“Kultivator seperti kita tidak pernah ciut dalam pertarungan!!” Mata Wang Lin dipenuhi dengan niat bertarung. Ketiga orang itu semuanya berasal dari Alam Luar, dan adegan dari patung batu telah membuat darahnya mendidih. Pada saat ini, tidak ada karma, yang ada hanya niat membunuh!
Semakin banyak ia tahu tentang masa lalu, semakin kuat pula niat membunuh ini!
Pemuda dengan tanda petir adalah yang tercepat, dan ia mendekat. Semula ia hanyalah seorang kultivator puncak Pembersih Nirwana, tetapi setelah transformasi aneh itu, tingkat kultivasinya meningkat dan tanpa diduga mencapai tahap awal Pemecah Nirwana. Kemudian levelnya menembus tahap awal Pemecah Nirwana hingga mencapai tahap menengah!
Wang Lin belum pernah melihat kemampuan semacam ini seumur hidupnya. Ini bukanlah mereka menyembunyikan tingkat kultivasi mereka, melainkan mereka meminjam kekuatan dari surga!
Lebih tepatnya, ini bukan pertama kalinya Wang Lin bertarung dengan orang-orang dari Alam Luar. Di dalam kehampaan bersama Ular Penatap Bulan, ia sudah pernah bertarung dengan mereka, tetapi saat itu Wang Lin terlalu lemah untuk menarik perhatian mereka dan ia tidak memiliki kendali atas takdirnya sendiri. Namun, sekarang Wang Lin sudah layak untuk memandang ketiga orang yang menyerangnya dengan ganas itu dengan rasa jijik dan cemoohan!
Pemuda bertanda petir itu diselimuti oleh petir, dan saat ia bergerak maju, suara letupan bergema. Ia tampak berubah menjadi petir saat ia dengan cepat mendekat. Kedua tangannya membentuk segel dan petir di sekelilingnya membentuk sosok raksasa.
Sosok ini tingginya lebih dari 1.000 kaki dan diselimuti oleh petir biru. Sosok itu memiliki tanda petir besar di antara kedua alisnya dan tatapannya bisa mengguncang pikiran siapa pun yang melihatnya.
“Runtuhnya Petir!” raung pemuda bertanda petir itu saat ia mendekati Wang Lin.
“Petir…” Cemoohan di mata Wang Lin semakin kuat. Petir melintas di mata kanannya dan tanda petir itu juga muncul di mata kanannya.
Ia melangkah maju. Pada saat ini, dunia tampak melambat di mata Wang Lin. Semuanya tampak berada di dalam air dan hampir berhenti.
Ketiga orang di hadapannya, bahkan pemuda dengan petir itu, begitu lambat hingga mereka tampak tak berarti. Dengan satu langkah, sebelum gemuruh petir sempat bergema saat ia menembus dinding suara, ia sudah tiba di hadapan orang bertanda petir tersebut.
Ia mengangkat tangan kanannya dan menghantamkannya ke dada pemuda itu.
Satu pukulan, dua pukulan, tiga pukulan, empat pukulan!
Dalam sekejap, dua jari Wang Lin membentuk pedang dan menyerang empat kali!
Gemuruh, gemuruh, gemuruh, gemuruh. Pemuda bertanda petir itu berubah pucat, lalu keterkejutan memenuhi matanya dan ia memuntahkan darah. Dadanya berlumuran darah dan sejumlah besar petir berkelebat di dadanya. Petir itu dengan cepat menyebar seperti jaring dan mengelilingi tubuhnya.
Kejadian ini berlalu dalam sekejap; begitu cepat hingga tidak ada yang sempat bereaksi. Bagi dua orang dari Alam Luar yang tersisa, Wang Lin baru saja berbalik dan sama sekali belum bergerak dengan tatapan mencemooh di matanya.
Namun, pada saat itu, salah satu rekan mereka memuntahkan darah dan terpelanting ke belakang. Pada saat inilah gemuruh petir itu terdengar.
“Leluhur Petir, pinjami aku kekuatan untuk melahap kultivator Alam Segel ini!” Suara letupan terdengar dari pemuda bertanda petir itu dan lebih dari separuh tulang di tubuhnya patah. Ia terlempar ke belakang sejauh beberapa ratus kaki dan petir di sekelilingnya runtuh. Ada juga jaring petir di sekelilingnya yang tampak menyegelnya.
Berlumuran darah, kepalanya mendongak dan ia mengeluarkan raungan yang mengguncang bumi. Raungan itu dipenuhi dengan kegilaan! Namun, di mata Wang Lin, kegilaan itu dipenuhi dengan ketakutan dan keputusasaan.
Saat orang bertanda petir itu meraung, ilusi di sekelilingnya mulai berwujud nyata. Petir tak berujung muncul dari ketiadaan dan berkumpul menuju ilusi tersebut.
Saat petir berkumpul, sosok ilusi yang tadinya setinggi 1.000 kaki itu berubah menjadi seperti penjelmaan petir surgawi!
Ekspresi Wang Lin tetap acuh tak acuh dan ia melangkah maju sekali lagi. Dengan langkah ini, domain benar dan salahnya menyebar. Langkah ini tampak mendarat tepat di detak jantung pemuda bertanda petir tersebut.
Gemuruh menggelegar bergema dan lebih banyak darah memancar dari dadanya. Tangan kanannya mencengkeram dadanya. Jantungnya telah hancur akibat domain Wang Lin!
Wang Lin bahkan tidak melirik orang ini. Dengan satu langkah, ia tampak melesat ke langit, dan ia tiba di sebelah sosok besar itu lalu dengan santai memukulnya dengan telapak tangan kanannya!
Pada saat yang sama, petir melintas di dalam mata kanannya. Tanda petir itu terbang keluar dari matanya dan mendarat di antara alis sosok ilusi tersebut.
“Mulai sekarang, klonmu dicabut haknya untuk bertarung denganku memperebutkan kendali atas petir!”
Suaranya suram namun juga dipenuhi dengan rasa keagungan. Suara itu bagaikan hukum dan dipenuhi dengan tekad untuk menyegel sebuah klan. Seolah-olah ia sedang mengambil kembali kendali yang telah diberikan kepada Klan Penyebar Petir!
Sosok ilusi itu bergetar dan runtuh menjadi petir tanpa akhir. Sosok itu tak disangka berubah menjadi petir dan menyambar sang pemuda. Suara letupan bergema saat tubuh pemuda itu seketika hancur dan berubah menjadi abu. Jiwa asalnya terikat oleh petir. Saat Wang Lin berbalik, seluruh kilat dan petir diserap olehnya. Jiwa asal pemuda itu ditarik ke dalam mata kanan Wang Lin juga.
Tanda petir di mata kanan Wang Lin menjadi semakin jelas.
Semua ini terjadi dalam sekejap. Pupil mata orang bertanda tanda api itu menyusut dan matanya dipenuhi dengan ketakutan yang tak terbayangkan. Ia tak kuasa menahan diri untuk berhenti dan bersiap mundur.
Wang Lin berbalik dan tatapannya jatuh pada pemuda bertanda api tersebut.
“Api?” Penghinaan di matanya menjadi semakin kuat! Nyala api mengerikan muncul di mata kanannya dan lautan api yang mencakup ribuan kaki di sekelilingnya muncul.
Pemuda bertanda api itu menjadi pucat. Ia ingin mundur, tetapi ia dikelilingi oleh lautan api. Ia berjuang dan melepaskan raungan. Sayap yang terbuat dari api di punggungnya mengepak dan sejumlah besar api muncul membentuk badai api. Setelah membentuk badai api, ia menerjang Wang Lin.
Saat ia bergerak maju, kedua tangannya membentuk segel dan mantra aneh keluar dari mulutnya. Lebih banyak api keluar dari tubuhnya, membentuk dinding api yang menghantam ke arah Wang Lin!
Wang Lin melambaikan tangannya dan lautan api itu tampak mendidih. Seluruh lautan api mendekati pemuda bertanda api tersebut.
Ini adalah duel antara api dan api!
Kedua api yang berasal dari sumber yang sama namun dikendalikan oleh dua orang berbeda itu bertabrakan dalam sekejap mata. Serangkaian gemuruh yang mengguncang surga bergema, dan dengan sebuah ledakan, pemuda bertanda api itu menerobos keluar. Sayap api, yang mirip dengan sayap Burung Vermilion, memancarkan api ungu saat ia mendekati Wang Lin.
“Bukan manusia atau pun Burung Vermilion! Hanya penduduk Alam Luar yang cacat!” Api dari mata kiri Wang Lin menutupi seluruh tubuhnya dan zirah Burung Vermilion muncul di sekelilingnya. Pada saat ini, ia bagaikan dewa api kuno!
Saat pemuda bertanda api itu melihat ini, ia menjadi gila dan matanya dipenuhi dengan rasa tidak percaya. Ia berseru, “Zirah Suci!!”
“Bakarlah!” Mata Wang Lin memperlihatkan ketidakpedulian dan niat membunuh. Ia mengangkat tangan kirinya dan menunjuk ke arah pemuda bertanda api tersebut!
Dengan gestur ini, tubuh pemuda itu bergetar hebat, dan teror di matanya tak terlukiskan. Ia menjerit histeris saat api berkobar dari dalam tubuhnya dan membakar dirinya sendiri!
Sebagai anggota Klan Pipit Api, ia telah ditemani oleh api sepanjang hidupnya. Ia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti ia akan dikhianati oleh api ini! Api yang selama ini ia kendalikan dengan bebas telah sepenuhnya mengkhianatinya seolah-olah api itu telah bertemu dengan tuan sejatinya!
Jeritan kesengsaraannya bergema saat tubuhnya terbakar menjadi abu. Namun, setelah tubuhnya menjadi abu dan jiwa asalnya terbakar, ia melantunkan sebuah mantra.
“Sebagai anggota Klan Pipit Api, aku memanggil roh leluhur!”
Saat suaranya bergema, jiwa asalnya runtuh. Titik-titik cahaya berubah menjadi api dan menjelma menjadi Burung Vermilion ilusi! Burung Vermilion ini berwarna hitam dan diselimuti oleh aura permusuhan. Ia bahkan tidak tampak seperti Burung Vermilion; ia lebih mirip burung api yang ukurannya berlipat-lipat ganda!
Ia dipenuhi dengan permusuhan saat ia meraung dan menerjang Wang Lin!
Wang Lin mendengus dingin dan mata kirinya bersinar. Jeritan Burung Vermilion sejati bergema dari dalam tubuhnya. Pada saat yang sama, seekor Burung Vermilion putih muncul di sekelilingnya.
Inilah Burung Vermilion yang sesungguhnya! Begitu muncul, burung itu menatap burung api hitam raksasa tersebut dan menunjukkan tatapan meremehkan. Tanpa perlu perintah dari Wang Lin, burung itu melesat maju disertai pekikan. Pada saat ini, separuh dunia tertutup oleh kobaran api, dan burung itu berusaha melahap burung api berukuran besar tersebut.
Burung api hitam raksasa itu menjadi semakin bermusuhan, tetapi ia menunjukkan niat yang jelas untuk mundur.
“Mulai sekarang, klanmu dicabut haknya untuk bertarung denganku memperebutkan kendali atas api!” Saat kata-kata Wang Lin bergema, Burung Vermilion dan burung api hitam itu saling bertabrakan!
Gemuruh yang menggelegar bergema dan burung api hitam itu langsung runtuh, sama sekali tidak mampu melawan. Seolah-olah ia telah bertemu leluhurnya, atau ketika yang palsu bertemu dengan yang asli!
Api yang dilepaskan oleh burung api hitam itu setelah runtuh langsung dilahap oleh Burung Vermilion, bahkan jiwanya pun turut dilahap. Pada saat ini, seluruh api di dunia ini adalah milik Wang Lin!
Burung Vermilion itu menjerit. Ia berada dalam semangat yang tinggi. Burung itu secara tak terduga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan ketiga! Nyala api di sekeliling tubuhnya berkobar semakin tinggi dan kuat!
Pemandangan ini membuat ekspresi pemuda bertanda bulan sabit itu berubah drastis, dan ia akhirnya menjadi pucat. Ia dibanjiri keringat dingin. Ia bahkan tidak sempat melihat sosok Wang Lin dengan jelas sebelum semuanya berakhir begitu saja dalam sekejap!
Ia teringat bagaimana orang ini telah melukai parah gurunya di dalam kehampaan meskipun gurunya kemudian berkata bahwa orang ini bahkan tidak cukup kuat untuk menahan satu pukulan pun!
Tanpa ragu sedikit pun, pemuda bertanda bulan sabit itu langsung mundur seperti orang gila untuk melarikan diri dari eksistensi yang mengerikan ini. Seolah-olah semakin dekat ia dengan orang ini, semakin gugup dirinya dan semakin dekat pula pikirannya pada kehancuran.
Wang Lin menatap dingin ke arah pemuda itu dan mengucapkan kalimat yang membuat pemuda tersebut kehilangan akal sehatnya! “Klan budak rendahan berani menyebut diri mereka dao surgawi di hadapanku?”
Chapter 1207 · 6m baca
Thunder? Fire?
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter