Gu Changge menyaksikan pemandangan ini, pikirannya bergerak tipis.
Di balik portal itu, meskipun tidak ada Liuhe Tianyuan yang ingin ia ambil, ada hawa lain yang terasa familier baginya.
Ia sudah menduganya sebelumnya, namun kini portal tersebut telah retak sedikit, dan akhirnya membuatnya memastikan sesuatu yang lain.
Awalnya, itu hanyalah goresan tangan yang ditinggalkan secara acak. Setelah bertahun-tahun mengalami evolusi dan fermentasi yang tak terhitung jumlahnya, hal itu menjadi kejutan yang tak terduga.
Wajah Ling Yuxian juga menunjukkan kegembiraan, kehadiran beberapa alam leluhur sudah cukup untuk mengejutkan seluruh peradaban Xiyuan.
Namun, ia sudah mengabaikan konsekuensi yang akan timbul nantinya.
Matanya terpaku pada area yang kabur itu, mencoba menembus pemandangan tersebut.
Di dunia yang bergejolak dan luas, terdapat banyak atmosfer yang kacau, keruh dan kotor, seolah-olah itu tertinggal sejak awal mula dunia diciptakan.
Kepingan-kepingan pecahan kosmik dihanyutkan oleh aura yang kacau ini, mengeluarkan suara gemuruh bagaikan tsunami gunung, seolah-olah banyak dunia yang saling bertabrakan.
Ini adalah ruang dan waktu yang sunyi senyap, dan ada awan abu-abu suram yang melayang di langit dan bumi.
Gunung-gunung, sungai-sungai, dan tanah tandus benar-benar sunyi, dan banyak tempat yang menakutkan berupa Retakan Besar, seolah-olah ditarik oleh semacam pedang tiada tara, dipenuhi dengan kabut hitam tebal.
Di kedalaman dunia yang agung ini, terdapat sebuah menara tinggi kuno dengan total delapan belas lantai.
Siapa yang mencoba menghantam penghalang di sini?
Pada saat ini, terdengar suara sedikit guncangan di lantai dasar menara ini.
Seseorang membuka mata mereka dan melihat ke luar menara dengan ekspresi terkejut tertulis di wajah mereka. Di setiap lantai menara ini, terdapat banyak sosok yang duduk bersila. Mereka semua diselimuti oleh napas kuno, beberapa orang tampaknya tidak pernah bergerak sejak zaman purba, dan mereka diselimuti debu.
Kini, saat seseorang berseru perlahan, beberapa sosok perlahan membuka mata mereka dan melihat ke arah dunia luar.
Di tempat itu, langit menjadi tembus pandang, dan sebuah zat seperti kabut tebal terus-menerus melayang serta berosilasi, menyebar ke sisi ini.
Pada saat yang sama, serangkaian suara keras, bagaikan langit yang runtuh, datang dari luar dunia yang luas ini, mengguncang dunia, dan Tianyu pun bergetar.
Bahkan dengan itu, terdengar suara gemuruh dari Naga Bumi Prajna yang sedang membalikkan badan.
"Apa yang terjadi?"
Banyak sosok di dalam menara terkejut dan melihat ke arah sana.
Aku melihat seberkas cahaya terang silih berganti, menembus langit, terus-menerus membombardir angkasa, dan energi yang menakutkan meledak, menyebabkan ribuan retakan seperti jaring laba-laba muncul di sana.
Seluruh bagian Tianyu hancur berkeping-keping bagaikan kaca yang hampir pecah. Di dalam menara, pandangan demi pandangan yang terkejut melihat ke luar, dan banyak orang berdiri dengan suara nyaring, penuh emosi.
"Seseorang sedang mencoba mendobrak penghalang tanah keabadian. Mungkinkah seseorang dari dunia luar yang ingin membantuku keluar dari sini?"
Mungkinkah ada hari di mana matahari akan terbit kembali?
Wajah-wajah dari sosok-sosok ini tampak sangat kuno, wajah mereka penuh dengan keriput, dan rambut mereka beruban, seolah-olah angin akan menjatuhkan mereka.
Namun kini mereka penuh dengan kegembiraan dan antusiasme, seolah-olah melihat semacam harapan.
Mata tua yang tadinya penuh dengan kelesuan dan kekaburan, tiba-tiba memancarkan kilau cemerlang.