Tawa Zhang Jingyun terdengar begitu renyah saat ia membawa Wang Lin mendekat dan memperkenalkan pemuda itu kepada kerumunan.
Para kultivator yang jelas-jelas baru datang ke 7 Juta Dunia itu semuanya menyapa Wang Lin dan mengucapkan beberapa patah kata. Mengenai isi hati mereka yang sebenarnya, Wang Lin merasa seolah-olah ia sedang menghadapi sekelompok anak kecil; ia bisa dengan mudah melihat tembus ke dalam pikiran mereka.
Adapun keempat kultivator lainnya, seperti Zhang Jingyun, mereka memandang Wang Lin seolah-olah sedang mengamati seekor anak domba yang empuk. Mereka memasang senyum palsu dan berbasa-basi sejenak.
Sisa kultivator di luar formasi bersikap acuh tak acuh. Mereka tentu saja melihat apa yang sedang terjadi, namun mereka memilih untuk mengabaikannya. Hal semacam ini terjadi setiap saat di alun-alun pusat 7 Juta Dunia.
Zhang Jingyun dan rekan-rekannya berdiri dalam formasi kepungan untuk mencegah segala kemungkinan yang tidak diinginkan. Wang Lin mengedarkan pandangannya lalu memejamkan mata. Ia sama sekali tidak peduli untuk memerhatikan pesan-pesan rahasia yang saling mereka kirimkan.
“Saudara Zhang memang hebat karena berhasil membawa Yu Fei, yang baru saja masuk dalam Peringkat Petir Tersebar, ke tempat ini. Aku sangat mengagumimu!”
“Meskipun demikian, kita tetap harus berhati-hati. Pasti ada sesuatu yang luar biasa dari dirinya sehingga ia bisa masuk ke dalam Peringkat Petir Tersebar. Akan lebih baik jika kita tidak lengah.”
“Saudara Zhou terlalu khawatir. Orang ini baru berada di tahap awal Ascendant. Lupakan soal kami berempat yang menyerang bersama-sama, bahkan salah satu dari kami saja sudah bisa membunuhnya sesuka hati! Lagipula, dengan adanya Senior Zhao di sini, orang ini tidak akan bisa berbuat apa-apa!”
“Benar sekali, Senior Zhao berada di tahap Illusory Yin dan hanya tinggal selangkah lagi menuju tahap Corporeal Yang. Beliau adalah seseorang yang berdiri di atas kebanyakan orang, dan dengan adanya Senior di sini, kita tentu akan mengikuti perintah Senior.”
“Setelah mengumpulkan jejak-jejak Petir Spiritual dari orang-orang ini, kita akhirnya bisa membentuk Petir Spiritual yang utuh. Setelah itu, kita bisa pergi ke Kuil Kristal Petir untuk menukarnya dengan keempat pedang terbang tingkat dewa itu!”
Tidak butuh waktu lama bagi formasi yang dikelilingi oleh ratusan kultivator itu untuk memancarkan kilatan cahaya dan menunjukkan tanda-tanda aktif. Beberapa kultivator tampak bersemangat dan antusias. Mereka jelas sangat menikmati peran sebagai dao surgawi. Bahkan kultivator berilmu Illusory Yin di kelompok Zhang Jingyun pun merasakan hal yang sama. Bibirnya menyunggingkan senyuman.
Beberapa saat kemudian, formasi itu bergemuruh dan Wang Lin membuka matanya.
Zhang Jingyun tampak bersemangat dan tersenyum lebar. “Semuanya, formasi akan segera terbuka. Cepat, keluarkan token kalian. Kita berlima akan bekerja sama agar tidak terpencar, dan begitu kita masuk ke 7 Juta Dunia, kita bisa menjadi dao surgawi bersama-sama. Sungguh suatu kegembiraan!”
“Aku khawatir kalian semua hanya perlu merasakan sensasi menjadi dao surgawi sekali saja dan langsung ketagihan. Aku tidak akan membuang waktu lagi, ayo kita masuk!” Melihat Wang Lin dan yang lainnya mengeluarkan token mereka, Zhang Jingyun dan rekan-rekannya langsung melesat masuk sambil mengapit kelompok Wang Lin.
Begitu mereka memasuki formasi, cahaya terang menyilaukan terpancar dan membentuk sebuah badai yang sanggup merobek dunia. Semua orang menghilang di dalam formasi tersebut!
Dunia bergemuruh. Di salah satu dunia di dalam 7 Juta Dunia, terdapat badai yang tak berujung. Petir menyambar-nyambar dan hujan turun lebat dari langit.
Terdapat sebuah kota fana di daratan itu. Hari sudah malam dan hujan turun dengan derasnya. Tidak banyak orang yang berkeliaran di luar.
Namun, di atas puncak sebuah gunung di kejauhan, berdiri sesosok figur!
Orang ini memiliki rambut putih seutuhnya dan sorot matanya bagaikan kilat. Ia tampak bagai matahari di tengah malam yang berangin dan basah oleh hujan ini. Ia berdiri tegak dan tubuhnya memancarkan tingkat kultivasi puncak Soul Formation. Rambut putihnya terurai ditiup angin sementara pakaiannya berkibar kencang menimbulkan suara gemerisak.
“Aku, Liu Bei, mulai berkultivasi pada usia tujuh tahun. Aku tercerahkan oleh perubahan alam semesta serta mengamati angin dan gawang awan. Aku mencapai tahap Soul Formation pada usia 372 tahun, dan kini, setelah lebih dari 500 tahun berlalu, aku telah mencapai puncak tahap Soul Formation. Hari ini, aku akan meruntuhkan dunia ini untuk menyambut hukuman ilahi dan memasuki Alam Dewa!” Suara lelaki tua itu terdengar lembut, seolah ia sedang berbicara pada dirinya sendiri, tetapi kepalanya mendongak menghadap langit seakan-akan sedang meraung ke arah kahyangan!
“Jika aku gagal melewati hukuman ilahi ini, maka aku akan berreinkarnasi dan berkultivasi sekali lagi. Jika aku berhasil, aku akan menunggumu di Alam Dewa!” Mata lelaki tua itu bersinar terang saat ia mengibaskan lengan bajunya dan suara gemuruh petir pun bergema!
Petir tiba-tiba menerangi dunia yang gelap gulita, menyingkapkan ribuan kultivator yang berada di sekeliling gunung. Mereka semua menatap penuh semangat, dengan pandangan berapi-api, ke arah lelaki tua di puncak gunung itu! Mereka semua adalah para murid dan keturunan dari lelaki tua tersebut!
“Menjadi dewa! Menjadi dewa! Aku, Liu Bei, akan menjadi dewa! Jika langit mencoba menghentikannya, maka aku akan menghancurkan langit! Jika para dewa mencoba menghentikanku, aku akan membunuh para dewa!” raung lelaki tua itu sambil melesat menerjang langit.
Pada saat yang sama, dunia bergemuruh dan awan-awan buyar. Awan hukuman ilahi mulai berkumpul, dan seiring deru angin yang kencang, gumpalan awan hukuman ilahi dalam skala besar pun terbentuk!
Terdapat lebih dari 10 siluet di dalam awan hukuman ilahi tersebut. Siluet-siluet itu memancarkan cahaya terang, melepaskan gelombang energi spiritual dewa. Sekilas, mereka tampak seperti dewa sungguhan!
Ruang di balik ke-10 siluet itu tampak berdistorsi dan kemudian menyingkapkan sebuah benua yang megah di belakangnya. Tempat itu dipenuhi dengan energi spiritual dewa yang melimpah, dihiasi ribuan bangau dewa yang terbang, serta istana-istana yang memenuhi daratan!
“Alam Dewa!!! Itulah Alam Dewa!!!”
“Hukuman ilahi Leluhur telah memunculkan lebih dari 10 dewa!! Ini adalah pertanda baik!! Pertanda baik!!”
Ribuan kultivator di sekitar gunung membelalakkan mata mereka karena diliputi rasa takjub. Ini adalah pertama kalinya mereka menyaksikan pemandangan semacam itu!
Ketika mereka melihat hal tersebut, hasrat mereka untuk menjadi dewa melonjak dengan drastis!
Begitu hukuman ilahi itu muncul, tekanan yang luar biasa kuat tercipta dan membuat gunung di bawahnya bergetar hebat. Ribuan kultivator itu langsung terdorong mundur hingga sejauh lebih dari lima kilometer!
Wang Lin adalah salah satu dari bayangan-bayangan tersebut. Menatap ke arah bumi di bawah sana, ia merasakan tekanan yang sangat kuat. Orang-orang lain mungkin bahkan merasa sangat bersemangat. Bagaimanapun juga, menjadi langit dan menjelma sebagai hukuman ilahi adalah sesuatu yang akan membuat sebagian besar kultivator tenggelam dalam euforia. Itu adalah sebuah sensasi yang tidak ingin mereka lepaskan!
Kendati demikian, Wang Lin telah mengalami sendiri hukuman ilahi secara langsung, dan bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh kebanyakan kultivator!
Apa yang ia alami persis sama dengan apa yang sedang dihadapi oleh lelaki tua itu, bahkan dengan cakupan yang jauh lebih luas dan kekuatan yang jauh lebih dahsyat!
Sebuah perasaan ngeri muncul di lubuk hati Wang Lin, membuatnya tidak mampu terbawa dalam kegembiraan semacam itu!
“Sesuai dengan kebiasaan, selama formasi aktif, kita pasti akan menemui orang-orang yang sedang mengalami hukuman ilahi. Kali ini, jangan berebut denganku, biarkan aku saja yang melakukannya!” Zhang Jingyun menunjukkan ekspresi antusias dan langsung menangkupkan tangan ke arah orang-orang di sekitarnya.
“Baiklah, silakan Saudara Zhang yang maju!” Yang lainnya tertawa dan mengangguk setuju.
Zhang Jingyun menjadi semakin bersemangat saat ia melangkah maju dan sekujur tubuhnya diselimuti oleh cahaya Kristal. Ia melangkah keluar dari barisan awan dan muncul tepat di bawah awan hukuman ilahi!
Pada saat ini, ia dikelilingi oleh energi spiritual dewa. Siapa pun yang melihatnya akan merasa terdorong untuk sujud menyembah. Ia mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke arah lelaki tua di bawah sana. Ucapannya terdengar menggelegar bagaikan petir.
“Kultivator alam bawah, bertahanlah dari hukuman ilahi untuk naik tingkat menjadi dewa!” Seiring menggema-nya perkataan Zhang Jingyun, sebersit petir menyambar keluar dari dalam awan!
Lelaki tua bernama Liu Bei itu menatap terperangah ke arah lebih dari 10 siluet di dalam awan hukuman ilahi dan merasakan kulit kepalanya meremang. Ia tidak menyangka bahwa hukuman ilahinya akan menarik begitu banyak dewa!
Namun di sisi lain, gelombang rasa bangga memenuhi hatinya. Ia melancarkan raungan sembari mengerahkan seluruh tingkat kultivasinya dan melesat menyongsong hukuman ilahi tersebut!
Gemuruh petir mengguncang langit, membuat dunia bergetar dan butir-butir hujan terpental buyar! Setelah sambaran petir itu mereda, wajah lelaki tua tersebut tampak pucat pasi. Beberapa pusaka pelindung di hadapannya hancur berkeping-keping.
Meskipun demikian, ia tidak putus asa. Sorot matanya memancarkan tekad yang pantang menyerah. Kedua tangannya membentuk segel sembari meraung dan mengerahkan sejumlah besar pertahanan guna bersiap menghadapi hukuman ilahi yang kedua!
Saat Wang Lin mengamati semua kejadian ini, batinnya bergetar hebat. Ia tidak dapat menenangkan pikirannya untuk waktu yang lama. Pada saat itu, seorang pemuda berpakaian hitam, yang merupakan salah satu pendatang baru, bertanya, “Rekan Kultivator, mengapa kita tidak langsung membunuhnya dengan satu sambaran hukuman ilahi saja alih-alih meningkatkan kekuatannya secara bertahap?”
Begitu pertanyaan itu terlontar, mata Wang Lin memancarkan kilatan aneh. Hukuman ilahi yang pernah ia alami juga berlangsung seperti ini. Sambaran pertama sering kali tidak terlalu kuat, dan kekuatannya perlahan-lahan meningkat!
Sebelum Wang Lin memasuki 7 Juta Dunia ini, pertanyaan tersebut tidak pernah terlintas di benaknya. Ia pikir memang sudah begitulah hukum alam yang seharusnya. Namun sekarang, keraguan itu menghantam benak Wang Lin bagaikan sambaran kilat!
“Langit memiliki kebajikan. Sekalipun mereka berada di ambang bahaya, langit tetap memberikan secercah harapan. Petir hukuman ilahi semata-mata bertujuan untuk menempa para kultivator alam bawah, jadi meluncurkan sambaran satu persatu dapat membuat mereka benar-benar merasakan keagungan langit sebelum mereka dihancurkan! Tentu saja, semua itu hanyalah omong kosong klan!
“Namun alasan sebenarnya di balik peningkatan kekuatan hukuman ilahi secara bertahap adalah untuk memicu perjuangan dan tekad pantang menyerah dari lubuk hati para kultivator alam bawah. Hanya dengan cara inilah Petir Spiritual yang misterius dapat terlahir di dalam tubuh mereka,” ucap kultivator bernama Zhou perlahan.
Kata-kata tersebut memiliki makna yang sangat berbeda di telinga Wang Lin. Ia memejamkan mata, sementara gelombang besar bergolak di dalam pikirannya. Ia samar-samar mulai memahami sesuatu...
Gemuruh petir terus bersahut-sahutan, dan sambaran hukuman ilahi kedua, ketiga, keempat, serta kelima meluncur turun di bawah kendali Zhang Jingyun. Pada saat ini, wajahnya tampak menyeringai buas dan dipenuhi dengan kegembiraan yang tiada tara. Sensasi yang sedang ia rasakan saat ini seribu kali, sepuluh ribu kali lipat lebih memuaskan daripada kultivasi ganda!
“Akulah dao surgawi, dan akulah penguasa petir!”
Gemuruh petir kembali bergema. Menghadapi hukuman ilahi tersebut, lelaki tua itu memuntahkan seteguk darah dan sekujur tubuhnya telah berubah menjadi lautan darah. Keputusasaan perlahan-lahan merayap di matanya! Pada saat kritis ini, sambaran hukuman ilahi keenam pun turun!
Sambaran hukuman ilahi yang keenam itu memiliki lebar puluhan kaki, bahkan menyebabkan bumi bergetar hebat seolah-olah hendak runtuh!
Petir itu langsung menghantam turun seiring sang lelaki tua mengerahkan sisa-sisa tenaga untuk mengeluarkan raungan terakhir dalam hidupnya!
“Aku ingin menjadi dewa!!”
Suaranya menggelegar membelah langit, dan tatkala suara itu memasuki telinga Wang Lin, ia pun membuka matanya.
Gemuruh petir membahana saat sambaran petir surgawi yang keenam itu menubruk turun. Tubuh lelaki tua tersebut hancur lebur dan jiwanya musnah tak bersisa!
Chapter 1340 · 7m baca
So This is Divine Retribution
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter