I Am The Fated Villain - Chapter 1200.5 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1200.5 · 3m baca

Chapter 1200.5

by 天命反派

Ling Yuxian tidak berkata apa-apa lagi, tetapi berada di sini membuatnya benar-benar dapat merasakan napas sang kakak, dan jarak di antara mereka berdua menjadi semakin dekat.

Namun, dia tetap tanpa sadar melirik ke arah Gu Changge di sampingnya, dan melihat ekspresinya masih tetap sama, tenang dan santai, seolah-olah dia tidak terkejut dengan segala sesuatu yang terjadi. Sudut bibirnya menyunggingkan senyuman tipis, seakan sedang menantikan sesuatu.

Pemandangan ini membuat Ling Yuxian semakin merasa gelisah.

Tindakan Gu Changge selama beberapa hari terakhir membuatnya sangat tidak tenang, tetapi dia tidak bisa menjelaskan dengan tepat di mana letak kegelisahannya itu.

Ling Yuxian mengira Gu Changge adalah pemilik Gerbang Keabadian Abadi (Gate of Eternal Life), dan kedatangannya ke Istana Yuxian juga bertujuan untuk mencari Gerbang Keabadian Abadi tersebut.

Namun, tingkah laku Gu Changge membuatnya tidak mampu membaca maupun menebak tujuannya, bahkan memberinya kesan bahwa apa yang diincar Gu Changge jauh lebih besar, melebihi sekadar Gerbang Keabadian Abadi itu sendiri.

Hal ini membuat Ling Yuxian sedikit menyesali perjanjian yang telah dia buat sebelumnya dengan Gu Changge.

"Apakah kau merasakan sesuatu?" tanyanya dengan suara pelan.

Gu Changge tersenyum dan balik bertanya, "Bukankah kau yang membawaku ke sini?"

"Kenapa malah bertanya kepadaku apakah aku merasakan sesuatu?"

"Lagian, bukankah ini pertanyaan yang seharusnya kutanyakan padamu?"

Ling Yuxian sangat ingin meliriknya dengan dingin, tetapi dia berhasil menahannya dan bertanya, "Bukankah kau bilang ingin mengambil kembali barangmu? Kalau begitu, apakah barang yang ingin kau ambil itu berada di dalam sini?"

"Tidak." Gu Changge menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan jujur.

Ling Yuxian tertegun. Jelas-jelas dia merasa kakaknya berada di dalam tempat ini, tetapi mengapa Gu Changge berkata tidak ada?

Tanpa sadar ia mengira Gu Changge sedang membohonginya. Dia mendengus dingin, mengabaikannya, dan terus memerintahkan para tetua tingkat Dao untuk melancarkan serangan guna membombardir matahari yang menyilaukan itu.

Energi yang memenuhi langit muncul kembali, berubah menjadi seberkas cahaya yang jauh lebih besar dari sebelumnya, menghantam matahari yang cemerlang itu.

Seluruh penjuru langit bergetar, seolah-olah menerbangkan niez (abu) yang tak terhitung jumlahnya. Jika diamati lebih dekat, debu cahaya itu ternyata mengandung kekuatan Dao, bergolak hebat bagaikan air telaga yang mendidih.

Setiap butir debu cahaya yang bergoyang tampak mengandung kekuatan sejauh ratusan juta mil, yang mampu menembus masa kuno dan modern.

Kekuatan semacam ini terlampau mengerikan; itu sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan dunia besar mana pun, alam semesta mana pun, bahkan dunia nyata yang baru terbentuk pun takkan sanggup menahannya dan akan hancur seketika di ambang kehancuran.

Namun, di hadapan matahari yang cemerlang ini, kekuatan itu bagaikan lembu tanah liat yang masuk ke dalam laut, hanya mampu menimbulkan riak-riak kecil saja.

Para tetua tingkat Dao dari Istana Yuxian juga merasa terkejut. Dengan kekuatan gabungan mereka, bahkan eksistensi tingkat leluhur Dao pun harus menghindari ketajaman serangan itu untuk sementara waktu, tetapi sekarang, bahkan segel penghalang di tempat ini saja tidak dapat dihancurkan.

Mereka tidak mempercayainya dan terus melancarkan serangan. Cahaya dari langit muncul kembali, menyilaukan dan mempesona, membentang dari zaman kuno hingga modern, membuat sungai waktu yang panjang pun ikut bergemetar ketakutan.

Di hadapan matahari yang cemerlang itu, lubang hitam pekat tergantung tinggi di udara, bagaikan raksasa yang menelan langit dan melahap seluruh energi. Sebagian besar cahaya yang dibombardir telah ditelan olehnya, dan hanya sebagian kecil saja yang jatuh mengenai pintu belakang.

Kendati demikian, ini tetaplah hal yang luar biasa. Bahkan ketika Ling Yuxian maju ke bagian belakang, dia tetap merasa sedikit terguncang.

Apakah ini benar-benar hanya gerbang milik Klan Jing?

Dia merasa pola seperti itu hanya dapat diciptakan ketika kakaknya berada di puncak kejayaannya.

"Kakak ada di antara mereka. Tidak diragukan lagi. Bahkan jika ini bukan gerbang Klan Jing, kita tidak bisa membiarkannya begitu saja. Kita harus menghancurkannya sampai terbuka."

Ling Yuxian tidak menyerah dan terus mengerahkan seluruh tetua tingkat Dao untuk bertindak, mencoba membukanya secara paksa.

Gu Changge menyaksikan dari samping, sementara tatapan yang penuh makna melintas di dalam matanya.

Gunakan ← → untuk pindah chapter