya dengan jelas keluar dari kehampaan itu. Sesosok bayangan ilusi melesat keluar diiringi raungan tersebut.
Namun, sosok yang membuatnya ketakutan itu hancur berkeping-keping ketika kultivator misterius tersebut mencambuk untuk ketiga kalinya!
“Mereka sudah pergi, mereka membawa cambuk itu dan pergi. Mengapa pusaka ketua mereka muncul kembali, dan berada di tangan orang ini?! Kecuali—kecuali ini adalah arwah leluhur yang sedang bekerja, mengirim orang ini ke sini untuk memberiku Cambuk Penyegel Jiwa Juta Dunia itu milik Leluhur tadi terlintas di pikirannya!!” Sesepuh kepala dipenuhi dengan keserakahan yang tak berujung.
Wang Lin tidak punya waktu untuk memikirkan apa yang dipikirkan oleh sesepuh kepala. Pada saat ini, matanya memancarkan cahaya aneh. Jantungnya berdegup kencang saat ia menatap jiwa-jiwa delapan naga petir kuno yang terkoyak dan sedang ditarik mundur.
“Ini adalah naga petir kuno. Meskipun mereka hanya berupa jiwa, mereka tetaplah naga petir kuno yang asli. Dulu, aku hanya berhasil melahap separuh dari seekor. Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini!”
Mata Wang Lin bersinar terang. Jiwa-jiwa itu hampir memudar, dan begitu mereka lenyap, ia tidak akan pernah mendapatkan kesempatan seperti ini lagi. Pada saat ini, ia tidak sanggup memikirkan hal lain, dan sebuah pusaran air muncul di antara kedua alisnya. Jiwa asalnya melesat keluar dari sana!
Jiwa asalnya adalah seekor naga petir kuno, tetapi pada saat ini, wujudnya membesar dengan pesat bagai kabut tak bertepi!
Wang Lin dulu hanya mampu melahap separuh dari naga petir kuno itu karena saat berada di Planet Suzaku, Wang Lin telah menjadi seorang pelahap jiwa! Seorang pelahap jiwa dapat melahap jiwa apa pun di dunia ini!
Meskipun Wang Lin sudah lama tidak menggunakan kekuatan itu, hari ini ia akan menggunakannya sekali lagi!
“Melahap, melahap, melahap, melahap kedelapan naga petir kuno ini. Lahap mereka dan kekuatan petirku akan meningkat pesat!!!” Pikiran Wang Lin memancarkan tekad yang menggila ini. Jiwa asalnya bergerak di bawah kendalinya dan mulai melahap!
Jiwa-jiwa naga petir kuno yang tadinya hampir lenyap itu bergetar, dan sebagian dari mereka berhasil dilahap oleh Wang Lin!
Seketika itu juga, jiwa asal Wang Linmelonjak bagai orang gila dan petir bergemuruh. Kekuatan petir miliknya belum pernah meningkat separah seperti sekarang ini!
Pemandangan ini membuat sesepuh kepala terperangah, matanya membelalak tak percaya. Ia tidak pernah bermimpi bahwa Wang Lin akan berani melahap, dan benar-benar mampu melahap naga petir kuno!
“Ini… Bagaimana ini mungkin terjadi…”
Chapter 1352 · 6m baca
Battle at the Scatter Thunder Clan! (6)
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter