Sebuah tawa arogan bergema. Selain sang ketiua, ada pula seorang pemuda berpakaian ungu. Tawanya membahana ke seluruh penjuru dunia, dipenuhi dengan kegembiraan dan keangkuhan.
"Mulai sekarang, Sekte Asal ini akan menjadi milik tuan muda ini!"
Gemuruh menggelegar terdengar saat makhluk buas hitam raksasa itu memasuki Benua Mo Luo. Lelaki tua yang berdiri di atas kepala makhluk buas raksasa itu menatap sang pemuda dengan penuh kasih sayang dan tersenyum.
Saat sang pemuda tertawa, makhluk buas roh berwarna hitam di bawahnya melesat dengan kecepatan yang tak terbayangkan menuju Sekte Asal di sisi timur benua tersebut.
"Tuan muda dari Jalur Ungu telah tiba. Kenapa Sekte Asal belum keluar untuk menyambutnya?!" Suara tua dan suram bergema, menyusul raungan menggelegar dari sang makhluk buas. Satu-satunya sekte di benua itu, Sekte Asal, mendengar suara ini dengan lantang dan jelas. Lelaki tua itu tahu bahwa sang tuan muda suka bersikap mendominasi di depan umum. Biasanya, lelaki tua itu tidak akan bertindak seperti ini, tetapi saat ini, nasib Sekte Asal berada di tangannya. Oleh karena itu, ia menemani sang tuan muda bersikap arogan. Lelaki tua itu melambaikan tangannya dan embusan angin ungu menyapu ke depan.
Semua hujan yang turun terdorong mundur. Seolah-olah hujan harus berhenti di mana pun embusan angin itu lewat! Bahkan kilat pun robek berkeping-keping oleh embusan angin tersebut. Kilat itu terpencar bagaikan bunga yang sedang mekar.
Pada saat ini, semua murid di Sekte Asal terbangun dari kultivasi mereka. Wajah mereka tampak pucat pasi saat merasakan tekanan kuat dari barat yang terasa seperti bisa menghancurkan mereka kapan saja.
Di puncak gunung bagian timur di Sekte Asal, pria paruh baya di antara keempat tetua memasang ekspresi pahit. Ia menutup matanya dalam-dalam, tetapi kemudian membukanya dengan garang. Ia berubah menjadi seberkas cahaya dan terbang ke arah barat.
"Guru baru saja meninggalkan dunia ini dan Sekte Jalur Ungu sudah bertindak begitu arogan. Aku terus menahannya, tapi kenapa aku tidak membiarkan diriku, Li Xiangdong, bersikap arogan untuk sekali saja? Sekalipun aku mati, aku akan mati dengan semangat pantang menyerah!"
Terdengar desahan dari puncak gunung utara dan barat. Kedua lelaki tua itu terbang keluar dan saling berpandangan sebelum melesat ke arah barat. Saat ini adalah saat penentuan nasib bagi Sekte Asal, dan mereka tidak bisa bersabar lagi!
Namun, bahkan jika mereka tidak bisa bersabar, apa yang bisa mereka perbuat? Apakah mereka berani membunuh tuan muda Sekte Jalur Ungu? Selain itu, kekuatan yang terkandung dalam kata-kata lelaki tua itu sudah cukup untuk mengguncang hati mereka.
"Song Wude.... Dia kalah dari guru di masa lalu. Sekarang Guru sudah tiada, dia datang secara pribadi... Mungkinkah Sekte Asal-ku benar-benar ditakdirkan untuk jatuh dari kejayaan untuk selamanya..." Di puncak gunung selatan, Lu Yanfei berdiri di paviliun merah mengenakan gaun merah. Wajahnya dipenuhi kesedihan dan niat membunuh. Tanpa ragu, ia melesat dalam seberkas cahaya merah menuju ke barat.
"Rudy, bahkan jika aku, Lu Yanfei, mati, aku tidak akan tunduk kepadamu!!!" Lu Yanfei menggigit bibir bawahnya saat terbang. Air mata jatuh dari sisi pipinya dan bercampur dengan air hujan. Mustahil untuk membedakan antara air matanya dan air hujan...
Di belakang keempat tetua agung Sekte Asal terdapat para murid langsung mereka. Mereka terbang menuju ke barat dengan perasaan panik, tekad bulat, atau amarah.
Xu Yun berada di antara mereka. Wajahnya menunjukkan tekad untuk mati. Namun, untuk alasan yang tidak diketahui, saat ia terbang, dua sosok bayangan muncul di dalam benaknya.
Sosok pertama berambut hitam dan sangat kurus tetapi selalu setenang air. Sosok kedua berambut putih, dan dengan lambaian jarinya, dunia akan runtuh!
Kedua sosok ini memenuhi benaknya hingga akhirnya mereka saling tumpang tindih.
Wang Lin berdiri di dalam kuil Tao dan melihat berkas-berkas cahaya yang menghilang di hadapannya. Ia menggelengkan kepala dan memikirkan ke mana ia akan pergi setelah Sekte Asal dihancurkan.
Pada akhirnya, ia mengerutkan kening dan bergumam, "Ini benar-benar merepotkan..." Ia melambaikan lengan bajunya dan melangkah maju. Riak-riak muncul di bawah kakinya dan ia menghilang dari kuil Tao tersebut.
Ular sanca ungu yang tadinya bersembunyi sejak Wang Lin muncul dan masih diliputi rasa takut, melompat keluar. Ia meraung ke arah tempat Wang Lin pergi. Seolah-olah ia tahu bahwa Wang Lin telah pergi dan tidak akan kembali untuk waktu yang lama, jadi ia berani meluapkan raungannya.
Malam di Benua Mo Luo hampir berakhir dan matahari mulai terbit. Pada saat ini, angin ungu terbang melintasi langit dan diikuti oleh makhluk buas roh hitam di belakangnya. Lelaki tua itu tampak sangat arogan dan tenang. Ia yakin bisa dengan mudah menghadapi Sekte Asal.
Pemuda ungu di sampingnya menunjukkan ekspresi kegirangan dan mulai berteriak dengan nada cabul.
"Paman Song, lukai parah Lu Yanfei, tapi jangan bunuh dia. Biarkan aku bermain dengannya selama beberapa hari dan sedot habis energi asalnya, barulah tidak terlambat untuk membunuhnya!" Pemuda berpakaian ungu itu menjilat bibirnya.
Lelaki tua di sampingnya mengangguk. Tepat saat ia hendak berbicara, ia tiba-tiba terkejut dan menatap lurus ke depan.
Ia melihat riak-riak muncul di kehampaan di hadapannya dan fluktuasi energi asal yang kuat mulai menyebar. Seorang pria berambut putih berjalan keluar dari riak-riak tersebut!
Pria berambut putih itu memiliki ekspresi yang dingin, dan begitu ia muncul, niat membunuh yang mengerikan langsung memenuhi dunia. Makhluk buas roh hitam itu langsung berhenti dan ekspresi lelaki tua itu berubah. Pemuda berpakaian ungu itu mengerutkan kening dan hendak berteriak ketika lelaki tua itu berdiri di hadapannya. Lelaki tua itu menatap Wang Lin dengan ekspresi serius dan berkata, "Aku Song Wudu dari Sekte Jalur Ungu. Bisakah Sesama Kultivator memberiku sedikit muka dan membiarkanku lewat?"
Mendengar perkataan lelaki tua itu, pemuda berpakaian ungu tersebut terkejut dan mengamati Wang Lin dengan cermat.
"Aku akan memberimu muka, jadi cepat enyah dari sini dan jangan pernah kembali!" Suara dingin Wang Lin menusuk lelaki tua itu bagaikan angin musim dingin.
Ekspresi lelaki tua itu langsung menjadi suram. Meskipun ia lebih lemah daripada leluhur Sekte Asal, ia tetaplah seorang kultivator tahap pertengahan Penyucian Nirwana. Ia tidak dapat benar-benar membaca tingkat kultivasi pihak lain, jadi ia bersikap sopan, tetapi ia tidak menyangka pihak lain akan begitu arogan.
"Sungguh nada yang arogan. Bahkan ketika leluhur Sekte Asal menghadapi Sekte Jalur Ungu kami, dia harus..." Sebelum lelaki tua itu sempat menyelesaikan kata-katanya, pemuda berpakaian ungu di belakangnya tertawa.
Wang Lin tidak lagi berbicara dan hawa dingin melintas di matanya. Saat ia melangkah maju, ia mengangkat tangan kanannya dan gumpalan-gumpalan energi pembantaian melonjak keluar dari tubuhnya.
Pada saat ini, niat membunuh yang mengerikan muncul! Energi pembantaian yang pekat itu menyebabkan sejumlah besar energi dingin tercipta. Semua tetesan air hujan di sekitarnya berubah menjadi kristal es!
Makhluk buas roh sepanjang 1.000 kaki itu langsung mulai bergetar. Ia sangat cerdas dan langsung menyadari bahaya dari energi pembantaian ini. Merasakan bahaya tersebut, ia langsung mulai mundur tanpa perlu perintah dari pemuda berpakaian ungu itu.
Wajah pemuda ungu itu menjadi pucat, tetapi ia tetap berteriak, "Kau..."
Namun, kali ini, sebelum ia sempat menyelesaikan kata-katanya, lelaki tua itu langsung menampar sang pemuda dan membuatnya terpental ke arah makhluk buas roh hitam. Ia kemudian melambaikan lengan bajunya dan mundur dengan cepat bersama makhluk buas roh hitam tersebut.
"Pergi cepat!! Aku akan menyusul kalian setelah aku membunuh orang ini!" Ekspresi lelaki tua itu menjadi serius. Setelah menyuruh makhluk buas roh itu pergi, ia melesat ke arah Wang Lin.
Pemuda berpakaian ungu itu jarang melihat lelaki tua itu begitu serius, sehingga kepanikan muncul di dalam hatinya. Ia segera mundur bersama makhluk buas roh hitam tersebut.
Wang Lin melambaikan tangan kanannya dan semua energi pembantaian di sekelilingnya menjadi mengamuk. Setiap gumpalan mengeluarkan raungan saat mereka menyerbu ke arah lelaki tua itu.
Pupil mata lelaki tua itu langsung menyusut. Tangannya membentuk segel dan angin ungu muncul lalu berbenturan dengan energi pembantaian. Gemuruh yang menggelegar bergema ke mana-mana.
"Panggil Hujan!" Wang Lin mengangkat tangan kirinya dan menunjuk ke langit. Pada saat ini, semua air hujan dalam radius 1.000 kaki, 10.000 kaki, 100.000 kaki bergetar. Saat Wang Lin menunjuk, setiap tetesan air hujan bergetar dan energi asal mengelilingi mereka, lalu tetesan air hujan itu melesat ke arah lelaki tua itu.
Hati lelaki tua itu begitu terkejut hingga mustahil digambarkan dengan kata-kata. Ia belum pernah melihat dua mantra yang digunakan oleh pemuda berpakaian putih itu, tetapi kekuatan dari mantra-mantra tersebut membuatnya terkesiap. Ia baru saja hendak menghindar ketika tatapan dingin Wang Lin mengunci dirinya, dan Wang Lin berkata dengan tenang satu patah kata.
"Berhenti!"
Tubuh lelaki tua itu bergetar dan ia berhenti di udara. Pada saat ini, kristal es tak bertepi di sekitarnya berkumpul mengelilingi lelaki tua itu. Saat berikutnya, sebuah kristal es raksasa muncul di udara.
Wang Lin tidak berhenti. Tangan kanannya terulur dan retakan menuju ruang penyimpanannya muncul. Sebuah pedang besi berkarat langsung muncul di tangan Wang Lin.
Ia berjalan maju membawa pedang, mengangkatnya, dan menebasnya tanpa ampun!
Dunia masih terang saat itu, tetapi saat pedang itu ditebaskan, seluruh dunia diselimuti oleh kilatan yang sangat menyilaukan.
Terdengar gemuruh yang mengguncang surga dan kristal es itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan berdarah. Mata lelaki tua itu masih dipenuhi dengan keterkejutan dan ketidakpercayaan saat tubuhnya hancur berkeping-keping. Bahkan jiwa asalnya hancur di bawah hantaman tersebut dan meledak dalam gelombang kejut energi asal.
Semua ini terjadi dalam beberapa tarikan napas! Pembunuhan instan!
Bahkan hingga kematiannya, lelaki tua itu masih tidak percaya bahwa ia dibunuh dalam waktu yang begitu singkat! Namun, kematiannya bukanlah hal yang tidak beralasan. Entah itu energi pembantaian atau Panggil Hujan, mantra-mantra ini cukup kuat untuk mengejutkan siapa pun di dunia kultivasi. Selain itu, serangan dari pusaka Semu Kekosongan Nirwana sudah cukup untuk membuat kultivator puncak Penyucian Nirwana kehilangan se lapisan kulit jika mereka tidak langsung tewas seketika!
Tanpa perlu menyebutkan pengalaman bertarung Wang Lin, Song Wudu tidak mati di tangan sembarangan orang!
Setelah langsung membunuh Song Wudu, Wang Lin berbalik untuk melihat makhluk buas roh hitam yang belum pergi terlalu jauh. Pemuda berpakaian ungu yang menyaksikan semua ini menjerit ketakutan.
Wang Lin menatap dingin pada pemuda berpakaian ungu itu dan melangkah maju!
Berkas-berkas cahaya tiba di belakang Wang Lin. Jeritan yang dipenuhi dengan ketakutan ekstrim itu terdengar jelas di telinga keempat tetua Sekte Asal dan bergema di dalam benak Lu Yanfei.
Pada saat ini, langit cerah kembali dan hujan pun reda. Sebuah pelangi samar muncul melintasi langit. Sosok itu mengejar makhluk buas roh hitam tersebut. Rambut putihnya begitu menyilaukan hingga bayangan sosok itu terukir dalam di mata Lu Yanfei...
Chapter 1144 · 7m baca
Rainbow
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter