“Siapa pun yang berani memasuki tanah terlarang ini harus mati!” bentak lelaki tua berpakaian putih itu sambil buru-buru mundur ke arah tiga orang lainnya untuk mengepung Wang Lin. Tangan kanannya menepuk kantong penyimpanan dan mengeluarkan sebuah giok. Dia bersiap untuk menghancurkannya.
Kedinginan muncul di mata Wang Lin dan dia melangkah maju. Riak-riak bergema, dan dalam sekejap mata, dia sudah muncul di hadapan lelaki tua itu. Jarinya menunjuk ke antara kedua alis lelaki tua itu.
Wang Lin bisa dengan mudah membunuh seorang kultivator tingkat Nirvana Scryer!
Pupil mata lelaki tua itu mengerut dan dipenuhi rasa terkejut. Dia ingin mundur, namun kekuatannya tidak cukup untuk melarikan diri dari Wang Lin! Jari Wang Lin bergerak bagaikan kilat, mengejar lelaki tua itu, dan mendarat tepat di antara kedua alisnya.
Lelaki tua itu memuntahkan darah dan suara letupan terdengar dari dalam tubuhnya. Kemudian tubuhnya ambruk. Jiwa asal miliknya ingin kabur, namun berhasil ditangkap oleh Wang Lin. Giok yang ingin dia hancurkan jatuh ke tangan Wang Lin.
Semua ini terjadi dalam sekejap mata. Begitu cepatnya hingga membuat ketiga lelaki tua yang tersisa gemetar. Kendati demikian, mereka semua adalah veteran dalam pertempuran, dan mereka langsung berpencar setelah terkejut sejenak. Salah satu dari mereka buru-buru berteriak, “Bentuk formasi!”
Usai berucap, ketiganya langsung membentuk segel dan gelombang energi asal yang kuat berkumpul di hadapan mereka untuk membentuk sebuah kapak raksasa yang menebas ke arah Wang Lin!
Pada saat yang sama, mereka bertiga menepuk kantong penyimpanan masing-masing. Sebuah kemoceng dan manik-manik giok muncul di hadapan dua orang dari mereka. Kemoceng itu berwarna hitam pekat, dan di bawah kendali segel tuannya, helai-helai kemoceng tersebut memanjang. Bentuknya menyerupai pedang sutra yang melesat ke arah Wang Lin.
Helai-helai itu berjatuhan bagaikan hujan pedang dan mengaduk energi asal dunia saat mereka meluncur turun.
Lelaki tua yang mengeluarkan manik-manik giok memiliki tujuh butir manik giok kristal halus yang melayang di hadapannya. Saat manik-manik itu muncul, tangisan bayi-bayi menggema di seluruh penjuru dunia.
Wajah-wajah bayi yang sedang menangis muncul pada ketujuh manik tersebut, lalu manik-manik itu runtuh dan muncullah tujuh jiwa bayi. Mereka mengeluarkan tangisan pilu saat menyerang Wang Lin dari tujuh arah yang berbeda.
Lelaki tua terakhir tidak mengeluarkan harta karun, melainkan sepotong giok. Dia bersiap menggunakan waktu yang telah dibeli oleh rekan-rekannya untuk menghancurkan giok tersebut dan mengirimkan informasi kembali ke Alam Brilliant Void.
Ketiganya jelas telah bekerja sama dalam waktu yang lama sehingga tanpa diduga tidak perlu berbicara saat bertindak. Jikalau Wang Lin adalah kultivator tingkat Nirvana Cleanser biasa, meskipun dia tidak akan peduli dengan serangan dari tiga kultivator tahap akhir Nirvana Scryer, mereka akan mendapati bahwa menghentikan salah satu dari mereka untuk menghancurkan giok adalah hal yang sulit.
Bagaimanapun, mereka bertiga sudah sangat terbiasa bertarung bersama dan tidak akan memberikan celah sedikit pun kepada pihak lawan.
Namun, yang mereka hadapi adalah Wang Lin!
Wang Lin bahkan tidak melirik serangan-serangan itu. Dia melambaikan lengan bajunya dan membuat lautan api melonjak serta langsung menerbangkan kemoceng hitam tersebut.
Pada saat yang sama, Wang Lin menunjuk ke depan dan berkata dengan lembut, “Berhenti!”
Hanya dengan satu kata, hukum dunia turun dan seluruh mantra terhenti. Bahkan ketiga lelaki tua itu tidak mampu bergerak sama sekali, dan wajah mereka berubah pucat.
Mereka menyaksikan Wang Lin mendekat dan mengambil giok dari lelaki tua ketiga. Wang Lin dengan santai melambaikan tangannya dan lelaki tua itu memuntahkan darah. Suara letupan terdengar dari tubuhnya, lalu tubuhnya ambruk dan jiwa asalnya diambil oleh Wang Lin.
“Aku sebenarnya tidak ingin menyerang, tetapi kalian bertindak terlalu jauh!” Wang Lin melambaikan tangan kanannya dan tubuh salah satu dari dua tetua yang tersisa ambruk. Orang itu tidak bisa lolos dari jiwa asalnya yang dirampas.
Tatapan matanya tertuju pada tetua terakhir. Ada kilatan niat membunuh di mata Wang Lin.
“Seseorang yang menyempurnakan harta karun dengan jiwa bayi-bayi tidak bisa dimaafkan!!” Tetua terakhir itulah yang tadi mengeluarkan ketujuh manik giok, dan matanya dipenuhi ketakutan. Wang Lin jauh lebih kuat daripada pemahamannya tentang kultivator tingkat Nirvana Cleanser. Seandainya mereka tahu Wang Lin sekuat ini, mereka tidak akan berani bertindak begitu sombong. Mereka tidak menyangka telah memprovokasi kultivator yang begitu mengerikan.
Kendati demikian, yang membuatnya sedikit tenang adalah meskipun Wang Lin telah menghancurkan tubuh rekan-rekannya, dia tidak merusak jiwa asal mereka. Ini berarti Wang Lin juga harus mewaspadai Alam Brilliant Void, tetapi kata-kata Wang Lin membuat hatinya kembali bergetar.
Tanpa berdaya, dia menyaksikan Wang Lin mendekat, dan jari Wang Lin mengarah ke antara kedua alisnya. Ketika jari Wang Lin menutupi bidang pandangnya, rasa sakit meruap ke seluruh tubuhnya. Api putih muncul dari ujung jari Wang Lin dan mengelilingi lelaki tua itu.
Tidak ada jeritan, namun tubuh lelaki tua itu berubah menjadi abu hitam dalam sekejap, termasuk jiwa asalnya.
Dari keempat kultivator Nirvana Scryer itu, tiga ditangkap dan satu dibunuh. Bahkan hingga detik terakhir, sama sekali tidak ada dari mereka yang sempat menghancurkan giok! Tanpa kendali mereka, kapak tadi membubar menjadi energi asal. Adapun kemoceng, benda itu terbakar hingga tak tersisa oleh api.
Ketujuh jiwa bayi yang merana itu diliputi kebingungan. Saat Wang Lin melihat jiwa-jiwa bayi tersebut, hatinya bergetar dan dia teringat masa lalu. Dia melambaikan lengan bajunya dan sebuah pusaran muncul untuk menyerap ketujuh jiwa bayi itu.
Ekspresi Wang Lin tetap tenang saat dia tiba di dekat susunan teleportasi. Dia melangkah masuk ke dalam susunan teleportasi dan berjongkok untuk mengutaknya-atik. Tak lama kemudian, formasi itu menyala dan energi asal melonjak dari segala arah. Formasi tersebut aktif dan Wang Lin diselimuti oleh cahaya.
Saat berikutnya, cahaya itu menghilang dan formasi tersebut kembali kosong.
Alam Brilliant Void merupakan sebuah ruang baru yang telah dibuka. Tempat ini sangat indah dan hampir tidak ada bedanya dengan Alam Celestial. Satu-satunya perbedaan adalah tidak ada energi spiritual celestial di sini. Sebaliknya, tempat ini dipenuhi dengan energi asal yang melimpah.
Gunung-gunungnya menjulang menembus langit dan sungai-sungainya mengalir. Ada hewan-hewan kecil yang berlarian ke sana kemari dan burung-burung bangau terbang melintasi langit. Daratan itu dipenuhi dengan keharmonisan.
Terdapat sebuah formasi besar di bagian utara Alam Brilliant Void. Ini adalah gerbang masuk ke Alam Brilliant Void, dan pada saat ini, ada seorang bocah yang sedang duduk di luar susunan teleportasi.
Meskipun bocah ini terlihat muda, ada aura kuno yang terpancar dari dirinya. Jelas sekali bahwa dia hanya tampak seperti seorang anak kecil karena teknik kultivasinya.
Dia sedang duduk di sana ketika tiba-tiba membuka matanya. Dia bergumam beberapa patah kata dan menatap ke arah formasi tersebut.
Dia melihat formasi itu bergemuruh dan cahayanya semakin terang sebelum mencapai puncaknya dalam sekejap. Ruang di atas formasi itu mulai berpilin.
Tidak butuh waktu lama bagi cahaya dari formasi tersebut untuk meredup dan suaranya berangsur-angsur lenyap. Sesosok tubuh muncul di atas formasi.
Bocah itu tadinya tampak agak santai, namun tubuhnya tiba-tiba menegang. Dia langsung berdiri dan mundur sebelum menatap tajam pada sosok yang melangkah keluar dari formasi tersebut.
Pupil mata bocah itu mengerut dan dia berkata, “Ada bau darah di tubuhmu!”
Wang Lin sudah melihat Alam Brilliant Void ketika dia datang ke sini dengan kesadarannya. Saat dia berjalan keluar dari formasi, dia menatap bocah itu dan dengan tenang menangkupkan kedua tangannya. “Aku mohon kepada Tuan untuk menyampaikan pesan bahwa aku, Wang Lin, datang atas nama Sekte Dewa Vermillion Bird untuk mengantarkan sepotong giok!”
Bocah itu mengerutkan kening dan tatapannya berubah dingin saat dia berkata dengan lembut, “Nyali yang besar. Sudah lama sekali sejak terakhir kali seseorang berani menerobos masuk ke Alam Brilliant Void.”
Mendengar perkataan bocah itu, Wang Lin menghela napas dan memilih mengabaikan orang tersebut. Kesadarannya menyebar ke seluruh penjuru Alam Brilliant Void dan mengirimkan sebuah pesan.
“Junior Wang Lin datang untuk mengantarkan giok dari Kaisar Dewa Vermillion Bird yang lama!”
Mata bocah itu berbinar, namun dia tidak menyerang. Dia terus mengamati Wang Lin. Pada saat ini, beberapa indra ketuhanan menyapu ke arah sini, dan di antaranya termasuk para kultivator tingkat Nirvana Shatterer.
Ada cukup banyak dari mereka yang mampu membunuh Wang Lin!
Wang Lin berani datang ke Alam Brilliant Void karena dia memiliki keyakinan. Kaisar Dewa Vermillion Bird yang lama tidak akan mencelakakannya. Karena dia diminta mengantarkan giok, maka giok tersebut tentu tidak akan mendatangkan bahaya apa pun baginya.
Wang Lin tidak berusaha melihat apa yang ada di dalam giok itu. Dia tahu bahwa lebih baik tidak mengetahui beberapa hal tertentu.
Selain Kaisar Dewa Vermillion Bird yang lama, tanda rune yang diberikan Qing Lin kepada Wang Lin membuatnya tidak perlu merasa khawatir. Selama dia mengaktifkan rune tersebut, dia akan kembali ke Alam Celestial Rain yang baru!
Zhou Ru sedang duduk di puncak sebuah gunung, berkultivasi di dalam Alam Brilliant Void. Little White berada di sampingnya, menatap malas ke arah awan. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya.
Tepat pada saat ini, kesadaran Wang Lin tiba. Tubuh Zhou Ru langsung bergetar dan dia seketika membuka matanya.
“Paman!!!”
Bahkan tubuh Little White ikut bergetar dan dia buru-buru berdiri serta menatap ke kejauhan.
Wajah kecil Zhou Ru memerah cerah. Jelas sekali dia sangat gembira. Dia telah mencari Wang Lin untuk waktu yang sangat lama, dan sekarang setelah mendengar suara Wang Lin, bagaimana mungkin dia tidak merasa bersemangat?
Tanpa ragu-ragu, dia berubah menjadi seberkas cahaya dan terbang menuju arah kesadaran tersebut. Little White mengikuti di belakang Zhou Ru. Kepala besarnya bergoyang-goyang dan dia bersiaga penuh. Dia masih sangat takut pada kultivator yang dulu pernah menanamkan ketakutan di hatinya itu.
Setelah Zhou Ru pergi, seorang wanita yang sangat cantik muncul dari kehampaan tempat Zhou Ru berada tadi. Dia berdiri diam menatap ke depan dengan ekspresi yang rumit dan pahit. Dia mengangkat kakinya dan melangkah maju.
Wang Lin hanya menunggu di sana setelah mengirimkan kesadarannya. Tidak butuh waktu lama sebelum beberapa berkas cahaya terbang mendekat, lalu berubah wujud menjadi para kultivator di hadapan Wang Lin. Mereka semua memiliki tingkat kultivasi yang beragam, dan yang paling lemah berada di tahap awal Nirvana Cleanser. Mereka menatap Wang Lin dengan dingin dan sama sekali tidak menganggapnya bernilai.
Lelaki tua yang pergi ke Tanah Roh Iblis bersama Mu Bingmei tidak muncul. Melainkan seorang pria paruh baya mengenakan jubah ungu keemasan yang muncul dari dalam kehampaan di hadapan Wang Lin.
Pria paruh baya itu memancarkan wibawa yang kuat. Begitu dia muncul, para kultivator di sekitarnya langsung bersikap sangat hormat.
Tatapan pria paruh baya itu menyapu melewati Wang Lin saat dia perlahan berkata, “Jarang sekali Kaisar Dewa Vermillion Bird datang berkunjung ke Alam Brilliant Void!”
Chapter 1122 · 7m baca
Zhou Ru
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter