Waktu bagaikan pisau mematikan yang tergantung di udara, dengan cepat meluncur ke arah Wang Lin. Tinggal dua hari lagi!
Kini, ada seratus benua liar di sekeliling tempat Wang Lin berada. Benua-benua itu tersusun dalam formasi yang aneh, memancarkan energi asal dan sedikit petunjuk hukum alam.
Wang Lin dan wanita berprawakan perak itu telah menyelimuti benua-benua tersebut dengan tiga pembatasan agung, menciptakan badai yang mampu menghancurkan langit. Namun, Wang Lin terus menahannya, tidak membiarkannya meledak sampai benua-benua di sekitarnya berhasil dimurnikan menjadi harta karun pembatasan raksasa menggunakan tiga pembatasan agung tersebut!
Master Flamespark sebelumnya meminjam pecahan Alam Surgawi Petir untuk memurnikan sebuah harta karun. Meskipun material yang dimiliki Wang Lin tidak sebaik miliknya, metode ini setara dan bahkan sedikit lebih unggul berkat adanya tiga pembatasan agung itu.
Jika Master Flamespark harus bertarung melawan Wang Lin sekarang, dia pasti akan kalah!
Seratus benua liar ini memancarkan tekanan yang luar biasa, tetapi Wang Lin terus menahannya hingga tekanan itu tersembunyi. Dia tidak cukup arogan untuk berpikir bisa menipu seorang kultivator Langkah Ketiga, namun dia ingin kekuatannya terkondensasi hingga titik tertentu sebelum akhirnya meletus!
Selama berkecimpung dalam berbagai pertempuran hidup dan mati hingga saat ini, jarang sekali Wang Lin melakukan persiapan Segila ini dalam waktu singkat. Setiap persiapan tambahan yang dia buat akan menjadi satu garis kehidupan ekstra dalam perjuangan ini.
Kali ini, Wang Lin tahu bahwa seorang kultivator Langkah Ketiga berniat membunuhnya, dan dia hampir tidak memiliki peluang untuk selamat. Jika itu adalah orang lain selain Wang Lin, mereka mungkin sudah terpuruk dalam keputusasaan dan kehilangan tekad untuk melawan. Bagaimanapun, musuh mereka adalah kultivator Langkah Ketiga, sehingga segala persiapan yang dilakukan akan terasa sia-sia.
Namun, Wang Lin adalah seorang kultivator penentang surga sekaligus Dewa Kuno Sejati. Kebanggaannya, martabatnya, dan sifat penentang surganya tidak akan pernah membiarkannya menyerah. Bahkan seorang kultivator Langkah Ketiga pun tidak bisa membuatnya bertekuk lutut!
"Aku bisa mati, tetapi aku akan mati dalam pertempuran, bukan mati dengan cara yang memalukan. Jika kau ingin membunuhku, kau harus membayar harganya!" Mata Wang Lin memerah setelah melakukan persiapan selama lima hari berturut-turut. Dia menarik napas dalam-dalam saat tangannya membentuk segel, lalu tiba-tiba merentangkan kedua lengannya.
Begitu tangan Wang Lin bergerak, badai darah menyebar dengan Wang Lin sebagai pusatnya. Dalam waktu singkat, badai itu meluas ke seluruh benua liar hingga semuanya terselubung oleh warna merah pekat.
Ada banyak sekali binatang buas yang mendiami benua-benua liar ini. Ketika Wang Lin memindahkan benua-benua liar tersebut ke sini, dia tidak menyingkirkan binatang buas di dalamnya. Akibatnya, jumlah binatang buas yang berkumpul di tempat ini sangatlah mengerikan.
"Leluhur Klan Tato dahulu pernah mengajari tahapan mantra tato, dan Ta Shan juga diam-diam menceritakan apa yang telah dipelajarinya. Tato dimurnikan dari kulit hewan, mengambil esensi binatang buas untuk membentuk sebuah tato. Mereka memiliki kekuatan yang mampu mengguncang surga!
"Hanya saja, mantra ini terlalu mengerikan dan membutuhkan terlalu banyak nyawa. Aku sebenarnya tidak ingin menggunakan cara ini, tapi sekarang aku terpaksa!" Ada kilatan cahaya merah di mata Wang Lin saat dia mulai merapalkan mantra yang rumit. Mantra itu berubah menjadi tato-tato yang mengelilinginya, menerobos masuk ke dalam badai darah, dan dalam sekejap menutupi seluruh benua liar.
Binatang-binatang buas di benua liar itu semuanya bergidik ngeri dan mengeluarkan jeritan menyedihkan saat tubuh serta darah mereka dengan cepat mengering. Bahkan tulang-tulang mereka meleleh sementara esensi tubuh mereka berkumpul pada secarik kulit di antara alis mereka, membentuk sebuah tato berwarna darah.
Binatang buas yang tak terhitung jumlahnya itu melenguh keras hingga menggelegar ke seluruh wilayah tingkat 5. Semua kultivator di wilayah tingkat 5 merasakan guncangan ini, dan mereka yang memiliki tingkat kultivasi rendah bahkan mulai berhalusinasi karena tidak mampu mengendalikan pikiran mereka.
Saat binatang-binatang buas itu bertumbangan, tato-tato tersebut melayang di atas seluruh benua liar, menciptakan tekanan yang luar biasa mencengangkan. Tekanan ini sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan seorang kultivator tahap akhir Nirvana Shatterer. Tubuh mereka akan langsung hancur seketika, dan jiwa asal mereka akan kesulitan untuk lolos dari kematian!
"Sepuluh juta pedang yang terkondensasi menjadi satu adalah serangan balasan pertama yang aku siapkan untuk kultivator Langkah Ketiga yang ingin membunuhku! Seratus benua liar yang berfusi dengan tiga pembatasan agung adalah serangan balasan kedua yang ku siapkan untuknya!
"Tato Klan Tato yang tak terhitung jumlahnya, yang terbentuk dari jutaan binatang buas dan mampu menghancurkan dunia, akan menjadi serangan balasan ketiga!" Kristal asal tak berujung yang menumpuk di sekitar Wang Lin semuanya hancur dan lenyap seiring terkurasnya energi asal di dalamnya.
"Bahkan orang-orang di tahap Heaven’s Blight pasti akan mati jika terkena tiga jurus mematikan ini! Tapi ini belum menjadi batas dari dua ribu tahun kultivasiku!" Wang Lin telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk pertempuran ini. Dia menarik napas dalam-dalam saat tangannya terulur dan ruang penyimpanannya terbuka. Sambaran petir melesat keluar.
Begitu petir itu muncul, suara gemuruh terdengar. Binatang buas petir yang terbentuk dari Kereta Perang Pembunuh Dewa muncul! Seketika ia muncul, Wang Lin melambaikan tangan kanannya dan segala hiasan yang ditambahkan oleh Master Flamespark runtuh, mengembalikan wujud megahnya seperti di masa lalu.
Aum!
Binatang petir itu mengaum dan matanya memancarkan tatapan tajam yang kuat. Ia telah mendapatkan kesadarannya sendiri, jadi ia tahu bahwa Wang Lin sedang menghadapi krisis besar.
"Masih ada beberapa segel yang tersisa pada Kereta Perang Pembunuh Dewa ini. Jika di masa lalu, aku tidak akan membuka segel-segel itu, tapi sekarang aku bisa melakukannya!" Wang Lin menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan napas ke depan.
Embusan angin keluar dari mulutnya dan mendarat di atas Binatang Petir tersebut. Binatang petir itu bergetar hebat dan mengeluarkan suara retakan seolah-olah sebuah cermin sedang pecah berkeping-keping.
"Buka semua segel pada Kereta Perang Pembunuh Dewa yang kedua!" Mata Wang Lin tiba-tiba terbuka, memancarkan tatapan dingin. Saat hembusan angin itu menerpa kereta perang tersebut, dia memuntahkan seteguk darah yang juga jatuh melumasi kereta perang itu.
Binatang Petir tersebut menjerit kesakitan sementara tubuhnya membesar dengan cepat. Segala segel di tubuhnya runtuh dengan cepat hingga semuanya terbuka sepenuhnya!
Kereta Perang Pembunuh Dewa—yang dulu hancur sebelum sempat menyerbu Alam Surgawi—kini menampakkan wujudnya sekali lagi ke dunia!
Saat tubuh Binatang Petir itu mengembang, ukurannya mencapai puluhan ribu kaki tingginya. Tubuh bagian bawahnya dengan cepat berubah, menjelma menjadi sebuah kereta perang raksasa!
Bagian atas tubuhnya juga mengalami perubahan drastis, berubah menjadi tombak raksasa. Tombak ini terhubung dengan kereta perang dan memancarkan sambaran petir tanpa henti begitu ia muncul di hadapan Wang Lin!
Aura yang mampu mengguncang surga meledak dari kereta perang tersebut dan menghantam tubuh Wang Lin, membuat napasnya terhenti sejenak!
Bahkan bumi mulai bergetar, dan seratus benua liar yang diselimuti oleh tiga pembatasan agung itu pun ikut bergetar hebat.
"Sekarang, benda ini benar-benar layak disebut 'pembunuh dewa!'" Mata Wang Lin menyala terang saat dia melambaikan tangan kanannya, dan kereta perang raksasa itu mendarat di sisi kiri tubuhnya. Tombak tersebut memancarkan niat membunuh yang begitu kuat saat mengarah langsung ke langit!
Tangan kanan Wang Lin terulur sekali lagi, dan seekor kupu-kupu lima warna keluar lalu mulai mengitarinya. Ada pula seekor burung walet darah yang menemani kupu-kupu tersebut.
"Kereta Perang Pembunuh Dewa yang ketiga ini adalah yang terkuat! Bahkan sekarang, aku tidak bisa membuka semuanya, tetapi selain segel terakhir, aku yakin bisa membuka sisanya!" Tangan Wang Lin membentuk segel, dan darah kembali dimuntahkan untuk mendarat di atas kupu-kupu tersebut.
Dalam sekejap, kupu-kupu itu bergetar dan kepakan sayapnya seolah terhenti. Kemudian, sebuah kepompong raksasa secara bertahap muncul menyelimutinya!
Kepompong ini mirip dengan wujudnya saat hendak bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Begitu ia muncul, energi asal yang tak berujung mulai berkumpul. Bahkan energi asal milik Wang Lin terserap dengan cepat.
Seiring penyerapan energi asal tersebut, kepompong itu tumbuh semakin besar hingga mencapai ukuran sepuluh ribu kaki.
Mata Wang Lin terpejam sementara dia terus mengeluarkan kristal-kristal asal untuk diserap oleh kepompong itu. Tak lama kemudian, pertumbuhan ukuran kepompong itu berhenti, tetapi aura yang bergejolak di dalamnya menjadi jauh lebih ganas.
Waktu berlalu perlahan, dan satu hari pun terlewati!
Kepompong yang melayang di udara itu tiba-tiba runtuh dan menciptakan gelombang kejut kuat yang meniup segala sesuatu di sekitarnya. Bahkan Wang Lin terdorong mundur sejauh lebih dari sepuluh ribu kaki, namun matanya dipenuhi dengan ekspresi ekstasi.
Saat kepompong itu runtuh, sebuah kereta perang berwarna tujuh warna dengan ukuran ribuan kaki muncul! Kereta perang ini tidak memiliki tombak, melainkan memiliki tujuh duri yang mengerikan. Saat duri-duri tersebut menyerap energi asal, mereka memancarkan pendaran cahaya tujuh warna.
Kereta itu mendadak mendarat, dan seiring gerakan Wang Lin, kedua kereta perang kini berdiri kokoh di sisi kiri dan kanannya!
"Kedua kereta perang ini adalah serangan balasan keempatku! Sayangnya, waktu yang kumiliki tidak cukup. Jika aku punya lebih banyak waktu, aku pasti bisa mempersiapkan beberapa hal lagi!" Wang Lin mendongak menatap langit. Tinggal satu hari lagi!
Hanya tersisa waktu dua belas jam!
Dia memperkirakan bahwa dalam waktu dua belas jam, orang yang ingin membunuhnya akan datang dan krisis hidup-mati itu akan segera dimulai!
"Persiapan terakhirku adalah menyedot sisa karat dari pedang besi patah dalam 12 jam ke depan!" Wang Lin melambaikan tangan kanannya dan pedang besi patah itu melesat keluar.
Sekalipun pedang besi ini diperbaiki, itu tidak akan cukup untuk menahan krisis ini, dan Wang Lin sama sekali tidak berniat memperbaikinya karena sudah terlambat. Yang dia inginkan adalah noda darah yang menempel pada pedang besi itu!
"Aku tidak dapat menemukan petunjuk apa pun mengenai darah ini, tapi aku bisa merasakan bahwa ia mengandung kekuatan yang tak terbayangkan. Kekuatan ini mirip dengan darah dewa kuno, namun di saat yang sama juga berbeda. Ia bahkan sedikit mirip dengan darah surga yang disebutkan oleh Kaisar Dewa Naga Azura." Wang Lin tiba-tiba membuka mulutnya dan menarik napas dalam-dalam. Dia menelan pedang besi itu ke dalam perutnya dan mulai memurnikannya di dalam jiwa asalnya!
Chapter 1272 · 6m baca
The God Slaying Chariot Appears Once More
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter