I’m Writing a Diary in a Fantasy World — I Really Am Not a ‘Cao Thief’! - Chapter 17.2 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 17.2 · 2m baca

Chapter 17.2

by 无敌纯爱战神

Kebencian Sedarah (Nilai Negatif)

Acuh Tak Acuh (41–50)

Keterpikatan (91–99)

Tak Tergoyahkan Sampai Mati (100)

Catatan 2: Kamu dapat memeriksa Skor Penampilan orang lain dan tingkat favorability pemilik buku harian.

“Apa yang harus kulakukan…”

Luo Huangjun berpikir dalam hati, merasa gelisah.

Favorability sebesar 71 sudah cukup tinggi.

Tentu saja, dia juga mengerti bahwa “kesukaan” Chu Ge padanya saat ini mungkin murni karena penampilan, kepribadian, dan kualitas lainnya—lebih ke kekaguman daripada rasa suka yang romantis.

Tapi bagaimana jika favorability ini terus naik…

Pandangannya beralih ke Su Lingyuan di sampingnya.

Skor Penampilan: 9.7

Favorability: 66 (Kepercayaan)

Meskipun Su Lingyuan lebih banyak menghabiskan waktu berinteraksi dengan Chu Ge, memiliki lebih banyak percakapan, bahkan menjelajahi Taihuang Sacred Land bersama kemarin, seharusnya favorability Chu Ge padanya secara logika lebih tinggi.

Namun kenyataannya, Su Lingyuan tertinggal 5 poin.

“Ah, sudahlah, biarkan saja…”

Dia mengeluh dalam hati.

Sejak salinan buku harian dan Chu Ge ini muncul, pikiran batinnya menjadi beberapa kali lebih aktif dari sebelumnya. Pikirannya yang dulu tenang dan tak terganggu, belakangan hari ini berulang kali bergejolak—dan selalu berkaitan dengan Chu Ge.

Dia tidak tahu apakah ini baik atau buruk, jadi hanya bisa membiarkan segalanya mengalir apa adanya.

Luo Huangjun tidak menyadari bahwa kesediaannya untuk membiarkan segalanya mengalir pada akhirnya bersumber dari fakta bahwa dia tidak memiliki niat jahat terhadap Chu Ge. Bahkan, dia justru memiliki sedikit rasa suka.

“Guru? Guru?”

Sebuah suara memanggil, menyadarkan Luo Huangjun dari pikirannya.

Baru kemudian dia menyadari dirinya tidak biasa larut dalam pikiran. Kembali ke kenyataan, dia menatap ke arah Chu Ge yang memanggilnya.

Pandangan mereka bertemu, terang bagai bintang.

“Kita hentikan di sini untuk hari ini. Aku baru ingat ada sesuatu yang mendesak harus kuselesaikan.”

Dengan kata-kata itu, dia cepat-cepat berbalik. Sosoknya perlahan menjadi samar hingga akhirnya menghilang sepenuhnya.

Udara seakan masih membawa aroma sejuk samar yang sempat terpancar darinya.

Chu Ge merasa sedikit bingung, tetapi dalam pandangan sekilas dengan Luo Huangjun tadi, dia secara tajam menangkap kilasan kepanikan di matanya.

Namun dia tidak tahu penyebab kepanikan kecil itu, jadi hanya bisa menyimpan spekulasinya untuk sementara waktu.

Berbalik ke arah Su Lingyuan di sampingnya, ChuGe bertanya dengan hati-hati, “Kakak Senior?”

Su Lingyuan menarik kembali pandangannya yang juga tampak bingung.

Dia merasa bahwa sosok Guru yang pergi tadi, entah bagaimana, memiliki kesan seperti seseorang yang melarikan diri dengan panik.

Gunakan ← → untuk pindah chapter