Fluktuasi tanpa batas bergolak melintasi langit di atas Kota Heavenfire dan Gunung Dewa. Sambar-sambar petir melesat ke kiri dan ke kanan, membentuk fenomena supernatural yang tak biasa. Gemuruh yang hebat membuat semua kultivator yang hadir merasa terkejut. Pada saat yang sama, reaksi garis keturunan para kultivator Firemoon menjadi semakin intens. Semuanya tampak jelas terkejut.
Meskipun spesies subsidier tidak mengalami reaksi apa pun pada darah mereka, saat melihat apa yang terjadi pada para kultivator Firemoon, mereka mulai merasa semakin heran.
Di langit, Tuan Heavenink bukan satu-satunya yang membungkuk. Di sebelah kanannya, Fan Shishuang melakukan hal yang serupa. Saat sosok itu muncul dari dalam pusaran, lebih dari separuh peserta babak kedua secara naluriah menundukkan kepala mereka. Termasuk Tuo Shishan dan semua petinggi terpilih lainnya. Ekspresi Tuan Firedark berkedut saat ia menatap pusaran tersebut.
Adapun sang Kapten... ia mengedarkan pandangan dan mendesah dalam-dalam sementara hatinya dipenuhi oleh sensasi menusuk, beserta ketidakpercayaan yang mendalam.
Para kultivator di Kota Heavenfire tercengang. Mereka semua kini tahu bahwa para peserta yang lain sedang menunggu orang yang saat ini sedang keluar dari pusaran tersebut. Saat semua orang memperhatikan, pusaran itu berputar, dan sosok di dalamnya melangkah keluar, menjadi semakin jelas. Kabut abu-abu menyebar seperti lautan di udara dan memenuhi langit serta bumi. Ada sesuatu yang liar dan kuno darinya, bahkan menciptakan terpaan angin yang masif. Karena reaksi garis keturunan dari banyak penonton, kabut abu-abu itu bergemuruh dengan suara yang menyerupai raungan dewa.
Tak lama kemudian, tengkorak-tengkorak Sembilan Fajar (Ninedawns) mulai terlihat di sekitar sosok yang baru muncul itu, dikelilingi oleh kabut saat mereka menatap ke segala hal di bawah. Semua kultivator Firemoon merasakan darah mereka bereaksi secara dramatis. Tak peduli seberapa tinggi tingkat basis kultivasi mereka. Semua kultivator dari spesies itu tak mampu mengendalikan tarikan yang mereka rasakan dari darah mereka.
Ada beberapa sesepuh ahli Firemoon yang melihat sembilan tengkorak tersebut dan saking terkejutnya rahang mereka hampir terjatuh. Mereka tak dapat menyembunyikan keterkejutan yang terlihat jelas di mata mereka.
"Apakah itu...?"
"Ini...."
Spesies subsidier melihat sembilan tengkorak di dalam kabut itu, dan ekspresi mereka berkedut. Banyak yang berspekulasi tentang apa yang mereka lihat, namun satu penjelasan yang paling masuk akal tampak sama sekali tidak bisa dipercaya.
Sebelum mereka sempat melakukan apa pun untuk mengonfirmasi spekulasi mereka, pusaran itu kembali bergemuruh dengan keras. Kabut menyembur darinya, menyebar ke segala arah. Kesembilan tengkorak itu muncul, menjadi terlihat oleh semua orang. Ada naga-sapi, naga-serigala, naga-feniks, naga-raungan, naga-singa, naga-kura-kura, naga-harimau, naga-anggun, dan naga-ikan. Kesembilannya berputar-putar, memancarkan raungan yang kuat.
Ninedawns, yang telah dikurung selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, kini menampakkan diri lagi di dunia! Aura antemage dan darah dari Para Archmage Langit Kelam (Darkheaven) menjelma menjadi kekuatan asal-usul yang berada pada tingkat tertinggi.
Tiba-tiba, jiwa para kultivator Firemoon mulai bergetar, dan darah mereka dipenuhi oleh sensasi yang sangat kuat yang membuat mereka ingin bersujud di hadapan kesembilan kepala tersebut. Spesies subsidier tidak mengalami reaksi garis keturunan seperti itu, namun spekulasi mereka tampaknya terbukti benar.
Tingkat ketidakpercayaan yang terjadi begitu luar biasa. Legenda seputar Tanah Terlarang Ninedawns, ditambah pemandangan para kultivator Firemoon yang membungkuk, begitu mengejutkan hingga mereka semua memilih untuk menundukkan kepala. Mulai saat ini, tak peduli apa tingkat basis kultivasi, status pribadi, atau identitas yang terlibat, semuanya menundukkan kepala.
Saat itulah sosok tersebut akhirnya muncul dari pusaran. Begitu ia muncul di kubah surga, mereka yang membungkuk kepadanya akhirnya melihat siapa sebenarnya dia.
Ia memiliki rambut panjang yang tergerai di belakangnya bagaikan Sungai Waktu. Matanya bagaikan roh di langit berbintang, berkelap-kelip dengan benda-benda surgawi yang tak terhitung jumlahnya. Fitur wajahnya berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada semua bentuk kehidupan lainnya, dan memicu keterkejutan yang sedalam darah.
Dia tidak lain adalah Xu Qing!
Begitu ia muncul, raungan tengkorak-tengkorak Ninedawns semakin menjadi-jadi, dan mereka mulai berputar mengelilinginya untuk membentuk sembilan lentera yang terbuat dari daging! Xu Qing merasakan hubungan asal-usul yang sama antara dirinya dan kesembilan kepala tersebut. Alih-alih melihat segala sesuatu di bawah, ia berbalik untuk menatap ke arah pusaran.
Pusaran itu telah mulai memudar saat ia keluar. Ia bisa merasakan Wilayah Gunung dan Laut di sisi lain pusaran itu, serta berbagai macam makhluk buas di sana. Sebuah gagasan baru saja terlintas di benaknya.
Jika aku berada di luar sini, tetapi aku melepaskan aura Ninedawns, aku ingin tahu apakah aku bisa memanggil makhluk-makhluk dari Wilayah Gunung dan Laut.
Namun, jika ia melakukan itu di tanah kaum Firemoon Darkheaven, hal itu dapat memicu akibat yang parah. Untuk saat ini, ia menepis pemikiran tersebut.
Hingga kini, tak seorang pun yang memperhatikan hal lain selain Xu Qing dan sembilan lentera yang melayang di sekitarnya.
Pikiran Tuan Firedark berputar-putar, dan ia bernapas dengan berat. Ia tidak ingin menundukkan kepalanya, namun darahnya terus mendesaknya untuk melakukannya. Urat-urat menonjol di dahinya saat ia menolak dorongan itu, namun pada akhirnya, ia tidak punya pilihan selain menundukkan kepala.
Keheningan merajai langit dan bumi, namun gemuruh yang tak terdengar memenuhi hati dan pikiran para kultivator yang membungkuk. Bukan hanya para kultivator di area tersebut yang terkena dampaknya. Saat aura Ninedawns menyebar, semua Firemoon Darkheaven, di mana pun mereka berada, merasakan darah mereka bergejolak.
Sementara itu, saat Xu Qing muncul di luar Gunung Dewa, dan semua orang membungkuk kepadanya, tiga objek bayangan muncul, berdenyut dengan energi yang megah.
Ketiga benda itu adalah kemah-kemah yang megah tiada tara!
Masing-masing menyerupai sebuah kota seutuhnya.
Kemah pertama berdenyut dengan api yang mencengangkan dan mengandung kekuatan matahari. Tempat itu dikelilingi oleh lautan api, di mana seseorang dapat melihat kemah emas raksasa yang praktis sudah seperti sebuah istana.
Kemah kedua dikelilingi oleh cahaya bulan, dan memancarkan hawa dingin yang menusuk. Cahaya bulan di sekitarnya bagaikan kerudung misterius yang menciptakan penghalang berkilauan, dan di baliknya tampak sebuah kemah yang menyerupai istana bulan.
Kemah ketiga berkilauan dengan cahaya bintang, dikelilingi oleh kehampaan yang menyerupai langit berbintang. Dan di ujung langit berbintang itu terdapat sebuah istana yang terbentuk dari cahaya bintang.
Tiga kemah bagaikan istana ini sesuai dengan tiga pengurus kaum Firemoon Darkheaven, yang bagaikan kaisar atau raja yang kedudukannya berada tepat di bawah ketiga dewa mereka. Di antara kaum Firemoon Darkheavens, otoritas mereka adalah yang tertinggi. Mereka terdiri dari: Pengurus Heavencloud, yang melayani Dewa Agung Sunfire; Pengurus Silvercreek, yang melayani Dewa Agung Moonfire; dan Pengurus Deepspirit, yang melayani Dewa Agung Starfire!
Ketika mereka muncul, seluruh kaum Firemoon Darkheaven dan spesies subsidier membungkuk semakin rendah. Meskipun mereka hanyalah proyeksi, fakta bahwa kemah ketiga pengurus muncul secara bersamaan adalah hal yang tidak biasa. Biasanya, mereka hanya keluar untuk upacara-upacara penting.
Saat ketiga kemah megah itu muncul dalam bentuk proyeksi, mereka turun secara bersamaan. Pada saat yang sama, tiga tatapan mengerikan muncul darinya dan mengunci ke arah Xu Qing. Mereka jelas sedang memeriksanya secara kritis.
Sementara itu, Xu Qing menatap ke arah Gunung Dewa. Ia sadar bahwa tidak seorang pun di luar yang tahu tentang dirinya yang mendapatkan Ninedawns. Namun ketiga dewa tersebut tentu saja mengetahuinya. Kendati demikian, dari awal hingga akhir, ketiga dewa itu sama sekali tidak ikut campur, itulah yang menyebabkannya bisa keluar dari pusaran dengan cara seperti itu.
Ditambah dengan situasi di gua di bawah Tanah Terlarang Ninedawns, hal itu memberi Xu Qing pemikiran yang cukup jelas tentang apa yang sedang terjadi. Ketiga dewa tersebut secara diam-diam menyetujui kemunculan Ninedawns ke dunia. Bahkan, tampaknya sangat mungkin kalau mereka memang ingin seseorang membawa Ninedawns keluar....
Meskipun ia tidak dapat memastikan alasannya, kedatangan ketiga kemah megah ini seolah mengonfirmasi teorinya.
Yang pertama bertindak adalah Pengurus Deepspirit, pelayan Dewa Agung Starfire. Cahaya bintang berkilauan di sekitar kemah tatkala tatapan dari dalam berubah dari yang tadinya kritis menjadi penuh arti. Kemudian, sebuah suara yang tenang bergema.
"Ninedawns, sebagai seorang bijak dari kaum Firemoon Darkheaven, dengan ini aku menganugerahkan kepadamu jubah kemuliaan bintang dari kemah ini!"
Keluar dari kemah ilusif Pengurus Deepspirit sehelai jubah panjang yang terbuat dari cahaya bintang. Jubah itu tampak sangat indah saat melayang keluar dan muncul di hadapan Xu Qing. Jubah itu hampir menyerupai peta langit berbintang, karena memuat pendaran gemerlap dari benda-benda surgawi yang tak berkesudahan. Semua kultivator di bawah, baik dari kaum Firemoon maupun dari spesies subsidier, menganggap hal ini sangat bermakna. Jubah kemuliaan bintang memiliki signifikansi yang mendalam pada tingkat simbolis. Siapa pun yang mengenakan jubah semacam itu memiliki hak untuk meminta audiensi dengan Pengurus Deepspirit kapan saja. Sepanjang sejarah kaum Firemoon Darkheaven, sangat sedikit orang yang pernah diberikan jubah kemuliaan bintang. Mereka yang mendapatkannya semuanya adalah orang-orang yang sangat luar biasa.
Xu Qing menangkupkan tangan dan membungkuk. Ia tahu batasan dirinya, dan juga tahu betapa mengerikannya kaum Firemoon Darkheaven. Oleh karena itu, ia sama sekali tidak berniat untuk bertindak arogan karena Ninedawns.
Setelah Pengurus Deepspirit, yang berikutnya berbicara adalah Pengurus Silvercreek, yang melayani Dewa Agung Moonfire. Suaranya dingin bagaikan es saat ia berkata, "Kau dianugerahi sebuah medali dewa bulan silvercreek."
Sebuah medali identitas berwarna abu-abu meluncur keluar dari kemah, berdenyut dengan cahaya bulan dan tekad yang misterius. Itu sebenarnya adalah medali tulang, dan begitu benda itu muncul, mata sang Kapten terbuka lebar saat ia berdiri di tengah kerumunan, dan ia berjuang keras untuk mengendalikan pernapasannya.
Xu Qing kembali menangkupkan tangan dan membungkuk.
Berikutnya, api berdenyut di sekitar kemah Pengurus Heavencloud, yang melayani Dewa Agung Sunfire. Aliran-aliran api keluar, menyatu, dan berubah menjadi sebuah pedang pendek. Benda itu memancarkan cahaya pedang yang menyilaukan saat melayang menghampiri Xu Qing.
Tak lama kemudian, sebuah suara menggelegar meledak dari dalam kemah. "Kau dianugerahi sebuah pedang api surga heavencloud."
Sehelai jubah. Sebuah medali. Sebuah pedang.
Signifikansi simbolis dari benda-benda ini tidak dapat diremehkan. Dan fakta bahwa semuanya diberikan sekaligus sungguh luar biasa. Tidak perlu lagi mengumumkan siapa yang meraih tempat pertama di babak kedua. Kemunculan Ninedawns dan tindakan ketiga pengurus telah menceritakan semuanya.
Proyeksi ketiga kemah itu perlahan memudar menjadi ketiadaan.
Pada saat itulah, suara seorang dewa bergema dari Gunung Dewa.
"Dalam tujuh hari, babak penentuan Perburuan Besar akan dimulai."
Seiring bergemurnya suara itu, pusaran di langit pun menghilang. Babak kedua Perburuan Besar kini telah usai.
Di wilayah lain dalam teritori Firemoon Darkheaven, jauh di atas langit, riak-riak ilusif menyebar tatkala sebuah kota terapung besar-besaran muncul. Di dalam kota tersebut terdapat tidak kurang dari 10.000 bangunan, yang semuanya berkilauan bagaikan bintang. Ada makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya di kota itu, yang memancarkan fluktuasi yang mengerikan. Dalam kasus beberapa makhluk, energi mereka semata sudah cukup untuk membuat seluruh cahaya di langit dan bumi meredup.
Di tengah-tengah gugusan bintang terdapat sebuah kemah raksasa yang terbuat dari cahaya bintang. Itu adalah kemah Pengurus Deepspirit, yang melayani Dewa Agung Starfire. Di dalam kemah tersebut terdapat sesosok tubuh yang duduk bersila, yang saat ini sedang menatap ke arah Gunung Dewa.
Ninedawns akhirnya keluar ke dunia. Ketiga dewa menyetujuinya secara diam-diam. Anak ini terikat dengan suatu karma besar....
Chapter 876 · 7m baca
A God’s Tacit Approval
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter