Tujuh Bintang, Enam Penjuru, dan Lima Elemen bergabung menjadi satu. Kekuatan ini sanggup menghancurkan segalanya! Wajah Wang Lin tampak pucat, tetapi matanya justru semakin bersinar terang!
Samar-samar ia menangkap perkataan Penguasa Alam Segel. Retribusi surgawi adalah sebuah malapetaka sekaligus sebuah keberuntungan!
“Sembilan adalah batasnya. Ada Sembilan Istana, Delapan Diagram, Tujuh Bintang, Enam Penjuru, dan Lima Elemen, jadi pasti ada empat, tiga, dan dua! Aku tidak tahu apa itu empat dan tiga, tapi dua sudah pasti yin dan yang!
“Dari sembilan hingga dua, setelah melalui beberapa fase perubahan, mereka akan berubah menjadi satu!! Mungkinkah angka satu dari retribusi ini adalah Ji!?!” Jantung Wang Lin berdegup kencang, tetapi ia tidak begitu yakin. Kendati demikian, ia harus bertarung dan melawan hingga titik darah penghabisan untuk melihat apakah ini adalah Ji yang telah lama ia dambakan, ia tidak mau menyerah begitu saja!
Tepat pada saat itu, Tujuh Bintang tiba-tiba merapat, dan ekspresi sesepuh agung Sekte Iblis pun berubah. Meskipun sang ketua sekte tidak mengatakan apa-apa tentang orang yang menghadapi retribusi surgawi ini, dari kata-kata terakhir ketua sekte dan batu giok tersebut, hubungan orang ini dengan sang ketua sekte pastilah bukan hubungan yang biasa.
Matanya berbinar dan ia bersiap melangkah maju untuk membantu Wang Lin menahan malapetaka Tujuh Bintang!
“Senior, Anda tidak perlu membantu. Aku akan menahan retribusi surgawi ini sendiri!” Suara Wang Lin bergema menembus kehampaan. Sesepuh agung Sekte Iblis itu tertegun sejenak, dan Tujuh Bintang pun semakin mendekat!
Tujuh Bintang turun dengan niat membunuh yang mengerikan, dan tujuh sinar cahaya menghantam Wang Lin. Suara gemuruh meledak dan tubuhnya seketika bersimbah darah. Jiwa asalnya bergetar hebat dan ia terdorong mundur. Wajahnya sepucat mayat setelahnya, namun ia justru mulai tertawa.
Tepat saat Tujuh Bintang memasuki tubuhnya, benda itu terhubung dengan Delapan Diagram dan menciptakan aura yang jauh lebih destruktif untuk meremukkan tubuhnya!
Kendati berada di bawah tekanan kekuatan ini, Wang Lin samar-samar merasakan aura Alam Ji. Wang Lin sangat akrab dengan Alam Ji. Alam itu pernah menemaninya selama ratusan tahun!
Saat ia merasakan secercah kekuatan Ji itu, bagaimana mungkin ia tidak merasa bahagia dan tertawa? Meskipun saat ini ia terluka parah dan tubuhnya nyaris hancur berkeping-keping, ia tetap tertawa. Ia merentangkan tangan dan membiarkan cangkang kura-kura yang terbentuk dari Enam Penjuru menghantam tubuhnya.
Gemuruh guntur kembali bergema. Tubuhnya hancur berantakan dan berlumuran darah, tetapi tempat di mana Li Qianmei bersembunyi tetap aman tanpa kurang suatu apa pun! Tubuh dewa kuno, terutama tubuh dewa kuno bintang 6, memiliki ketahanan yang luar biasa kuat hingga tingkat yang sulit digambarkan. Bahkan setelah menderita pukulan separah itu, ia masih dapat pulih dengan cepat.
Cangkang-cangkang dari Enam Penjuru merasuk ke dalam tubuh Wang Lin dan menyatu dengan Tujuh Bintang, Delapan Diagram, serta Sembilan Istana. Jiwa asal Wang Lin meledak! Namun, ia menguncinya rapat-rapat di dalam tubuhnya dan tidak membiarkannya buyar.
Pandangan mata Wang Lin sempat meredup sebelum akhirnya kembali tajam. Ia melambaikan tangan kanannya dan sekumpulan pil besar bermunculan. Ia langsung melahapnya untuk memulihkan diri, dan tak lama kemudian, jejak telapak tangan Lima Elemen tiba!
Begitu jejak telapak tangan itu tiba, mata Wang Lin bersinar terang. Ia sedang menunggu saat ini! Ia berjuang untuk melangkah maju, lalu membuka mulutnya untuk menelan jejak telapak tangan api.
“Api langit, masuklah ke dalam tubuhku dan tempa jiwa asalku!” Wang Lin meraung saat ia melahap jejak telapak tangan api tersebut. Kobaran api yang tak bertepi menyapu sekujur tubuhnya dan membakar jiwa asalnya yang hampir runtuh. Di luar dugaan, jiwa asal Wang Lin terbentuk kembali di bawah kobaran api itu, dan esensi api mulai bermunculan. Api tersebut membentuk sebuah pusaran di dalam jiwa asalnya, menyerap kekuatan dari telapak tangan api itu.
Pada saat yang sama, jejak telapak tangan logam, kayu, air, dan tanah menghantam tubuh Wang Lin. Mereka meninggalkan empat tanda yang jelas dan mulai menghancurkan bagian dalam tubuhnya.
“Api dan petir dari Delapan Diagram, perkokoh tubuhku!” Sambil Wang Lin meraung, Delapan Diagram yang berada di dalam tubuhnya pun muncul. Diagram api dan petir melepaskan diri dan mulai menahan hantaman jejak telapak tangan tersebut!
Setelah kedua diagram itu masuk ke dalam tubuh Wang Lin, ia sengaja menyembunyikannya. Sekarang, ia melepaskannya secara serentak, membuat retribusi surgawi itu lengah! Berkat kemampuan pemulihan dewa kuno dan kedua diagram tersebut, ia berhasil menahan kehancuran dari Lima Elemen!
Ia tidak tewas setelah menerima Sembilan Istana, Delapan Diagram, Tujuh Bintang, Enam Penjuru, dan Lima Elemen!
Wang Lin menyeka darah di sudut bibirnya dan berteriak menantang ke arah pusaran retribusi surgawi, “Apa hanya itu kemampuanmu?!”
“Empat Dewa… Tanpa Batas…” Suara samar yang hampa tanpa emosi bergema ke seluruh penjuru dunia seolah menjawab tantangan Wang Lin.
Seiring dengan bergemahnya suara tersebut, raungan para makhluk buas terdengar dari dalam pusaran. Seekor Naga Azure perlahan-lahan keluar, dan menyusul setelahnya, Burung Vermilion merah memekik nyaring hingga menggelegar menembus langit.
Niat membunuh menyebar luas saat seekor Macan Putih menerjang keluar sambil mengaum, disusul pula oleh Kura-Kura Hitam yang melangkah keluar!
Empat Roh Retribusi Surgawi!
“Jadi mereka adalah Empat Dewa! Burung Vermilion, kembalilah!” Mata Wang Lin berbinar dan ia tersenyum sambil menunjuk ke arah Burung Vermilion. Burung Vermilion itu bergetar hebat lalu memekik. Ia melepaskan diri dari ketiga makhluk lainnya dan melesat ke arah Wang Lin.
Ia mendekat dalam sekejap dan mengitari Wang Lin sambil mengeluarkan raungan penuh kegembiraan. Di saat yang sama, bayangan Burung Vermilion muncul di sekeliling tubuh dewa kuno Wang Lin. Seiring dengan resonansi di antara mereka, Burung Vermilion itu terbang masuk ke dalam tubuh Wang Lin dan gelombang api melesat menembus kehampaan.
Setelah menyerap api dari Delapan Diagram dan Lima Elemen, ditambah dengan kehadiran Burung Vermilion, kobaran api di dalam diri Wang Lin telah mencapai puncak yang luar biasa!!!
Burung Vermilion di dalam tubuhnya telah bangkit tiga kali, dan setiap kali ia bangkit, pemahamannya tentang api meningkat pesat. Tiga kali kebangkitan tersebut telah membuat pemahamannya tentang api mencapai alam yang tak terbayangkan, sekaligus melahirkan esensi!
Segala teknik mantra api harus tunduk di hadapannya!
Ia bisa menyulut api dari siapa saja yang mengkultivasikan mantra api, dan ia mampu membunuh mereka hanya dengan lambaian tangannya. Setelah esensi tersebut lahir, kendali Wang Lin atas api telah mencapai batasnya, tetapi batas ini baru sebatas api kasat mata!
Api terbagi menjadi dua. Yang pertama adalah api kasat mata, yang mencakup berbagai jenis api yang berbeda. Yang kedua adalah api tak kasat mata, yang jauh lebih sulit dipahami. Kecuali seseorang telah mencapai batas api kasat mata, mustahil bagi mereka untuk memahami ranah api tak kasat mata!
Kemarahan adalah salah satu bentuk api tak kasat mata. Api itu tidak memiliki wujud fisik, tetapi dapat melampaui segala jenis api di dunia. Api itu adalah sejenis Dao, sebuah semangat, dan juga sebuah ranah!
Jika Wang Lin berhasil membangkitkan Burung Vermilion untuk keempat kalinya dan mencapai ranah api tak kasat mata, maka bahkan jika seseorang tidak mengkultivasikan mantra api apa pun, Wang Lin tetap bisa memicu kemarahan mereka. Ia kemudian bisa membakar mereka sampai mati dengan api kemarahan!
Api terkuat di dunia adalah api kemarahan. Setiap orang memilikinya, dan api itu tidak kasat mata. Jika seseorang tidak mampu menahannya, maka ia pasti akan mati!
Pada saat ini, setelah menyerap berbagai macam api dari retribusi surgawi, Wang Lin akan mencapai kebangkitan keempatnya. Ia hanya membutuhkan sedikit dorongan lagi untuk menerobos ranah api kasat mata dan masuk ke ranah api tak kasat mata!
Burung Vermilion di sekelilingnya memekik lalu merasuk ke dalam tubuhnya. Makhluk itu memelihara tubuhnya dan memulihkan jiwa asalnya, sehingga Wang Lin memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi kedatangan tiga roh lainnya!
Kendati demikian, retribusi surgawi belum usai, dan kekuatannya justru semakin lama semakin dahsyat. Pada saat ini, suara samar itu kembali bergema. Suara itu terasa dingin dan kejam, tanpa secercah emosi pun!
“Tiga Talenta… Tanpa Batas…”
Tiga Talenta, langit, bumi, manusia! Ketiganya bersesuaian dengan matahari, bulan, dan bintang! Langit adalah matahari, bumi adalah bulan, dan manusia adalah bintang! Seiring menyebarnya suara tersebut, kehampaan di sekitar berubah dan menjadi kacau balau!
Langit memiliki kekuatan matahari dan memancarkan hukum asal yang tak terbatas! Asal muasal dari segala sesuatu. Kekuatan ini menyebar tanpa ujung!
Bumi memiliki kekuatan bulan, dan ia mengandung kebalikan dari hukum asal. Hukum kepunahan muncul di dalam kehampaan!
Manusia memiliki kekuatan bintang dan memasuki kekacauan, membentuk hukum yang belum pernah Wang Lin lihat sebelumnya. Hukum itu bukan bagian dari hukum asal maupun hukum kepunahan! Ketiga kekuatan itu berubah menjadi tiga sinar cahaya yang melesat ke arah Wang Lin.
Kekuatan yang terkandung di dalamnya sangat tak terbayangkan dan sanggup memusnahkan segalanya!
“Dua Ritus… Tanpa Batas…” Suara samar itu kembali bergema. Seiring dengan bergemahnya suara dingin itu, sesuatu yang lain muncul di dalam kehampaan!
Dua Ritus adalah kekuatan Yin dan Yang, kehidupan dan kematian. Itu juga merupakan kekuatan karma. Segala hal di dunia tercakup di dalamnya. Langit dan bumi melahirkan Empat Dewa, dan Empat Dewa berubah menjadi Sembilan Istana. Mereka juga beresonansi dengan Tiga Talenta untuk menciptakan kekuatan yang mengguncang langit. Mereka membentuk diagram yin dan yang raksasa di dalam kehampaan.
Diagram yin dan yang itu terbentuk dengan Wang Lin sebagai pusatnya. Diagram tersebut berputar seperti orang gila, dan suara gemuruh meledak saat benda itu dengan cepat menyusut ke arah Wang Lin!
Pada saat yang sama, cahaya Tiga Talenta mendekati Wang Lin. Ini bukanlah kekuatan yang mampu ditahan oleh Wang Lin. Cahaya Langit menembus titik di antara kedua alis Wang Lin. Cahaya Bumi menembus dada Wang Lin. Cahaya Manusia terbelah menjadi empat dan menembus keempat anggota tubuhnya!
Pada detik ini, diagram yin dan yang menghantam Wang Lin dan menyelimuti seluruh tubuhnya.
Gemuruh guntur bergema bersahut-sahutan. Tubuh dewa kuno bintang 6 milik Wang Lin tidak mampu menahan kekuatan destruktif tersebut. Tubuhnya bersimbah darah, namun Li Qianmei sama sekali tidak terluka. Retribusi surgawi ini hanya menargetkan Wang Lin dan mengabaikan orang lain!
“Satu retribusi… Retribusi tanpa batas, mulailah…” Saat tubuh Wang Lin berada di ambang kehancuran, suara samar itu kembali bergema. Kehampaan itu seolah hancur berkeping-keping, dan gelombang cahaya bermunculan entah dari mana.
Sembilan Istana, Delapan Diagram, Tujuh Bintang, Enam Penjuru, Lima Elemen, Empat Dewa, Tiga Talenta, dan Dua Ritus semuanya muncul, dan saat mereka berputar mengelilingi satu sama lain, kekuatan surgawi yang ekstrim pun lahir!
Inilah Ji!
Meskipun Wang Lin terluka parah, hati Dao dan ranahnya masih tetap utuh. Tiba-tiba, sebuah perubahan terjadi! Di dalam tubuhnya, mulai dari Sembilan Istana hingga Dua Ritus secara tak terduga… secara tak terduga juga muncul di dalam tubuhnya seperti halnya retribusi surgawi di luar!
Ji juga terlahir di dalam tubuhnya!
Chapter 1306 · 7m baca
Birth of the Ji Realm
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter