I’m Writing a Diary in a Fantasy World — I Really Am Not a ‘Cao Thief’! - Chapter 164.2 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 164.2 · 2m baca

Chapter 164.2

by 无敌纯爱战神

Sudah lama sekali ia tak melihat putrinya tersenyum begitu bahagia.

Meski ada rasa kebingungan yang menggelayut, hatinya tetap bersukacita.

Bagaimanapun juga, karena alasan tertentu, Wan Qingchi hampir sepanjang hidupnya terkurung di dalam kediaman Wali Kota. Oleh karena itu, biasanya ia selalu membawa aura melankolis yang samar.

“Ayah, mengapa Ayah tidak pergi mengurus tugas-tugas Ayah dulu? Biarkan Qinglan dan aku yang menyambut Tuan Muda Chu dan yang lainnya?”

Wan Qingchi menatap Wan Changming, kilatan tertentu mengalir di matanya.

Namun ketika bertemu dengan tatapan penuh harap Wan Qingchi, kata-kata penolakan yang hendak terucap justru ditelan kembali.

Ia tidak ingin meredam semangat putrinya.

“Baiklah!”

Ia menjawab dengan suara keras, lalu menoleh ke arah Chu Ge dan rombongannya.

“Tuan Muda Chu, dan kedua nona muda—selanjutnya, putriku akan menggantikan posisiku dalam menjamu kalian. Jika ada hal yang kurang berkenan, mohon dimaklumi.”

Ia memberikan senyuman permintaan maaf ke arah Chu Ge dan yang lain. Chu Ge tersenyum dan melambaikan tangannya dengan ringan, menandakan bahwa hal itu bukan masalah.

Baru setelah itu Wan Changming merasa tenang. Setelah diam-diam berkata beberapa patah kata kepada Wan Qingchi, ia segera berangkat.

Hari sudah tidak terlalu pagi lagi. Karena ia telah mengundang Chu Ge dan yang lainnya sebagai tamu, jamuan berikutnya tentu harus dipersiapkan dengan baik.

Wan Changming tidak ingin ada kesalahan sedikit pun, sehingga memutuskan untuk mengawasi pengaturannya secara langsung.

Setelah Wan Changming pergi, hanya tersisa kelompok tiga orang Chu Ge, bersama dengan Mu Qinglan dan Wan Qingchi.

Paman Lin, yang sebelumnya selalu mengikuti Mu Qinglan dengan erat, juga diam-diam mundur setelah mereka memasuki kediaman Wali Kota.

Di dalam kediaman, tidak lagi diperlukan perlindungan terus-menerus. Bagaimanapun juga, pengamanan kediaman Wali Kota jauh lebih kuat daripada seorang cultivator Surga Keenam belaka.

Ia tidak bisa menahan diri untuk tersenyum santai.

“Nona Wan, bagaimana kalau Nona mengajak kami berkeliling kediaman Wali Kota? Chu di sini belum pernah mengunjungi pusat pemerintahan sebuah kota.”

Mendengar perkataan Chu Ge, Wan Qingchi terkejut sejenak. Ia kemudian tersadar dan tersenyum.

“Karena Tuan Muda Chu berminat, maka Qingchi akan bertindak sebagai pemandu kalian.”

Sebelumnya, tergugah oleh pesan yang dikirimkan Mu Qinglan padanya, Wan Qingchi bertindak atas dorongan semangat sesaat dan meminta Wan Changming mengizinkannya menjamu kelompok Chu Ge.

Namun setelah Wan Changming setuju, ia justru bingung bagaimana cara menjamu mereka dengan baik. Untungnya, perkataan Chu Ge membantu meredakan situasi.

“Tuan Muda Chu, silakan lewat sini.”

Wan Qingchi tersenyum sambil berjalan berdampingan dengan Chu Ge.

Sambil berjalan, ia memperkenalkan berbagai pemandangan dan ciri khas kediaman Wali Kota.

Chu Ge tentu bukan orang yang pendiam. Ia segera mulai mengobrol dengan Wan Qingchi dan Mu Qinglan. Sambil berjalan dan berbincang, suasana cepat menjadi harmonis.

Dari waktu ke waktu, tawa riang terdengar, memberikan kesan yang cukup hangat dan akrab pada pemandangan itu.

Pada saat ini, Chu Ge juga memiliki kesempatan untuk menggunakan panel intelijen untuk menyelidiki kedua wanita itu.

“Sistem, selidiki informasi target.”

“Ding. Informasi target sebagai berikut…”

Gunakan ← → untuk pindah chapter