Kedalaman Laut Abyssal terasa sangat sunyi. Bagian Prefektur Daybreak ini memang sudah terpencil dari awal, dan jarang sekali ada pelancong yang pergi ke sana. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa jari dewa telah menyisir daerah itu sebelumnya untuk menangkap para kultivator yang hidup, membuat tempat tersebut sekarang menjadi sangat sepi. Entah karena sisa-sisa matahari atau jari dewa, wilayah ini kini dipenuhi oleh mutagen, hingga menunjukkan tanda-tanda berubah menjadi wilayah terlarang.
Kepala batu dan singa batu sama-sama terkena dampak fluktuasi yang berasal dari jari dewa, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk pulih. Saat ini, wujud mereka hanyalah gumpalan daging yang hancur berantakan. Lukisan Tuan Inkwell masih menyisakan beberapa anggota keluarganya di dalamnya, tetapi jumlahnya tinggal sekitar lima orang saja. Dan para penyintas itu pun masih terus dimakan.
Akibat hal tersebut, tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa sesuatu yang sangat aneh sedang terjadi di bawah gumpalan daging seperti gunung di dasar danau.
Itulah sisa-sisa dari jari dewa, dan saat ini, benda itu sedang menggeliat bagaikan orang gila. Sementara itu, Xu Qing berada tepat di bawahnya, sepenuhnya dikelilingi oleh daging jari yang telah hancur tercabik-cabik, yang kini merangsek masuk ke dalam tubuhnya, memicu rasa sakit luar biasa yang menjalar ke seluruh dirinya.
Rasanya seperti ditusuk berulang-ulang kali sekaligus disayat hingga berkeping-keping. Xu Qing bergetar hebat. Namun, bagaimanapun ia melawan, sepertinya tidak ada gunanya. Ia tidak mampu menghentikan invasi daging dan darah tersebut. Waktu pun berlalu, dan gunung daging yang masif itu perlahan-lahan menyusut.
Setelah waktu yang cukup untuk membakar sebatang dupa, ukuran gunung daging itu berkurang setengahnya, dan garis bentuk tubuh Xu Qing mulai terlihat. Ia tampak kejang-kejang dan meronta, memperjelas betapa hebat rasa sakit yang dideritanya. Daging itu belum selesai merangsek masuk ke dalam dirinya. Benda itu terus menggeliat saat ia dengan beringas memasuki Xu Qing melalui setiap pori-pori di tubuhnya.
Waktu setara dengan sebatang dupa lainnya berlalu, setelah itu Xu Qing menjadi semakin jelas terlihat. Kini hanya tersisa satu gumpalan besar daging, yang berubah menjadi sekumpulan sulur-sulur sangat kecil yang mulai menggali ke dalam dahi Xu Qing.
Lalu benda itu pun lenyap.
Xu Qing berbaring tak bergerak, ekspresinya menyisakan raut kesakitan yang membeku. Ia tidak dapat merasakan apa pun di sekitarnya. Semua daging yang membentuk jari dewa kini telah berada di dalam dirinya, berubah menjadi sekumpulan sulur yang sangat halus dan memenuhi tubuhnya dari kepala hingga ujung kaki.
Meridiannya. Dagingnya. Tulangnya. Setiap bagian dari dirinya dipenuhi oleh sulur-sulur tersebut. Dan sulur-sulur itu perlahan-lahan saling terhubung, menyebabkan mutagen mengerikan menyebar dan mengubah Xu Qing, mentransformasikannya menjadi wadah yang cocok untuk tempat tinggal sang dewa.
Kristal ungu di dadanya masih memancarkan cahaya keunguan. Namun, cahaya itu hanya bisa memulihkan kerusakannya, dan tidak mampu melawan transformasi yang berasal dari daging seorang dewa. Bahkan, dalam beberapa hal, kekuatan pemulihan itu justru membuat proses transformasi berlangsung dengan lebih lancar. Kerusakan apa pun yang ditimbulkan langsung disembuhkan dengan cepat.
Akibatnya, daging jari dewa tidak memperdulikan kristal ungu tersebut, dan hanya terus perlahan-lahan mentransformasi Xu Qing.
Pertumbuhan berdaging bermunculan dari tubuhnya, menyerupai tentakel, menyebar, tumbuh lebih panjang, dan bergoyang ke sana kemari. Itu adalah pemandangan yang sangat aneh, tetapi yang paling aneh adalah bagaimana tentakel-tentakel berdaging itu dengan cepat melilit tubuh Xu Qing. Jika diamati dari dekat, akan terlihat bahwa meridian dan pembuluh darah sedang dibentuk oleh tentakel-tentakel berdaging tersebut, dan hal itu ternyata dilakukan dengan cara yang persis sama seperti saat Tuan Inkwell melukis tubuh sebelumnya.
Rupanya, jari dewa telah mengamati proses melukis itu dan mempelajarinya. Setiap tentakel berdaging bagaikan kuas lukis, dan tubuh itu sendiri adalah catnya. Dengan cara tersebut, sebuah tubuh baru mulai terbentuk, yang ukurannya mencapai beberapa ratus meter dari kepala hingga ujung kaki. Jari dewa menggunakan Xu Qing sebagai intinya, sambil membangun tubuh lain seperti cangkang luar.
Waktu berlalu. Cangkang luar itu tumbuh semakin sempurna. Tulang-tulang mulai tampak, dengan otot-otot yang perlahan-lahan terbentuk di atasnya. Kemudian tentakel-tentakel berdaging mulai membentuk anggota tubuh, dan juga menjular ke atas bagaikan bunga yang mekar untuk menciptakan leher. Berikutnya adalah bagian kepala. Cangkang luar membentuk kerangka umumnya, sementara tentakel-tentakel berdaging berproliferasi dan mengisi celah-celah yang kosong. Akhirnya, tentakel yang menggeliat dari bagian leher menyempurnakan bentuk kepala. Fitur-fitur wajah pun muncul, dan yang mengejutkan, wajah itu adalah wajah Xu Qing.
Sekitar satu jam kemudian, cangkang luar itu telah sempurna. Tubuh tersebut tanpa busana, dan otot-ototnya bergerak-gerak saat kulit terbentuk dan mengisi setiap bagian yang kosong. Ketika celah terakhir tertutup, sebuah tubuh yang sempurna terlihat, dengan tinggi lebih dari 900 meter, berdiri tepat di dasar danau yang luas itu.
Proporsional dengan sempurna, tinggi dan langsing, dengan bahu bidang dan dada yang kokoh. Tubuh itu memiliki otot yang kekuatannya mengerikan, serta ketampanan yang memikat.
Satu aspek yang tidak biasa adalah rambut tubuh itu, yang bukan berwarna hitam, melainkan ungu. Saat rambut ungu tersebut bergoyang di dalam air di sekitarnya, pemandangan itu menciptakan citra yang tampak keji sekaligus memesona pada saat bersamaan. Keagungan dewa memancar keluar, dan sesuatu yang suci berdenyut dari tubuh tersebut. Itu adalah kombinasi yang sangat meresahkan, paling tidak.
Inilah tubuh seorang dewa!
Namun, selain rambut ungu yang bergoyang, tubuh itu sama sekali tidak bergerak. Matanya belum terbuka.
Itu karena tubuh tersebut kekurangan jiwa.
Jari dewa telah menciptakan tubuh yang sangat cocok, tetapi langkah terakhir belum juga dijalankan. Dan itu adalah... perasukan. Benda itu harus melahap jiwa Xu Qing, dan kemudian menggunakan keilahian untuk menciptakan jiwanya sendiri bagi tubuh tersebut, sebuah jiwa dewa. Hanya dengan begitu benda itu akan benar-benar menjadi mandiri! Setelah semuanya selesai, benda itu akan berubah dari yang tadinya hanya sebatas jari dewa menjadi dewa baru dengan wujud seutuhnya, yang dipenuhi oleh potensi tanpa batas.
Inilah impian benda itu. Dan tentu saja, impian itulah yang tadinya ingin direbut oleh Tuan Inkwell. Per saat ini, impian benda itu hampir sempurna. Yang tersisa hanyalah melahap jiwanya. Bagaimanapun juga, ia adalah dewa pada tingkat substruktural, dan hanya sedikit usaha yang diperlukan bagi seorang dewa untuk melahap jiwa manusia fana.
Oleh karena itu, kehendak jari dewa meledak di dalam tubuh tersebut, berkumpul ke satu titik yang kemudian melesat ke arah jiwa Xu Qing di lautan kesadaran.
Jiwa Xu Qing yang kebingungan merasakan kehendak yang keji dan dingin itu bergegas mendekatinya. Ia tidak melawan. Namun, keinginan untuk melawan tidak pergi darinya. Meskipun jiwanya tidak memiliki kendali atas tubuh, atau bahkan kesadaran, atau pun kemampuan untuk merasakan dunia luar, masih ada gagasan gila yang bersemayam di dalam diri Xu Qing.
Bertahun-tahun yang lalu, bayangan itu tampak begitu perkasa tanpa batas bagiku. Dan tidak mungkin aku bisa melawan ketika ia mencoba merasukiku. Sama seperti sekarang. Bagiku, jari dewa ini adalah sesuatu yang sama sekali tidak bisa kupertahankan.
Hanya saja, kristal ungu itu membuat kesepuluh istana surgawi di lautan kesadaranku bergetar tak terkendali. Kristal itulah yang melawan upaya perasukan oleh bayangan tersebut. Jadi hari ini... kenapa aku tidak melakukan hal yang sama untuk mempertahankan diri dari upaya perasukan oleh jari dewa ini?
Gagasan gila yang melayang keluar dari jiwa Xu Qing adalah alasan pasti mengapa ia tidak meronta sebelumnya. Ia hanya menyaksikan kekuatan para dewa dan roh merakit tubuh baru sebagai cangkang luar. Ia telah mengamati semuanya. Dan ia telah menunggu....
Ia telah menunggu lawannya mencoba melahap jiwanya.
Saat itu telah tiba.
Saat kehendak yang keji dan dingin itu menyerangnya, dan sensasi malapetaka yang akan datang terasa semakin kuat, kristal ungu di dada Xu Qing tampak tersinggung. Dan kristal itu meledak!
Sebuah kekuatan tanpa batas dan agung menyapu keluar dari kristal ungu, menjelma menjadi lautan cahaya ungu kuno yang tak tertandingi dan tak terbendung, yang melesat ke arah kehendak jari dewa dengan kekuatan yang mendominasi. Gemuruh bergema, dan benak Xu Qing terasa dipenuhi oleh sambaran petir yang tak terhingga. Ledakan yang mengguncang langit dan bumi merobek udara saat jari dewa, yang sebelumnya sedikit linglung, tiba-tiba dapat berpikir dengan sangat jernih. Dan benda itu berteriak.
"A-apa... apa itu?? Bagaimana mungkin sesuatu seperti itu bisa berada di dalam tubuh seperti ini?? Kekuatan ini... k-kekuatan ini...."
Kehendak dewa itu dipenuhi oleh keheranan, dan pada saat yang sama, rasa teror yang tak terlukiskan terhadap kristal ungu. Saat jeritan itu bergema ke mana-mana, kehendak dewa itu pun mundur. Benda itu... tidak tertarik untuk merasuki Xu Qing lagi.
Xu Qing telah membuat pertaruhan yang tepat!
Ia teringat bagaimana kristal ungu tersebut bersifat pasif sejak pertama kali ia mendapatkannya. Bahkan dalam situasi paling mematikan sekalipun, kristal itu sama sekali tidak melakukan apa pun, meninggalkannya dengan perasaan bahwa jika ia mati dalam situasi seperti itu... ia akan benar-benar mati. Satu-satunya saat kristal itu bereaksi secara eksplosif adalah ketika bayangan itu mencoba merasukinya. [1]
Hal itu seolah menunjukkan bahwa kristal ungu sama sekali tidak tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan tubuh jasmani. Ia juga tidak peduli jika Xu Qing sendiri menghadapi krisis mematikan apa pun. Namun, jika sesuatu mencoba merasukinya, barulah kristal itu bangkit.
Itulah yang terjadi pada bayangan itu bertahun-tahun lalu. Dan hal itu sedang terjadi sekarang dengan kehendak dewa ini.
Kehendak dewa berdenyut dengan teror yang hebat. Kemampuan mentalnya telah pulih, dan karena itu, ia bisa berpikir dan menalar. Alhasil, ia meninggalkan semua upaya perasukan dan mencoba mundur.
Semua itu sudah terlambat. Bayangan itu telah mencoba melakukan hal yang sama, dan ia juga gagal.
Berikutnya, kristal ungu Xu Qing melepaskan fluktuasi yang mengerikan, menyebabkan lautan ungu melonjak ke arah kehendak dewa.
Kehendak dewa menjerit saat kekuatan penyegelan menghantam benda itu.
"TIDAK!!"
Jari dewa meronta-ronta dengan hebat sambil menjerit di dalam benak Xu Qing. Baginya, saat ini adalah krisis yang jauh lebih mematikan daripada yang dialami Xu Qing sebelumnya. Saat pertarungan ini berlangsung, tubuh setinggi 900 meter di dasar danau yang luas itu mulai kejang-kejang. Kemudian wajah hantu yang kejam muncul di dadanya, menonjol keluar seolah mencoba melepaskan diri ke alam bebas. Tapi kemudian tangan ungu besar melilit wajah itu, mencengkeramnya dan menariknya kembali. Wajah hantu itu menjerit.
Keputusasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya memenuhi kehendak jari dewa.
"Sebenarnya siapa kau ini?! Benda apa sebenarnya ini??"
Raungan itu dipenuhi oleh kesedihan dan kemarahan, serta kegilaan yang liar. Tubuh besar Xu Qing bergetar saat kehendak dewa berulang kali mencoba melepaskan diri. Usaha semacam itu sama sekali tidak membuahkan hasil.
Sementara itu, Xu Qing menyadari sesuatu yang tidak biasa…. Kekuatan kristal ungu itu tampaknya bahkan belum mendekati batas aslinya. Namun, kristal itu tidak benar-benar mampu menyegel kehendak dewa dengan cara yang sama seperti saat ia menyegel bayangan tersebut. Kehendak dewa itu sedang melawan. Adapun jiwanya sendiri, ia dipenuhi oleh rasa sakit yang luar biasa, dan rasanya ia hampir layu menjadi ketiadaan.
Bukannya kristal ungu itu tidak cukup kuat. Melainkan, aku tidak mampu mengeluarkan seluruh kekuatan tertingginya….
Saat Xu Qing menyadari hal itu, seberkas cahaya dingin berkedip di matanya.
1. Bayangan mencoba merasuki Xu Qing pada bab 13. ?
Chapter 488 · 7m baca
The Finger Didn’t Want To Possess Him....
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter