I Am The Fated Villain - Chapter 1182.5 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1182.5 · 2m baca

Chapter 1182.5

by 天命反派

Namun, hingga kini, Ling Yuxian belum juga mengatakan di mana sang Leluhur dikurung.

Hal ini pula yang menyebabkan Ling Qiuchang dan yang lainnya dengan sabar bersiap dan menunggu.

Kabut abadi memenuhi udara, sinar matahari yang berpijar, dan atmosfer Dao berembus di dalam gua.

Ling Yuxian sedang duduk di atas ranjang giok dengan posisi meditasi, lima indra terfokus ke langit. Matanya lelah dan alisnya berkerut, seolah ada sedikit rasa sakit di antara alisnya. Ada cahaya seukuran kepalan tangan yang berdenyut dan berkilau, memantulkan cahaya jernih pada tulang pipinya. Di dalam cahaya yang berdenyut itu, tampak kepingan-kepingan Dao saling terjalin.

Pada setiap kepingan Dao, serpihan ingatan samar berkelebat, terus-menerus menyatu dan menyusun kembali.

Pada saat yang sama, sesosok bayangan yang tak jelas terlihat duduk bersila, dengan aura keabadian yang melekat, memancarkan keagungan yang melampaui dunia, bagaikan leluhur dari segala makhluk abadi.

“Kakak, aku pasti akan membukakan jalan keluar untukmu.”

Setelah sekian lama, cahaya yang berdenyut itu akhirnya meredup, dan Ling Yuxian pun membuka matanya.

Ia bergumam pada dirinya sendiri, tatapannya menjadi sangat rumit setelah melalui pergolakan batin yang singkat. Tajam dan penuh makna.

Pendiri Istana Yuxian bukanlah orang lain, melainkan saudari kandungnya—lebih tepatnya, mereka berdua adalah orang yang sama. Inilah yang baru diketahui oleh Ling Yuxian setelah menyerap beberapa kepingan ingatan yang bangkit kembali.

Sebelumnya, ia pun tidak tahu dengan jelas apa hubungan antara leluhur Istana Yuxian dan dirinya, mengapa ia bisa merasakan keberadaan leluhur Istana Yuxian, serta mengetahui bahwa leluhurnya itu terjebak di suatu tempat dan membutuhkan pertolongannya.

Kini, ia hanya memiliki samar-samar pemahaman tentang masa lalu dan masa kini. Ia juga menyadari bahwa ia memiliki saudari kembar, di mana keduanya berasal dari asal dan jiwa yang sama.

Mereka adalah kembar, tetapi bagaikan satu orang. Mereka memiliki ikatan batin yang kuat, dan terlepas dari berapa lama mereka terpisah, mereka selalu dapat mengetahui pikiran dan keberadaan satu sama lain dengan jelas.

Justru karena inilah Ling Yuxian baru mengetahui bahwa saudarinya masih terjebak.

Dalam pertempuran akhir melawan sumber malapetaka hitam, ia terluka parah dan nyaris tewas.

Pada akhirnya, saudarinyalah yang telah mengerahkan segala daya upaya untuk melindungi jiwa sejatinya agar tidak lenyap begitu saja dari muka bumi.

Kalian harus tahu bahwa pada saat itu, ia terkena serangan Qianguang, yang menembus langsung seluruh jiwa primordialnya. Akibat dari benturan itu, bahkan jalur Dao-nya pun menguap hingga kering. Jika itu menimpa orang lain di tingkat yang sama, ia pasti akan tewas seketika.

Berkat fisik khususnya dan napas kehidupan yang panjang, ia mampu menahan hantaman tersebut.

Kekuatan dari Penguasa Sumber Malapetaka Hitam dapat digambarkan mencapai langit dan tak terbayangkan, dan ia merasa sosok itu bukanlah sekadar monster biasa.

Mustahil untuk membunuh eksistensi seperti itu; bahkan jika itu hanya serangan acak, itu sama sekali bukan sesuatu yang bisa dihadapi oleh para kultivator di dunia ini.

Meskipun Ling Yuxian selamat, Dao dan kultivasinya hampir musnah total.

Dengan bantuan saudarinya, ia mampu membentuk kembali tubuhnya menggunakan sisa jiwa sejati yang hancur itu, lalu menyegelnya di dalam sumber Dao dalam bentuk reinkarnasi, menunggu masa depan di mana ia bisa bangkit kembali dan mencapai puncak kekuatannya.

Dan saudarinya, demi membantunya memulihkan puncak kekuatannya sesegera mungkin, mengambil risiko besar untuk merebut harta peradaban yang disebut Gerbang Kehidupan Abadi.

Menghadapi pengepungan dari banyak musuh yang kuat, jika kalah, pilihannya hanya menyapu bersih gerbang kehidupan abadi dan melarikan diri ke kedalaman ruang dan waktu.

Dalam kondisi terluka parah, saudarinya mencoba menyempurnakan dan mengendalikan gerbang keabadian itu, namun justru terjebak dalam perangkap dari pintu keabadian tersebut.

Agar tidak ditelan oleh Roh Gerbang Kehidupan Abadi, saudarinya hanya bisa memilih jalan kehancuran bersama, menyegel dirinya sendiri bersama dengan Roh Gerbang Kehidupan Abadi. Cara satu-satunya bagi Ling Yuxian untuk menyelamatkan saudarinya yang terjebak adalah dengan meledakkan Gerbang Kehidupan Abadi dan menghancurkan segel di dalamnya.

Gunakan ← → untuk pindah chapter