Beyond the Timescape - Chapter 952 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 952 · 11m baca

The Bright of Dawn, the Dark of Night

by Er Gen

Saat fajar menyingsing, kelima pusaran air berputar perlahan mengelilingi Planet Kaisar Kuno. Mayat-mayat para kaisar masa lalu memancarkan energi kekaisaran yang begitu mengejutkan. Meskipun para kaisar ini telah tiada, berkat pusaran-pusaran tersebut, aura mereka masih tetap mengguncang langit dan bumi.

Mereka berubah menjadi lima pilar cahaya raksasa yang menembus awan, membentuk pola segi lima dengan Planet Kaisar Kuno berada tepat di tengahnya. Dari kejauhan, pemandangan itu tampak bagaikan sebuah altar segi lima raksasa. Meskipun sekilas mirip dengan altar sebelumnya, baik dari segi ukuran maupun strukturnya, altar ini sama sekali tidak bisa dibandingkan.

Inilah upacara kenaikan dewa yang sesungguhnya bagi sang permaisuri. Hal lain yang membedakannya dari upacara sebelumnya adalah upacara ini mengandung unsur kecerdikan yang tak terbayangkan. Seolah-olah… upacara itu sendiri memiliki kekuatan hidup!

Xu Qing belum pernah melihat hal semacam ini sebelumnya.

Semua upacara kenaikan dewa yang pernah ia saksikan di masa lalu memiliki kemiripan samar, yakni murni hanya sebagai sebuah ritual. Tak satupun dari mereka yang memancarkan sensasi kekuatan hidup. Ini adalah pertama kalinya ia menyaksikan pemandangan seperti ini.

Dia akan menjadi dewa manusia, dan para kaisar masa lalu akan menjadi dewa zombi… Sungguh tindakan yang sangat berani dan luar biasa!

Xu Qing tampak tergerak. Ia pernah bertemu dengan orang-orang yang mendominasi sebelumnya, dan ia juga pernah melihat orang-orang yang bernyali besar. Namun, kebanyakan dari mereka adalah kaum pria. Dalam kasus ini, sang permaisuri melakukan sesuatu yang akan sulit dilakukan oleh tak terhitung banyaknya pria. Itu benar-benar sebuah kelangkaan! Terutama jika mengingat bahwa ia ingin memutuskan hubungan dengan tanah suci. Itu pada dasarnya adalah definisi dari keteguhan yang tak kenal kompromi.

Kemunculan empat puluh sembilan Matahari Fajar adalah sesuatu yang sama sekali tidak dapat diprediksi oleh Xu Qing. Bahkan, tidak seorang pun yang bisa menebaknya. Ini adalah tingkat keagungan yang melampaui kata "kaisar".

Lebih dari itu, tampaknya ada hal lain yang menjadi sumber pemicu untuk upacara ini.

Cahaya perak dari tanah suci itu membentuk sebuah jalur penghubung, namun jalur tersebut robek berkeping-keping dan pecahan-pecahannya berubah menjadi cahaya!

Xu Qing mendongak menatap kerobekan di kubah langit yang perlahan menutup. Saat itu juga, pecahan-pecahan jatuh menembus kerobekan tersebut dan berubah menjadi cahaya di atas ibu kota kekaisaran. Sang permaisuri kemudian mengumpulkan cahaya itu dan menjadikannya bagian dari upacara. Saat itulah upacara tersebut tampak mendapatkan kekuatan hidupnya.

Itu adalah cahaya dari luar surga. Lebih tepatnya, itu adalah cahaya dari tanah suci, dan sang permaisuri memanfaatkannya pada saat yang krusial dalam upacara kenaikan dewa.

Seluruh peristiwa ini sangat mencengangkan, bukan hanya bagi Xu Qing, tetapi juga bagi semua manusia di wilayah tersebut. Rentetan peristiwa mengejutkan hari ini bagaikan ombak susulan yang menghantam pantai.

Sementara itu, titah sang permaisuri bergema bagaikan suara guntur atau letusan gunung berapi. Ternyata, inilah rincian di balik kisah Kaisar Eastglory. Ternyata, inilah sumber dari duka Kaisar Mirrorcloud. Ternyata, inilah alasan mengapa Kaisar Sageheaven menyimpan kepahitan yang begitu mendalam. Dan ternyata, kematian Kaisar Dao Life adalah sebuah misteri yang belum terpecahkan.

Tak seorang pun tahu bagaimana harus bereaksi. Kecuali sang permaisuri, yang melayang di udara di tengah kelima berkas cahaya, menatap tajam ke langit.

Di bawahnya, Planet Kaisar Kuno berpijar dengan cahaya keemasan yang pekat. Ketika warna keemasan itu sepenuhnya sempurna, itu akan menandakan bahwa upacara tersebut telah berhasil. Pada saat itu, kelima kaisar masa lalu akan menjadi dewa, dan kesuksesan sang permaisuri akan memastikan dirinya menjadi sebuah legenda.

Pada titik itu, tatapan sang permaisuri menjadi sangat tajam. Tatapan itu tampak cukup kuat untuk menembus langit dan mengguncang bumi! Warna-warna liar berkecamuk di langit dan bumi, sementara gemuruh hebat yang mirip guntur mengguncang angkasa. Suara itu bukan berasal dari kubah langit itu sendiri, melainkan… dari luar kubah langit! Saat suara itu memasuki Revered Ancient, ia berubah menjadi suara megah yang memenuhi seluruh ibu kota kekaisaran.

"Inilah titah dari Kaisar Kuno, yang telah menerima Mandat Surgawi dan diagungkan oleh para dewa. Kaisar palsu ini tidak bermarga Guyue, tidak memiliki tabiat yang menyenangkan, serta berhati kejam dan ganas. Dahulu kala, sebagai selir dari Perang Gelap, ia bertindak sebagai manusia fana, dengan egois membujuk Perang Gelap untuk menarik diri dari muka publik, serta berkomplot demi meraih dukungan khusus di dalam harem kekaisaran."

"Ia memiliki hati serangga berbisa dan tabiat seekor serigala. Ia berteman dengan para pejabat korup dan menyihir orang-orang yang baik serta setia. Ia dibenci oleh manusia maupun hantu. Ia ditolak oleh langit dan bumi."

"Tak diragukan lagi ia menyimpan niat jahat, bahkan sampai bernafsu mengincar peninggalan leluhur. Namun hari ini, kita akan melihat siapa yang sebenarnya memegang kendali atas wilayah ini!"

"Janji-janji manusia Revered Ancient masih terngiang jelas di telingaku. Demi aura takdir Revered Ancient, dan demi menyelamatkan seluruh alam, perempuan ini harus dilengserkan!"

"Biarkan semua orang, dari rakyat jelata hingga para bangsawan, mematuhi titah universal ini!"

"Jika seseorang menyimpan keterikatan yang tidak pantas dan menyusuri jalan yang salah, ia akan mengabaikan pertanda buruk dan menderita hukuman eksekusi! Demikianlah titah Kaisar Kuno!"

Kata-kata itu menghantam umat manusia bagaikan Sambaran petir, membuat tak terhitung banyaknya kultivator yang gemetar. Badai mengamuk di dalam diri mereka, bangkit dari lubuk darah mereka dan meledak di dalam pikiran mereka. Kekuatan aura takdir manusia melonjak, menyebar ke segala arah untuk menciptakan kekuatan pengusiran yang menargetkan sang permaisuri.

Jubah kekaisaran sang permaisuri robek berkeping-keping, dan mahkota kekaisarannya hancur berkeping. Hal itu terjadi karena kata-kata tersebut berasal dari luar surga, dan itu adalah dekrit kekaisaran yang sesungguhnya! Itu adalah titah dari seorang Kaisar Kuno! Titah semacam itu mampu memerintah suatu ras dan menentukan hidup atau mati hanya dengan sebuah kata. Titah itu dapat memengaruhi seluruh manusia dan mengendalikan semua aura takdir.

Saat jantung seluruh manusia berdegup kencang, naga raksasa aura takdir berbalik menatap sang permaisuri dan mengaum. Proyeksi para pertapa bijak dari masa lalu berpaling dan menatapnya dengan murka. Secara bersamaan, aura takdir bergolak ketika para roh pahlawan manusia bermunculan—orang-orang yang telah gugur selama bertahun-tahun dalam perang melawan para dewa. Mereka dengan cepat memenuhi langit dan bumi, membentuk kekuatan yang mengejutkan. Semuanya tampak berang saat mereka memandang sang permaisuri.

Mereka ingin melucuti gelar kekaisarannya dan mencegahnya mencapai kenaikan dewa! Inilah serangan balasan dari tanah suci!

Menanggapi semua itu, tatapan sang permaisuri tetap setajam bilah pedang. Saat aura takdir membentuk pahlawan yang tak terhitung jumlahnya di sekelilingnya, ia berbicara dengan suara yang tenang.

"Kalian semua menyaksikan nasib Eastglory. Kalian semua mengamati duka Mirrorcloud. Kalian semua memahami kepahitan Sageheaven. Kalian semua tewas begitu saja seperti Dao Life."

"Kalian semua adalah para pertapa bijak dan pahlawan. Kalian hidup sebagai manusia dan mati sebagai manusia pula. Aku menaruh hormat pada kalian. Namun… aku tidak bisa melihat kesalahan begitu saja dan mengabaikannya. Aku tidak bisa memahami kebenaran namun berbicara dengan kebohongan."

"Dan aku tidak bisa mendasarkan pemikiran serta tindakan hannya pada titah dari luar surga! Selama puluhan ribu tahun, umat manusia telah menderita. Rakyat jelata tidak terlindungi, mati terus-menerus, memenuhi daratan dengan mayat-mayat mereka. Mereka hidup bagaikan budak. Ternak. Kehidupan mereka adalah sebuah pemandangan yang terlalu mengerikan untuk ditanggung..."

"Hari ini aku bangkit agar aku dapat melindungi rakyatku. Aku akan membawa pulang semua mereka yang tersesat dan mengembara. Aku akan menjaga tanah kita, baik yang dekat maupun yang jauh. Aku menolak untuk membiarkan manusia menjadi lemah. Mulai sekarang, kita umat manusia akan mampu berdiri dengan kuat dan tegak!"

"Langit dan bumi dapat menjadi saksi atas niatku. Seluruh Revered Ancient dapat mendengarkan suaraku. Kalau begitu… atas dasar apa aura takdir umat manusia berhak melahapku?"

Suara sang permaisuri begitu tajam bagaikan bilah pedang yang membelah langit dan bumi sebelum menghujam ke dalam aura takdir. Aura takdir bergolak semakin kacau, seolah-olah para pahlawan dan pertapa bijak sedang merenungkan apa baru saja diucapkan.

Sang permaisuri mengangkat kakinya dan melangkah maju. Suara gemuruh yang hebat memenuhi langit dan bumi saat ia kembali berucap dengan suara bagaikan petir.

"Umat manusia telah lama lemah dan tak berdaya. Mengalami kemunduran. Dan melalui semua itu, tanah suci hanya terus menuntut. Mereka sama sekali tidak peduli apakah ras kita hidup atau mati! Kita berjuang sementara ras-ras kuat bertebaran di sekeliling kita, selalu berniat memusnahkan kita selamanya!"

"Sejak aku naik takhta, aku selalu berhati-hati dan penuh kesadaran. Aku bahkan tidak berani bersantai sedetik pun. Aku menciptakan Matahari Fajar dan membangun aliansi, semuanya kulakukan sambil berjalan di atas es tipis. Sedikit saja salah melangkah bisa mengakibatkan kepunahan total ras manusia. Apa lagi yang bisa kulakukan?"

"Oh, para pahlawan dan pertapa bijak, nasihat apa yang akan kalian berikan padaku? Apakah kalian benar-benar hanya ingin tinggal diam dan menyaksikan umat manusia dimusnahkan? Apakah kalian hanya akan menonton begitu saja manusia terjatuh ke dalam situasi yang paling mengerikan? Apakah kalian benar-benar ingin semua manusia yang ada menjadi roh orang mati seperti kalian?"

Kaki sang permaisuri menapak ke bawah, dan segalanya bergetar. Aura takdir berada dalam kekacauan sementara ekspresi di wajah para pahlawan dan pertapa bijak dipenuhi oleh rasa sakit yang mendalam. Mereka tidak lagi tampak murka.

"Baiklah, aku menolak!" ucap sang permaisuri. Saat ini, suaranya adalah satu-satunya hal yang terdengar. "Dan oleh karena itu… satu-satunya pilihan adalah kenaikan dewa! Aku telah menjadi permaisuri, dan sekarang aku akan menjadi dewa. Semuanya adalah karma. Aku akan memikul tanggung jawab ini, demi kejayaan umat manusia. Dengan ini aku memohon pada langit, memohon pada bumi, memohon pada nurani, dan memohon kepada para pahlawan serta pertapa bijak di dalam aura takdir umat manusia: adakah yang salah dengan apa yang telah kulakukan?"

"Tanah suci sama sekali tidak peduli pada umat manusia, tapi aku peduli! Langit dan bumi tidak mengasihani umat manusia, tapi aku peduli! Wahai para pahlawan dan pertapa bijak dari aura takdir manusia, dengan mempertimbangkan pendirianku… mengapa kalian masih melawanku?"

Kata-kata sang permaisuri seolah mengguncang seluruh dunia. Ia memanfaatkan karma untuk membentuk aspirasi yang agung! Ia memiliki hati yang jujur serta tulus, dan berbicara dengan nurani yang bersih saat ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada aura takdir, kepada para pahlawan, serta kepada para pertapa bijak.

Kenapa kalian mencoba melahapku?

Kenapa kalian melawanku?

Aura takdir meletus dengan suara yang menyerupai ratapan duka. Para pahlawan dan pertapa bijak berdiri terpaku. Dan kemudian, seluruh pahlawan serta setiap pertapa bijak menundukkan kepala dan bersujud kepada sang permaisuri.

"Permaisuri!"

Suara mereka memenuhi dunia.

Aura takdir melonjak saat jubah kekaisaran yang baru muncul di tubuh sang permaisuri, diiringi oleh mahkota kekaisaran yang baru pula. Keduanya tampak jauh lebih agung dan mengesankan dari sebelumnya. Daratan, tekad, sejarah, dan aura takdir umat manusia semuanya memberikan berkah kepada sang permaisuri! Aura yang menakutkan mulai terpancar dari tubuhnya.

Setelah kepergian Kaisar Kuno Dark Serenity, dalam sejarah umat manusia yang terbentang selama bertahun-tahun, hal semacam ini belum pernah terjadi di antara para Kaisar Kuno beruntun lainnya. Di bawah sana, Planet Kaisar Kuno berkobar terang.

Saat momentum umat manusia terbentuk di tengah fajar, sesuatu yang lain sedang terjadi di dalam kegelapan malam di wilayah yang sangat jauh. Segala yang terjadi di sana justru bertolak belakang.

Itu terjadi di Wilayah Heaveneater.

Di luar istana kekaisaran mereka, berdiri Kaisar Heaveneater yang memiliki tinggi 3.000 meter. Saat ini, tubuhnya sedang runtuh. Serpihan darah dan daging yang tak terhitung jumlahnya menghujani segala arah.

Para anggota suku Heaveneater di sekelilingnya memasang ekspresi terkejut dan cemas di wajah mereka. Namun, mereka tak berdaya untuk melakukan apapun. Sensasi kelemahan yang memancar dari kaisar mereka terlihat jelas oleh semua orang.

Saat berikutnya, Kaisar Heaveneater perlahan membuka matanya.

"Aku baik-baik saja," ucapnya dengan suara serak.

Semua orang bisa melihat bahwa ia sama sekali tidak baik-baik saja. Faktanya, ia berada dalam situasi yang sangat gawat. Ia terluka parah sehingga sudah jelas ia harus segera mengasingkan diri untuk memulihkan diri. Dan itulah rencananya saat ia menggertakkan gigi menahan rasa sakit dari luka-lukanya.

"Kalian semua—" ucapnya, namun sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, sensasi krisis yang mendalam meledak di dalam dirinya. Ia mendongak menatap kubah langit yang gelap, dengan ekspresi terkejut. "Apakah itu…?"

Sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya, suara nyanyian menggema di kanopi langit.

"Energi양(yang) tertinggi dari dua polaritas menyatu ke dalam mata kuno para dewa, menjelma menjadi cahaya gemerlap di langit berbintang di atas Revered Ancient. Biarkan proyeksi itu turun dan berinkarnasi ke dalam domain seorang dewa."

"Penguasa terhormat dari matahari dan banyak surga di alam semesta, Torchlight yang suci. Biarkan pintu itu turun!"[1]

Saat kata-kata itu meledak, langit dan bumi di ibu kota kekaisaran suku Heaveneater bergetar hebat. Kekuatan yang menakutkan dan begitu perkasa menekan turun, tidak hanya di ibu kota, tetapi di seluruh Wilayah Heaveneater.

Tiba-tiba, sebuah bayangan kabur muncul di langit tepat di atas kepala Kaisar Heaveneater. Bayangan itu melampaui langit dan melampaui segala Dao. Ia melampaui apa pun dan segalanya.

Di dalam bayangan itu terdapat dunia yang sangat mengerikan dan misterius. Seseorang dapat melihat sekumpulan pohon aneh nan besar yang memancarkan fluktuasi keilahian. Binatang buas yang mengerikan dan bersifat ketuhanan bertebaran. Kuil-kuil kuno yang unik bermunculan, memancarkan kesan usia yang sangat tua. Seseorang dapat melihat lautan yang membeku dan pegunungan yang berwujud gas. Ada awan berbentuk manusia yang aneh, roh-roh menyerupai gurita yang telah hidup selama bertahun-tahun yang tak terhitung. Dan ada burung-burung raksasa bersayap bulu yang mampu menutupi langit serta menaungi daratan. Masing-masing tampak lebih besar dari yang sebelumnya, dengan wujud dan bentuk yang sangat ganjil.

Di lubuk pemandangan aneh itu terdapat sesosok makhluk mengerikan berupa bola raksasa berukuran 5.000 kilometer. Bola itu berwarna hitam dan dipenuhi oleh tentakel yang menggeliat serta mata mengerikan yang berkedip-kedip, seolah mampu menembus ruang dan waktu. Suara-suara yang dalam dan menggema terdengar dari dalam bola tersebut, bagaikan guntur yang membuat awan bergolak. Saat bola itu bergerak, dunia bergetar, daratan berguncang, lautan mengamuk, dan udara tersulut api.

Permukaan bola hitam itu dipenuhi oleh wajah-wajah yang tak terhitung jumlahnya, yang semuanya menyanyikan bait-bait yang sama seperti yang baru saja dilantunkan.

Inilah… domain dewa Torchlight!

Berikutnya, sejumlah tentakel yang tak terhitung jumlahnya melesat keluar dari bola hitam tersebut. Masing-masing memancarkan kekuatan otoritas ketuhanan, dan mampu mengabaikan hukum sihir.

Wajah Kaisar Heaveneater berubah pucat, dan ia mundur dengan kecepatan penuh. Pada saat yang sama, ia mengangkat tangannya untuk memanggil kekuatan Penguasa Kekaisarannya. Dengan melakukan itu, ia mengubah wajah langit dan bumi. Seolah-olah ia telah memahat ruang dan waktunya sendiri. Semestanya sendiri.

Namun tentakel-tentakel itu bersinar dengan cahaya hitam saat mereka terulur dengan penuh rasa lapar dari bola daging hitam yang merupakan domain dewa tersebut.

Tentakel yang tak terhitung jumlahnya menggeliat maju untuk melilit sang kaisar. Dalam sekejap mata, Kaisar Heaveneater yang sedang terluka parah diseret ke dalam domain dewa.

Anggota suku Heaveneater lainnya berseru cemas saat sosok-sosok bayangan terbang keluar dari domain dewa Torchlight dan masuk ke wilayah mereka. Jumlahnya mencapai ratusan ribu!

Mereka dipenuhi dengan aura mematikan dan sangat ganas. Beberapa memiliki wajah yang benar-benar tanpa ekspresi, sementara yang lain menampilkan senyum tipis yang hangat. Berbagai macam tabiat dipamerkan, dan banyak ras berbeda yang terwakili. Satu unsur yang menyatukan mereka adalah bahwa mereka semua adalah kultivator terpilih yang telah menjalankan Pertunjukan Berlumuran Darah.

Mereka adalah para agen Torchlight dari segala penjuru daratan utama Revered Ancient!

Selain mereka, ada pula entitas yang jauh lebih mengerikan. Mereka mengenakan jubah hitam yang menutupi tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki. Namun aura dingin dan menakutkan yang mereka pancarkan membuat mereka tampak seperti hantu kuno dari dunia bawah. Tubuh mereka memancarkan asap hitam yang berputar-putar di sekitar mereka dan mengambil wujud monster-monster mengerikan. Lebih luar biasa lagi, tubuh mereka tampak terbuat dari tanaman. Ada yang tinggi dan kekar, ada pula yang sangat mengerikan. Beberapa tampak seperti manusia, sementara yang lain menyerupai binatang buas. Semuanya memancarkan mutagen dewa.

Jika Xu Qing ada di sana, ia pasti akan langsung mengenali mereka. Mereka semua adalah tubuh dewa buatan! Saat mereka turun, mata para kultivator keji ini bersinar dengan cahaya dunia bawah. Mereka tertawa cekikikan secara keji.

"Apakah ini lokasi yang dipilih oleh sang putra mahkota untuk kita?"

"Aura di sini sungguh luar biasa..."

"Kurasa kita harus memulai pembantaian ini. Patuhi perintah putra mahkota. Ubah semua makhluk hidup di sini menjadi bahan bangunan berupa daging dan darah!"

Begitu selesai berbicara, mereka menerjang turun.

Sementara umat manusia menjadi pusat perhatian dari tatapan yang tak terhitung jumlahnya, sebuah pembantaian mengejutkan terjadi di ibu kota kekaisaran suku Heaveneater. Dan pembantaian itu dengan cepat menyebar hingga memenuhi seluruh wilayah tersebut.

Tanpa kaisar atau raja surgawi mereka, suku Heaveneater yang tadinya luar biasa kini terpaksa menghadapi organisasi Torchlight, termasuk tubuh dewa buatan mereka, yang beberapa di antaranya mampu meledakkan diri. Dan pada akhirnya, mereka harus menghadapi sebuah domain dewa...

Sangat mudah untuk membayangkan nasib apa yang menanti mereka. Terutama jika mengingat bahwa entitas-entitas mengerikan yang turun dari domain dewa tersebut membawa serta teror yang murni.

Sebencana dahsyat telah menimpa Wilayah Heaveneater.

1. Kalimat ini adalah pengulangan persis dari apa yang kita dengar di bab 800 dan 801. ☜

Gunakan ← → untuk pindah chapter